
Malam ini Sherin akan membawa Afril ke suatu tempat, gadis itu sudah siap dengan pakaian nya. Sherin langsung berangkat menuju rumah Afril yg diantar oleh sopir.
"gimana? semuanya udah siap?"tanya gadis itu lewat ponsel nya.
Karena tidak ada jawaban, lalu Sherin menyimpan ponsel nya kedalam tas. Setengah jam sudah berlalu gadis itu sudah sampai di rumah sahabat nya.
Ting tong Ting tong
Sherin terus memencet bel rumah gadis itu, tak lama kemudian.
ceklek
Suara pintu terbuka.
"lama amat bukain pintu"sungut Sherin pada Afril.
"Lo nya aja yg ngga sabaran"kata Afril, sambil berjalan memasuki rumahnya.
"wuy, gw tamu Lo, ngga dipersilahkan masuk gitu?"teriak Sherin pada gadis itu.
"cih, biasanya aja langsung nyelonong, tanpa dipersilahkan"ujar Afril.
"iya juga ya"batin Sherin.
"napa mikirin omongan gw, emang bener kan"ujar Afril menoleh ke arah Sherin.
"hehe, iya ya"sahut Sherin cengengesan lalu berjalan mendekati gadis itu.
Ditempat lain
Tasya dan Pitra sedang asik bercanda di rumah Tasya, tiba-tiba ponsel Tasya berbunyi tanda kalau ada panggilan masuk.
"noh hp Lo bunyi"ujar Pitra.
"iya gw tau"sahut Tasya lalu mengambil ponselnya.
"siapa sya?"tanya Pitra.
"Charrol"jawab Tasya. gadis itu hanya mengangguk.
"Halo Sya"sapa laki-laki dari seberang telpon.
"iya char, ada apa?"tanya Tasya.
"sekarang lo sibuk ngga?"tanya charrol balik.
"em ngga sih, kenapa emang?"jawab Tasya lalu bertanya.
__ADS_1
"gw mau ketemuan sekarang"jawab charrol.
"tapi, disini ada Pitra char"ujar Tasya, tak enak jika meninggalkan sahabatnya itu sendirian.
"bagus dong, jadi kalian berdua berangkat nya bareng"kata charrol.
"maksud nya gimana nih?"tanya Tasya.
"udah jgn banyak tanya deh Tasya sayang, mending Lo sama Pitra nya siap-siap deh"perintah laki-laki itu.
"hemz yaudah deh, gw sama Pitra nya siap-siap dulu"pasrah Tasya yg masih penasaran.
"oke, nanti gw kirim alamatnya"ujar charrol. lalu memutuskan sambungan telepon nya.
"kenapa sya?"tanya Pitra.
"udah ngga usah banyak tanya mending kita siap-siap deh"ujar Tasya sambil menarik tangan gadis itu menuju kamar nya.
"lah lah lah, Lo kenapa sya?"tanya Pitra heran, namun tak ada jawaban dari gadis itu.
Ditempat lain
Sherin dan Afril sedang duduk bersantai di kamar gadis itu sambil memainkan ponselnya masing-masing, tiba-tiba ada pesan masuk di ponsel Sherin.
"*Sayang, semuanya udah siap. Sekarang lo tinggal bawa Afril nya kesini"isi pesan itu, gadis itu hanya tersenyum mambaca pesan yg dikirim oleh kekasih nya. Lalu ia membalasnya.
"Fril yuk berangkat"ujar Sherin.
"sebenarnya gw malas banget Sher, apalagi dandan ke gini segala"sahut Afril yg merasa risih dengan make up diwajahnya.
"jangan banyak omong, ayo berangkat"kata Sherin langsung menarik tangan gadis itu, Afril hanya pasrah dan mendengus kesal.
Ditempat lain
keempat laki-laki tampan sedang duduk di sebuah bangku yg ada di restoran yg diboking Jona. Tampak sekali wajah gugup di salah satu laki-laki itu, mereka juga tak lupa membawa Aulia dalam acara itu.
"ngga usah tegang ke gitu juga kali Jon"ujar Saka.
"haha, iya kayak mau disunat aja"sambung kifli sambil tertawa kecil.
"bisa diam ngga sih"sahut Jona.
"haha, biasa aja kali Bambang"ejek Saka.
"udah guys, kasian ka Jona nya"lerai Aulia.
"oh iya, kalian ngundang Puja ngga?"tanya Charrol. Semua yg ada disitu serempak menggeleng.
__ADS_1
"ntar tunggu Tasya sama Pitra aja char"ujar Saka.
"hooh"sambung kifli.
"yaudah"kata charrol.
Tak lama kemudian Tasya dan Pitra pun sampai di restoran itu, kedua gadis itu sedikit bingung. Tasya melihat charrol dan yg lainnya sedang duduk bersama, lalu kedua gadis itu pun mendekat.
"Char"sapa Tasya pada kekasih, semua orang pun menoleh ke belakang.
"Sya, kalian udah nyampe"ujar charrol sambil berjalan mendekat ke arah Tasya.
"maksud nya ini apaan guys?"tanya Pitra polos.
Saja Langsung mendekat ke arah kekasih nya.
"jadi gini beb, Jona mau nembak Afril"jawab Saka.
"nembak?"kata Tasya, lalu melirik ke arah Aulia.
"jadi gini sya, sebenarnya Jona sama Aulia itu ngga pacaran"jelas charrol.
"terus waktu di rumah sakit?"tanya Tasya lagi.
"itu cuma rencana kita sya, kita cma mau liat Afril cemburu ngga"jelas charrol lagi.
"jadi ka Jona cinta nya sama Afril?"tanya Pitra.
"iya beb"jawab Saka. Tasya dan Pitra pun mengangguk-angguk paham, Tasya sedikit lega saat tau semuanya. Gadis itu tak tega saat melihat sahabatnya yg sakit hati.
"oh iya, kita belum sempat ngundang Puja"ujar Jona.
"beb Lo telpon Puja deh"kata Saka.
"oh, oke"sahut Pitra ingin mengambil ponselnya didalam tas, namun di cegah oleh Tasya.
"ngga usah ngundang Puja deh guys, soalnya gw yakin pasti saat ini Puja di RS jagain Asad"kata Tasya menatap mereka semua. Mereka pun mengangguk-angguk mengerti.
"tapi, gimana kalau nanti Puja marah?"tanya Pitra.
"nanti gw yg jelasin"jawab Tasya.
"oke guys, lebih baik sekarang kita siap-siap, soalnya gw udah dapat kabar dari Sherin kalau mereka udah mau nyampe"timbrung Kifli.
"oh jadi maksud Sherin ini"kata Tasya, Mulai mengerti.
Mereka semua pun. siap-siap saat nanti kedatangan Afril dan Sherin.
__ADS_1