
Kini mereka semua sudah tiba di rumah sakit, saat berjalan melewati koridor rumah sakit, Puja tak sengaja melihat laki-laki yg ditolong nya waktu itu.
"itu bukannya cowok yg digebukin waktu itu yah"batinnya Puja.
"eh ja cepetan jalan,, ngapain sih bengong disini,,tuh liat anak-anak udah jauh nuh"ucap Pitra membubarkan lamunan Puja. Sontak membuat Puja sedikit terkejut.
"ah eh,,knp Pit?" sahut Puja dengan wajah polosnya.
"aduhhhh,,Lo mikirin apaan sih?itu Nuh mereka udah jalan jauh,,eh Lo malah bengong disini"ucap Pitra menatap Puja yg kelihatan aneh.
"eh ngga mikirin apa-apa kok,,yuk jalan"jawab Puja langsung melangkah menuju ruang rawat Tasya, Pitra yg melihat itu pun sedikit aneh.
Saat mereka semua sudah sampai didepan pintu ruang rawat Tasya, Afril ingin mengetok pintu, namun sudah diterobos masuk oleh Sherin gadis cantik itu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabat nya. Saat mereka masuk Tasya sedang bermain ponsel nya, iya langsung menoleh saat mendengar pintu terbuka.
"hai sya,,kita datang"teriak Sherin.
"apa-apaan sih Lo Sher,,Lo pikir ini tempat apa hah? bisa-bisa besok ngga jadi pulang gw,,karna denger suara cempreng Lo itu"sewut Tasya menatap Sherin jengah, gadis itu hanya cengengesan mendengar perkataan sahabat nya.
"tau Lo,, bisa-bisa dilabrak pasien sebelah kita"sahut Saka ikut memojokkan Sherin.
"tau Lo nih Sher kebiasaan deh"kata Afril.
"kok Lo semua nyalahin gw sih?,,bunda apa salah Dan dosa anak mu yg cantik dan imut ini"jawab Sherin dengan gaya seolah-olah sudah dibully.
"cantik dari mana orang kaya ekor sapi"sahut Puja yg baru sampai dengan Pitra, sontak membuat mereka semua yg mendengar nya tertawa, Sherin hanya mendengus dan mengerucut kan bibir nya.
"Lo berdua dari mana?"Tanya Tasya pada Puja dan Pitra.
"tuh si Puja sempat-sempatnya aja ngelamun dijalan,,untung ngga kesambet setan rumah sakit" sahut Pitra
Pletak
satu jitakan mendarat di kening Pitra.
"aww"
"kalau ngomong disaring ****"ucap Puja menatap Pitra kesal.
"gw ngomong apa adanya aja Jubaidah"sahut Pitra sambil mengusap keningnya yg memerah akibat jitakan Puja.
"emang Lo ngelamunin apa ja?"tanya Tasya pada Puja, hingga membuat gadis itu gelagapan.
"eh ngga kok,,gw ngga ngelamun,,tadi cma ngilangin pegalnya kaki gw doang"kelak Puja, semua orang yg mendengar jawaban Puja mengernyitkan dahi nya.
__ADS_1
"udah ach ngpain sih nge-bahsin gw,,"ucap Puja lagi.
"oh Iyah sya,,lo beneran udah bisa pulang besok?"tanya Afril pada Tasya.
"iya guys gw udah bisa pulang besok" jawab Tasya diangguki semua orang, lalu Tasya menatap charrol yg sedari tadi diam saja. karena Puja mengerti apa yg sedang dipikirkan oleh Tasya, ia langsung angkat bicara.
"oh iya sya,,tdi kami kesini barengan sama ka charrol dkk,, mereka juga mau jengukin Lo"jelas Puja pada Tasya.
"oh,,makasih yah ka,,udah mau repot-repot kesini"kata Tasya menatap charrol, laki-laki itu langsung tersenyum tipis.
"santai aja kali,,oh iya, gimana keadaan Lo, udah baikan?"sahut Charrol pada Tasya.
"iya udah baikan kok,,besok juga gw udah bisa pulang ka"jawab Tasya pada charrol.
"Lo udah makan?"tanya charrol menatap Tasya, gadis itu menggeleng pelan.
"yaudah gw suapin yah!!"kata charrol mendekat dan mengambil mangkok yg berisi bubur, kedua sahabatnya bingung melihat kelakuan charrol, yg biasanya dingin kepada orang yang baru iya kenal, tapi tidak saat bersama dengan Tasya.
"ngga usah ka,,aku bisa kok makan sendiri"ucap Tasya, karena iya malu dan grogi jika dekat dengan charrol. Tapi charrol tidak mau mendengar penolakan dari Tasya, iya langsung duduk di bangku yg berada didekat ranjang yang ditempati oleh Tasya.
"Tapi ka..."Tasya belum selesai bicara langsung dipotong oleh keempat sahabatnya.
"udah nurut aja sya"sahut mereka serempak. Tasya hanya bisa pasrah.
"oh iya sya,,Lo udah tau belum siapa yg udah bikin Lo ke gini?" tanya Kifli pada Tasya, gadis itu langsung menggeleng.
"astaga gw lupa kasih tau Lo sya"ucap Puja menatap Tasya.
"emang kalian udah tau siapa yg udah bikin gw kya gini?"tanya Tasya pada mereka,, mereka semua langsung mengangguk.
"siapa?"kata Tasya menatap mereka semua.
