
Sudah cukup lama mereka diruang rawatnya Asad namun laki-laki itu masih saja belum siuman karena pengaruh obat dokter, tak lama kemudian ayah dan bundanya charrol datang ke rumah sakit itu.
tok tok tok
suara ketukan dari luar.
"biar gw yg buka"ujar Pitra lalu bangkit dari duduknya menuju arah pintu.
ceklek
"cari siapa ya Om Tante?"tanya Pitra.
"apa ini ruang rawat nya Alrasyad temannya charrol?"tanya bunda nya charrol.
"iya benar Tante, tante siapa yah?"tanya Pitra.
"saya bunda nya charrol"ujar wanita paruh baya itu ramah.
"oh maaf Tante saya ngga tau, silahkan masuk"ujar Pitra.
Saat bunda dan ayahnya charrol masuk, Tasya langsung kaget saat melihat wanita paruh baya itu, karena dia yg hampir Tasya tabrak waktu itu.
"Tante?"ujar Tasya.
"eh kamu?"kata bunda nya charrol.
"bunda kenal sama Tasya?"tanya charrol.
"bunda?"ucap Tasya.
__ADS_1
"iya bunda,, kenalin sya bunda gw"ujar charrol.
"iya sayang dulu bunda ngga sengaja kenal sama teman kamu ini, dia orangnya baik sopan lagi"kata bunda nya charrol sambil menatap Tasya.
"jelas dong Bun kan pacarnya charrol"ujar laki-laki itu, hingga membuat gadis itu malu.
"ohh jadi ini nih orangnya yg bikin anak bunda ngga kaya balok es lagi"sahut bunda nya sambil terkekeh.
"wah pantesan aja charrol tergila-gila, orang gadis nya cantik banget"puji ayahnya.
"udah-udah, bunda sama ayah tujuan nya kesini mau apa sih, jengukin orang sakit apa bahas tentang charrol sih"kata laki-laki itu.
"oh iya,, Tasya ntar main kerumahnya bunda ya"ujar bundanya charrol
"iya Tante"jawab Tasya malu-malu.
"jangan panggil Tante, panggil aja bunda kaya charrol"kata bunda nya charrol.
Karena asik berbicara, ternyata Asad mulai mengerjab-ngerjabkan matanya.
"Sad, sad Lo udah siuman?"ujar Puja sambil mengusap air matanya, dan tersenyum menatap laki-laki itu.
"gw kenapa Ja?"tanya Asad pada gadis itu.
"Lo tadi abis dikeruyukin sama murid lain, jadi sampai ke gini"jelas Puja.
"ohh, tapi kenapa kalian semua kayak abis nangis,,kan gw cma dikeruyukin"ujar Asad menatap mereka semua.
"kita udah tau Sad"kata charrol.
__ADS_1
"tau?tau apa?"ujar laki-laki itu.
"kita udah tau kalau Lo punya penyakit kanker otak"jelas Tasya, hingga membuat laki-laki itu sedikit terkejut.
"jadi kalian udah pada tau?"tanya laki-laki itu sambil memaksakan senyumnya.
"kenapa Lo ngga cerita sama kita Sad?kenapa?"ujar Puja sambil menangis.
"gw ngga mau ngebebanin kalian, ditemanin sama kalian aja udah cukup buat gw"lirih Asad.
"Lo salah sad,, seharusnya Lo itu cerita sama kita"kata Puja.
"gw pikir karena waktu gw udah ngga lama lagi, ceritain ini semua sama kalian itu ngga penting guys"jelas Asad pada mereka.
"apa Lo bilang ngga penting?ini masalah nyawa Sad, nyawa Lo,,"ucap Puja menatap laki-laki itu.
"gw udah tau ja, kalau gw udah memasuki stadium akhir, makanya selama ini gw lebih milih ngabisin waktu sama kalian dari pada harus kontrol"lirih Asad.
"Lo ngga boleh ngomong gitu Sad,,Lo harus sembuh"ujar Puja.
"gw ngga tau ja, karena yg gw tau itu, dari 100% cma ada 10% kemungkinan buat gw untuk sembuh"ujar laki-laki itu sambil tersenyum getir.
"ngga sad,,Lo harus sembuh,,Lo harus sembuhhh hiks hiks hiks"kata gadis itu.
"Lo jangan ke gini Ja, Lo ngga boleh sedih,, gw ngga bisa liat Lo nangis kegini ja"lirih Asad.
"kalau Lo ngga mau bikin gw sedih atau bikin gw nangis, Lo harus sembuh Sad"lirih Puja, gadis itu langsung memeluk tubuh laki-laki yang terbaring lemah itu.
"Lo harus sembuh"lirih Puja.
__ADS_1
"maaf yah guys, kalau beberapa episode ini cma cerita Puja dan Asad🙏🙏🙏"