
Pagi yg cerah kini kelima gadis itu sudah siap dengan seragam sekolah nya, karena mereka malam tadi pulang cukup larut malam, jadi mereka bangun sedikit terlambat, karena merasa masih mengantuk.
"ehh pit cepetan"teriak Puja.
"sabar Napa ja,,ini gw belum pake lipstik"sahut Pitra.
"Lo kalau telat 1 menit kita tinggal nih"sambung Sherin.
"ayo dong Pit,,dikit lagi telat nih"kata Tasya menatap Pitra.
"iya-iya nih udah,,ngga udah bawel"ucap Pitra menatap keempat sahabatnya.
"bawel pala kw,,"gerutu Puja menatap Pitra.
"udah-udah ayo berangkat"kata Afril.
"Yuk"sahut mereka serempak.
Saat didalam perjalanan menuju sekolah, tiba-tiba sopir pribadi Tasya menghentikan mobilnya, hingga membuat kelima gadis itu sedikit terkejut.
"knpa pak?"tanya Tasya.
"ini non kayanya didepan ada kecelakaan"kata sopir itu menatap arah depan yg banyak orang-orang hingga menutupi jalan.
"aduh gimana nih guys? bisa-bisa telat kita"kata Tasya menatap keempat sahabatnya.
"kita cek yuk?"kata Afril pada mereka.
"yaudah yuk"sahut Sherin diangguki ketiga gadis itu.
Saat mereka menuruni mobil, mereka langsung berjalan kearah gerombolan orang-orang yang menutupi jalan tersebut.
"maaf pak,,itu knp ya?"tanya Puja kepada salah satu bapak-bapak disitu.
"itu neng,, kayaknya ada mahasiswa yg jatuh dari motor"jawab bapak-bapak itu.
"oh begitu ya pak,, makasih yah pak"sahut Puja lalu melangkah mendekati orang-orang itu.
"permisi pak boleh saya lihat"kata Tasya kepada orang-orang yg menutupi orang yg kecelakaan tersebut. Saat orang-orang itu menggeser kan tubuhnya Tasya dkk langsung mendekat, laki-laki yg kecelakaan itu terduduk di tepi jalan, sambil menunduk.
"kenapa ngga dibawa kerumah sakit pak Bu?"tanya Afril kepada orang-orang disitu.
"dianya ngga mau neng"jawab salah satu ibu-ibu disitu. Lalu Afril mendekati laki-laki itu dan memegang pundaknya.
"Lo ngga papa?"tanya Afril, laki-laki itu langsung mengangkat wajahnya menatap wajah Afril, sontak membuat keduanya terkejut.
"Lo?"ucap mereka serempak.
"Lo kenal sama dia Fril?"tanya Tasya pada Afril.
"iya gw kenal,,dia yg udah nolongin gw,,"kata Afril.
"OMG ganteng banget"pekik Pitra.
"mulut Lo lemes banget sih Pit"sahut Puja menatap Pitra tajam.
"ya emang bener kan"ujar Pitra yg acuh dengan ucapan Puja.
"udah-udah ayo Fril bawa dia ke RS,,"kata Tasya menatap Afril, gadis itu langsung mengangguk.
"ayo ka,,kita kerumah sakit"ucap Afril menatap laki-laki itu.
"ngga usah gw ngga papa kok,,cma lecet dikit"sahut laki-laki itu.
"ok kalau ngga mau kerumah sakit,,kita antar Lo ke rumah aja,,gimana?"tanya Tasya menatap laki-laki itu.
"ngga usah gw ngga mau ngerepotin kalian,,?"ujarnya karena merasa tidak enak.
"ngga kok ka,, anggap aja ini adalah balas budi atas kejadian waktu itu."sahut Afril.
"yaudah deh,, makasih yah"ucap laki-laki itu, sambil tersenyum tipis.
*Deg deg deg
"ganteng banget kalau senyum,,nih jantung knp sih"batin Afril*.
"uy Fril ngapain malah bengong,,ayo sini bantuin"kata Tasya menatap Afril.