"Nazha dkk"ucap mereka serempak, Tasya sedikit terkejut, ia tidak menyangka kalau Nazha dkk bisa melakukan hal itu padanya, ia juga bingung apa salahnya? pada mereka.
"kalian tau knpa dia ngelakuin itu ke gw?"tanya Tasya lagi, mereka menggeleng, tapi charrol langsung angkat bicara.
"karena Nazha ngga suka liat gw dekat sama Lo"kata-kata itu keluar dari mulut charrol, semua orang yg mendengarkannya pun kaget.
"tapi kan kita juga ngga terlalu dekat ka"jawab Tasya yg heran saja dengan jawaban charrol.
"iya kita emang ngga dekat, tpi Nazha berpikir kalau Lo bakalan rebut gw dari dia, padahal nih ya, gw sama dia itu ngga ada hubungan apa-apa" kata charrol menjelaskan pada Tasya, gadis itu diam sejenak memikirkan ucapan charrol tadi.
"itu karena dia merasa tersaingi oleh Tasya ka" sahut Pitra.
__ADS_1
"iya bener,, soalnya yah kalau aku jadi Kaka,, jelas milih Tasya lah" sambung Sherin lagi,
"hooh,, jelas-jelas Tasya lebih baik, cantik, beda jauh deh sama tuh Mak Lampir" sahut Puja, Tasya yg mendengar jawaban teman-temannya itu sedikit malu, dan tak berani menatap charrol.
"iya gw tau kok"ucap charrol menatap Tasya, blush pipis gadis itu langsung memerah seperti kepiting rebus, deg jantung Tasya berdegup lebih kencang.
"buahhahaha"Puja dkk tertawa terbahak bahak menatap wajah Tasya yg sangat imut karena menahan malu. Tasya langsung menatap mereka tajam, Charrol yg melihat itu pun langsung tersenyum.
"ehem ehem" suara deheman dari arah pintu, membuat mereka diam seketika dan menatap orang tersebut, dan ternyata itu ayah dan ibunya Tasya.
"eh mamah papah ayo sini mah pah, ngapain disitu" ujar Tasya menatap orang tuanya, semua orang yg tadinya tertawa langsung diam saja.
"iya sayang,, kalian bahas apa sih? kok kayaknya tadi mamah dengar suara tawa renyah banget dari dalam sini?"tanya ibunya, Tasya langsung gelagapan ingin menjawab apa untuk pertanyaan ibunya itu.
"itu Tante tadi kita bahas waktu kita kesini ngga sengaja liat orang gila joget dijalan,, makanya kita ketawa" timbrung Puja sambil sedikit cengengesan.
"hah hiyah mah,,makanya kita ketawa" sambung Tasya sambil tersenyum tipis menatap ibunya.
"ohh,,mamah kira apaan,,kamu udah makan sayang?" tanya ibunya pada Tasya, gadis itu mengangguk.
"syukur deh kalau gitu,,kamu mau harus cepat sembuh sayang"ucap ibunya sambil mengelus rambut Tasya, gadis itu tersenyum manis menatap ibunya, Charrol yg melihat itu pun langsung ikut tersenyum, entah knp hatinya merasa sejuk saat melihat senyum manis Tasya.
"oh iya Om Tante,,kami mau pamit dulu yah,,soal nya udah lama disini,,takut ganggu Tasya mau istirahat,,"ucap Afril diangguki mereka semua.
"kok buru-buru sih guys,,sini aja dulu,,gw bosan nih ngga teman"rengek Tasya pada mereka.
"emang Lo ngga capek sya,,Lo harus banyak-banyak istirahat" kata charrol menatap mata Tasya, kini mereka saling menatap, kedua orang tua Tasya yg melihat itu pun hanya tersenyum.
"ehem ehem,,udah kali pandangan nya"ucap Saka membuyarkan tatapan keduanya, mereka langsung salah tingkah, dengan jantung yg berdegup kencang.
"yaudah sya kalau gitu kita disini aja deh sampai malam,,"kata Puja menatap Tasya, gadis itu langsung tersenyum girang.
"kalian duluan aja dek ka"kata Afril menatap Charrol dkk. Sebenarnya charrol rasanya tidak mau pulang, tapi karena merasa tidak enak dengan kedua orang tua Tasya. Mereka langsung pamit pulang. Kini tinggal Afril dkk dan kedua orang tua Tasya saja didalam ruangan tersebut. Sesekali mereka bercanda dan tertawa.
dijalan
"kayanya teman kita yg kayak balok es ini udah meleleh deh" kata Saka menatap kedua sahabatnya itu.
"iya, kayanya sih gitu, Lo liat ngga tadi, dia perhatian banget sama Tasya, seumur-umur nih yah, gw baru kali ini liat Lo seperhatian itu sama cewek Char"sambung Kifli menatap Charrol, laki-laki itu langsung tersenyum.
"gw juga ngga paham guys, sama perasaan gw, yg pasti gw bahagia banget bisa dekat sama Tasya"ucap charrol dan langsung masuk kedalam mobilnya,, kedua sahabatnya itu langsung tersenyum senang melihat sahabatnya yg akhirnya bisa jatuh cinta, karena setelah sekian lamanya charrol tidak pernah menanggapi seorang cewek, dan kini mereka berdua ikut masuk mobil.
"Namanya *juga manusia pasti akan merasakan yg namanya jatuh cinta, meski ngga tau kapan waktunya itu tiba,"
__ADS_1
@Pitaky_14😙*