
Pagi yg sangat cerah sama seperti biasanya gadis-gadis cantik itu pasti sudah tiba disekolah nya, tapi kok Afril belum datang yah? keempat gadis itu duduk didepan kelas mereka menunggu kedatangan Afril.
"tumben banget yah tuh si Afril telat"kata Tasya menatap ketiga sahabatnya itu.
"Iyah biasanya kan yg suka telat itu Gw sama Puja"sahut Pitra.
"lah si Oneng,,malah bawa-bawa nama orang segala" kata Puja menatap Tajam Kearah Pitra.
"lah kan gw ngomong apa adanya ja"jawab Pitra pada Puja.
"iya jg si,,kalian berdua kan yg paling suka telat"timbrung Sherin menatap Puja dan Pitra.
"serah Lo pada deh,,cape gw ngeladenin"ucap Puja.
"lah si Oneng malah ngambek lagi,,"sahut Pitra sambil tertawa kecil menatap Puja.
"aduh kok gw ngerasa ada yg ngga beres yah sama Afril"kata Tasya yg mulai cemas, karena Afril tak kunjung datang.
"udah lah sya,, mungkin Afril kejebak macet"sahut Sherin diangguki Pitra.
"mungkin juga sih"ucap Tasya, tapi perasaan nya masih tidak enak.
Karena cukup lama mereka menunggu Kedatangan Afril, kini bel istirahat sudah berbunyi, keempat gadis itu mulai khawatir dengan Afril, dan thing suara pesan masuk dari grup mereka berlima kalau Afril tidak bisa masuk karena kakinya sakit, keempat gadis itu pun langsung memasuki kelas karena bel sudah berbunyi dan Afril juga sudah mengabari mereka.
Kini bel istirahat pun sudah berbunyi, keempat gadis itu berjalan di koridor sekolah melewati banyak murid menuju kantin, banyak tatapan-tatapan tertuju pada mereka.
"aduh bidadari Abang lewat"
"yg tengah calon mantu mu mak"
"sejuk hati Abang dek melihat senyum manis mu"
"meleleh gw"
"so cantik banget"
"banyak gaya"
"belagu"
mungkin begitu lah cibiran-cibiran murid lain, saat sampai dikantin keempat gadis itu langsung memesan makanan lalu mereka duduk paling pojok.
"kakinya Afril knp yah"kata Tasya menatap ketiga sahabatnya itu.
"iya,,padahal kemaren enakan aja kok"sahut Pitra.
"ngga tau gw"ucap Puja.
__ADS_1
"gimana kalau nanti kita jengukin Afril?"kata Sherin menatap ketiga sahabatnya.
"oke"ucap mereka serempak, kini makanan sudah datang, mereka pun mulai menyantap makanan nya. Tiba-tiba datang 1 orang cowok sambil memegang nampan berisi makanan.
"gw boleh duduk disini ngga?"tanya laki-laki itu menunjuk sebelah kiri Tasya.
"boleh duduk aja"ucap Pitra pada laki-laki itu.
"kenalin nama gw Ferdiansyah panggil aja Ferdi gw anak X IPA 3"ucap laki-laki itu sambil menatap keempat gadis itu.
"nama gw Pitraloka Azisya panggil aja Pitra gw anak X IPA 2"sahut Pitra sambil tersenyum.
"nama gw Anastasya caurellia panggil aja Tasya sekelas sama Pitra"sambung Tasya sambil tersenyum paksa.
"nama gw Sherina khaula panggil aja Sherin sekelas sama Pitra"sahut Sherin datar, sebenarnya gadis ini bakalan dingin jika baru mengenal orang baru, kecuali charrol dkk
"gw Asrinta Puja panggil aja Puja sekelas sama mereka bertiga" sambung Puja.
"oh iya,,salam kenal yah" ucap Ferdi sambil tersenyum manis. keempat gadis itu hanya mengangguk.
Saat mengunyah makanan nya Tasya tiba-tiba tersedak hingga refleks Ferdi memberikan nya air dan mengusap punggung belakang Tasya.
"makasih"kata Tasya sambil tersenyum tipis menatap Ferdi.
"sama-sama,,maka nya makannya pelan-pelan"
Tanpa mereka sadari bahwa Charrol dkk melihat kejadian itu, Charrol benar-benar marah emosi dan cemburu menatap Tasya yg sesekali tersenyum menatap Ferdi, laki-laki itu langsung pergi meninggalkan kantin, saat sampai dibelakang sekolah laki-laki itu langsung memukul-mukul tembok hingga tangannya berdarah, Saka dan Kifli langsung berlari mendekati charrol, mereka berdua berusaha menenangkan sahabatnya itu.
"udah char,,Lo tenang dulu,,jgn nyakitin diri Lo kaya gini,,"kata Kifli menatap Charrol.
"iya char lagiankan kita ngga tau ada hubungan apa Tasya sama tuh cowok,,"sambung Saka.
"tapi knp mereka kelihatan begitu dekat ka, kif"teriak charrol dan mulai menampar tembok lagi.