"hah? eh iya-iya"sahut Afril seperti orang salah tingkah. Kedua gadis itu memapah laki-laki itu menuju ke mobil mereka, saat sudah merada ni mobil, Tasya langsung bertanya kepada laki-laki itu.
"rumah Lo dimna?"tanya Tasya.
__ADS_1
"gw tinggal di apartemen"sahut laki-laki itu.
"alamat nya?"sambung Sherin.
"di jalan mawar"jawab laki-laki itu cepat.
"pak jalan ke kompleks xxx"suruh Tasya pada sopir pribadinya itu.
"iya non"sahut laki-laki itu sambil mengangguk.
Saat didalam perjalanan, Puja sudah mengabari anggota kelasnya kalau hari ini mereka berlima tidak masuk, karena ada acara dadakan. Saat sudah sampai di apartemen mewah, kelima gadis itu langsung turun dari mobil, dan membantu memapah laki-laki masuk kedalam apartemennya, saat sudah sampai didepan apartemen laki-laki itu langsung membuka pintu apartemennya, sontak membuat kelima gadis itu takjub, karena kemewahan dan dekor rumah yg sangat unik.
"ngapain bengong,,ayo masuk"kata laki-laki itu membuyarkan lamunan mereka.
"ah iya ayo"sahut Afril sambil memapahnya.
"wahh gila keren banget"kata Pitra.
"hooh unik lagi"sahut Sherin.
"cba liat foto tuh cowok kalau lagi senyum,,gila ganteng banget"ucap Pitra sambil menunjuk foto besar yg menempel di dinding.
"ayo duduk"kata laki-laki itu, mempersilahkan mereka.
"iya makasih"sahut mereka serempak.
"sekali lagi makasih ya,,karena gw kalian jadi ngga bisa kesekolah"kata laki-laki itu merasa tidak enak pada mereka.
"sans aja kali"jawab Pitra sambil tersenyum manis.
"kalian mau minum apa?biar gw ambilin"tawar laki-laki itu pada mereka.
"ngga usah repot-repot"sahut Tasya.
"kalau ada es jeruk"sambung Pitra, sontak keempat sahabatnya menatap nya tajam.
"ngga usah sungkan biar gw ambilin yah"kata laki-laki itu dan hendak berdiri namun kakinya merasa nyeri.
"aww"rintihnya sambil memegang kakinya, dengan sigap Afril memegang tangan laki-laki itu, keempat sahabatnya hanya saling tatap.
"ah makasih"kata laki-laki itu.
"ngga usah biar gw aja"bantah laki-laki itu hendak berjalan menuju dapur.
"ngga papa biar gw aja,, dapur nya dimana?"kukuh Afril dan bertanya pada laki-laki itu.
"Lo tinggal lurus aj terus belok kiri"ujar laki-laki itu memberi tahu Afril jalan menuju dapur. Gadis itu langsung berjalan menuju dapur, laki-laki itu menatap kepergian Afril, entah knp bibirnya melengkung membuat senyuman manis.
"eh tu anak knp sih?tumben banget"bisik Sherin pada Tasya.
"kayanya Afril suka deh sama nih cowok"sahut Tasya sambil berbisik.
"kayanya sih gitu,, soalnya afril ngga pernah tu seperhatian itu sama cowok"ucap Sherin berbisik.
"iya"sahut Tasya.
"wuy bisikin apa Lo berdua?"tanya Puja menatap kedua gadis itu.
"kepo lo"sahut Sherin.
"nge-ghibah Mulu Lo berdua"sambung Pitra.
"Yee si Oneng siapa yg nge-ghibah *****"kelak Sherin.
"lah terus?"tanya Puja.
"ini kita lagi bahas kalau mang Mamat bikin menu baru"bohong Tasya pada kedua gadis itu.
Mang Mamat adalah penjual bakso jalanan yg jadi favorit mereka.
"Lo serius?"tanya Pitra kegirangan.
"ah eh iya"sahut Tasya terbata-bata. Kini Afril sudah membawa nampan berisi 6 gelas minuman, lalu ia menaruh nya diatas meja.
"silahkan diminum"kata laki-laki itu.
