
"astaga gw ngga ingat cek kondisi Asad"batin Puja.
Ceklek
Pintu terbuka, Afril dan yg lainnya sudah datang membawa makanan dan beberapa cemilan dan minuman.
"hai sya"sapa mereka serempak.
"hai, makasih yah udah mau repot-repot kesini lagi"sahut Tasya.
"Sans aja kali"ujar Afril.
"hooh sya, santai aja kali"sambung Sherin.
"nih makanan"ujar Saka sambil meletakkan makanan tersebut di atas meja.
"Tasya belum dibolehin makan makanan luar guys"ujar charrol.
"ya buat Lo sama Puja aja kalau gitu"sahut Kifli.
"iya, kalian belum makan kan"sambung Afril.
"oh thanks"sahut Charrol.
"Ja, Lo makan dulu gih"ujar Pitra, menatap gadis itu.
"hah apa?"tanya gadis itu, karena melamun ia tak mendengar perkataan Pitra.
"makan dulu"jawab Pitra.
__ADS_1
"ah iya"sahut Puja, lalu mengambil makanan yg ada di atas meja, puja mulai memakan makanan nya. Namun gadis itu hanya memakan sedikit, lalu meletakkan makanan tersebut di atas meja lagi.
"dikit amat Lo makan ja"ujar Sherin.
"hooh, gimana ngga tambah kurus Lo"sambung Pitra.
"gw udah kenyang guys"sahut Puja menatap mereka.
"kenyang makan apaan lo?"tanya Kifli.
"hooh, perasaan makannya dikit banget"Sambung Sherin.
"Ja, Lo ada masalah?"tanya Tasya.
"iya Ja"sambung Charrol.
"ngga kok guys, gw beneran kenyang dan gw ngga ada masalah"jawab Puja.
"Aduh emang susah ya ngomong sama mereka"batin Puja.
"gw lagi mikirin Asad"jawab Puja jujur.
"hemz kita paham Ja, gimana perasaan Lo. Tapi, Lo ngga boleh ke gini, apalagi makan Lo ngga karuan"ujar Tasya.
"hooh Ja, semenjak Asad koma Lo jdi sedikit beda, ngga terlalu ceria kaya dulu sama Lo jg tambah kurusan"kata Afril.
"kalian ngga usah mikirin gw guys, gw ngga papa kok"ujar Puja, sambil tersenyum paksa.
"yaudah kayaknya gw mau jengukin Asad dulu deh"sambungnya lagi.
__ADS_1
Mereka hanya mengangguk dan tersenyum menatap kepergian gadis itu.
"gw kasian liat Puja"ujar Tasya.
"gw jg sya"sambung Afril.
"kita doain aja guys, mudah-mudahan Asad cepat sadar dari koma nya"kata charrol, mereka semua hanya mengangguk pelan.
Ditempat lain
Ceklek
"Assalamualaikum"ujar Puja saat memasuki ruang rawat Asad.
"maaf yah, kemaren gw tinggalin. Soalnya Tasya diculik, terus gw ikut bantu nyariin dia"kata Puja pada laki-laki yg tak pernah menjawab ocehan nya itu selama hampir 3 bulan ini.
"Lo kapan bangun nya sih Sad, udah banyak kejadian selama ini. Tapi, Lo ngga bangun-bangun"ujar Puja.
"sad, gw kangen banget sama Lo"lirihnya dan mulai berkaca-kaca.
"dan asal Lo tau, selama ini gw harus pura-pura tegar dihadapan mereka, mereka bilang gw kurusan sad. Tapi, Lo ngga bisa bilang gitu juga kan, karna Lo lebih milih mejam dari pada liat gw"kata Puja.
"oh iya gw mau kasih tau juga nih, kalau kemaren gw dibantu sama Zefan buat nyelamatin Tasya. Sekarang dia udah berubah sad, dia ngga kaya dulu lagi"jelas Puja.
"sad, bangun dong"lirih Puja.
"sad, gw cinta sama Lo gw sayang, gw ngga mau kehilangan Lo sad hiks hiks hiks bangun"kata gadis itu sambil menangis.
"Sad"lirihnya lagi.
__ADS_1
Puja benar-benar terpuruk melihat kondisi orang yang ia cintai seperti itu, namun gadis itu benar-benar tegar dihadapan sahabat-sahabatnya.