"stop char,,jgn nyakitin diri Lo Kya gini,,kita jg belum tau apa hubungan Tasya sama tuh cowok,, sebelum bertindak kita harus tau dulu apa yg sebenarnya char,,"bentak kifli,,sontak membuat Charrol terduduk lemas.
"gw ngga tau yg sebenarnya Kya apa, kif ka,,tapi yg jelas hati gw sakit banget saat ngeliat Tasya sedekat itu sama cowok lain"lirih charrol menatap kedua sahabatnya itu. Kifli langsung tertawa kecil.
"hha sejak kapan balok es jadi bucin ke gini"ejek Kifli sambil tertawa kecil.
"hha iya ya,,kok Lo jadi selemah ini sih char?"kata Saka sambil ikut tertawa
"brengsek Lo berdua,,teman lagi ke gini masih aja diejekin"sahut Charrol, tapi iya juga mulai tersenyum. Hingga membuat kedua sahabatnya itu senang.
"yaudah yuk,,lebih baik kita balik ke kelas,, soalnya 5 minum lagi jam istirahat selesai"kata Kifli sambil melihat jam tangannya.
"yaudah yuk"sahut Saka Charrol hanya mengangguk pelan.
__ADS_1
Saat ketiga laki-laki itu berjalan melewati koridor sekolah, tak sengaja mereka bertemu Tasya dkk, tapi ada yg beda dengan Charrol dia memasang wajah datar.
"hai kif"sapa Sherin sambil tersenyum manis.
"hai juga Sher"sahut Kifli ramah.
"kalian tadi kok ngga ke kantin?"tanya Pitra menatap ketiga laki-laki itu.
"ah itu tadi kita ada tugas dadakan dari guru jadi ngga sempat ke kantin"bohong Saka, Tasya sedari tadi menatap wajah charrol yg kelihatan aneh tidak seperti biasanya. Saat mata mereka bertemu charrol langsung membuang muka, Tasya sedikit heran dengan sikap charrol.
"yaudah kita ke kelas dulu yah" kata Kifli menatap keempat gadis itu.
"iya"ucap mereka serempak, saat charrol ingin melangkah melewati Tasya, gadis itu tidak sengaja melihat tangan laki-laki itu memar dan berdarah.
"eh tunggu-tunggu,,ini tangan Lo knp char?"tanya Tasya sambil memegang tangan charrol, tapi dengan cepat ditepis oleh laki-laki itu.
"bukan urusan Lo"ucap charrol datar, deg rasanya hati Tasya sangat sakit melihat sikap charrol seperti itu, semua orang yg mendengarkannya pun kaget.
"eh maaf,,gw cma pengen tau kok"ucap Tasya lalu pergi meninggalkan mereka semua dengan mata yg berkaca-kaca, ketiga sahabatnya itu langsung berlari mengejar Tasya.
"Lo apa-apaan sih char?"tanya Kifli pada Charrol.
"emang gw knp?"sahut Charrol santai menatap kedua sahabatnya itu.
"yg ada Lo malah bikin hubungan Lo sama dia makin renggang char,,jgn nyesel aja Lo nantinya"sambung Saka yg sedikit kecewa dengan sikap sahabatnya itu, lalu ia berjalan pergi meninggalkan charrol dan Kifli juga mengikutinya.
"apa yg udah gw lakuin sih,,knpa lo sebodoh ini charrol,,knp? "batin charrol yg mengutuk dirinya sendiri.
Didalam kelas Tasya menangis, entah knp hatinya begitu sakit jika mengingat ucapan charrol tadi, kini keempat sahabatnya itu sudah sampai dikelas dan langsung mendekati Tasya.
"sya Lo yg tenang yah,, mungkin aja tadi charrol lagi ada masalah, terus dia lagi ngg mau diganggu,,?ucap Puja menenangkan Tasya.
"iya sya jgn nangis gini dong,,kan kita jg jadi pengen nangis"sambung Pitra menatap Tasya dengan mata berkaca-kaca.
"sya,,Lo harus kuat,,jgn buang-buang air mata Lo cma buat cowok yg ngga jelas"ucap Sherin yg geram dengan kelakuan charrol, Puja menatap Sherin dengan tajam.
"udah dong sya jgn sedih terus"rayu Pujapada Tasya.
"makasih ya guys,,kalian selalu ada buat gw,,"lirih Tasya lalu memeluk ketiga sahabatnya itu.
"Lo ngomong apaan sih sya,,yg namanya sahabat itu harus selalu ada buat sahabat nya" sahut Sherin diangguki Pitra dan Puja.
"udah Lo jgn mewek-mewek lagi ok,,masa cewek bar-bar galau"sambung Puja sambil tertawa kecil, kini Tasya sudah lebih tenang, dan ikut tersenyum menatap ketiga sahabatnya.
"yaudah nanti abis pulang sekolah kita kerumah Afril ok,,ucap Pitra kepada ketiga sahabatnya itu.
"ok" ucap mereka serempak lalu tertawa bersama.
__ADS_1
ππΌπππΌπ