"kok Lo kaya jadi nyonya dirumah ini sih Fril terus Lo suguhin tamu kalian sama minuman, terus ini laki Lo"oceh Pitra. Blush pipi gadis itu langsung memerah, karena malu.
"Lo ngomong apaan sih ngga jelas tau"sahut Tasya
"tau kalau ngomong itu disaring dulu"sambung Sherin.
__ADS_1
"kaya Lo pernah ngomong disaring aja"lawan Pitra tak mau kalah.
"udah-udah ayo minum"lerai Afril menatap keempat sahabatnya itu.
"tuh kan kaya dia yg punya rumah aja"ujar Pitra.
"sekali lagi Lo ngomong gw ikat tu mulut"sahut Puja, hingga membuat gadis itu langsung menutup mulutnya.
"yaudah ayo minum"ucap laki-laki itu yg sedari tadi mendengarkan ocehan-ocecan gadis-gadis itu. mereka semua mengangguk.
"oh iya ka,,nama Lo siapa?"tanya Puja pada laki-laki itu.
"oh iya kita belum kenalan yah,,"sahut laki-laki itu, kelima gadis itu langsung menggeleng cepat.
"nama gw Jonathan prawira, panggil aja Nathan atau Jona"ujar laki-laki.
"gw Asrinta Puja, panggil aja Puja"
"gw Pitraloka Azisya, paling imut, lucu, dan cantik pastinya panggil aja Pitra"
"gw Anastasya caurellia panggil aja Tasya"
"gw Sherina khaula panggil aja Sherin"
"gw Afrilia aloskha panggil aja Afril"
"oh jadi nama tuh cewek Afril,,cantik kaya orangnya,,eh apaan sih gw"batin Nathan.
"kalian kelas berapa?"tanya laki-laki itu.
"kita kelas X IPA 2 ka"sahut Tasya.
"kalau Lo ka?"sambung Pitra.
"gw mahasiswa semester pertama"jawab laki-laki itu, mereka hanya mengangguk-angguk.
"yaudah ka kalau gitu kita pamit pulang dulu"ujar Puja.
"ah iya kalian hati-hati ya dijalan"sahut laki-laki itu.
"tapi Kaka ngga papa kan ditinggal sendirian"kata Afril menatap laki-laki itu.
"ngga papa,,gw udah kasih tau teman supaya datang kesini"
"yaudah kita balik dulu ya ka,, makasih minumnya"sahut Tasya.
"sans aja justru gw yg bilang makasih sama kalian"ujar laki-laki itu.
"sans aja ka"sahut mereka serempak.
Saat mereka sudah hampir didekat pintu tiba-tiba Nathan memanggil nama Afril.
"Afril tunggu"ucap Nathan sedikit berteriak, sontak membuat gadis itu terkejut.
"ah iya ka ada apa?"sahut Afril sambil menoleh kearah suara itu.
"gw boleh minta no hp Lo"kata Nathan sambil menatap gadis itu.
*Deg deg deg
"ini serius,, mimpi apa gw malam tadi"batin Afril*.
"kalau ngga mau ngga papa"ucap Nathan membuyarkan lamunan Afril.
"ah boleh kok ka"sahut Afril laku mengeluarkan ponsel nya, setelah selesai acara tukeran no ponsel nya, kelima gadis itu pamit pulang.
didalam mobil.
"kayanya ada yg lagi kasmaran nih"goda Sherin pada Afril.
"hooh ada yg lagi berbunga-bunga abis diminta no sama cogan"sambung Tasya.
"apaan sih Lo berdua ngga jelas deh" sahut Afril, wajah gadis itu mulai memanas.
"eleh-eleh neng bisa malu-malu juga yah"goda Puja menatap Afril yg kelihatan malu-malu.
"kalau gw jadi Lo fril udah gw sikat tuh cowok"ujar Pitra.
"iya itu elo,,tukang becak lewat aja Lo sikat"sahut Sherin, hingga membuat mereka tertawa terbahak bahak.
like,,komen,,and vote ππΌπππΌπ₯
__ADS_1