
Hari ini mereka semua memutuskan untuk menjenguk Asad setelah pulang sekolah nanti.
Dikelas
"udah 2 bulan yah Ja si Asad koma"ujar Pitra.
"iya Pit, gw bener-bener kangen sama Asad"jawab Puja sendu.
"apaan sih Lo Pit, bikin rusak mood Puja aja"kata Sherin.
",iya Pit, tuh liat si Puja langsung melow aja"sambung Tasya.
"apaan sih Lo berdua, kok malah nyalahin gw"ujar Pitra.
"ya emang salah Lo"sewot Afril.
"udah-udah guys gw ngga papa kok"ujar Puja sambil tersenyum paksa.
"sorry ya Ja kalau gw udah bikin Lo sedih"kata Pitra.
"ngga papa kok Pit, lagian gw juga ngga sedih kok"jawab Puja dengan gaya seolah-olah masih ceria.
"oh iya Sher, Lo kemaren sama Kifli kemana aja?"tanya Tasya.
"tau pacaran Mulu"sambung Pitra.
"gw...gw semalam diajak makan siang terus jalan-jalan"jawab Sherin berbohong, sebenarnya ia ikut dalam rencana Saka dan yg lain.
"oh"sahut Tasya mangut-mangut.
"gimana hubungan Lo sama ka Jona Fril?"tanya Sherin.
"ngga gimana-gimana kok, lagian kan kita ngga punya hubungan apa-apa"jawab Afril.
"iya tau tapi Lo kan dekat sama dia"kata Sherin.
"emang ka Jona belum nembak Lo apa?"tanya Puja.
"ngomong apaan sih"ujar Afril.
"aelah Lo mah Fril, ngga asik tau ngga Jujur gitu"ujar Pitra.
__ADS_1
"jujur?jujur apaan sih'kelak gadis itu.
"Jujur soal perasaan Lo"kata Sherin.
"aduh nih mereka kenapa sih, bikin gwmalu aja"batin Afril.
"lah si Oneng malah bengong lagi"ujar Tasya.
"udah ach jangan bahas gw lagi Napa"kata gadis itu.
Kini bel pulang pun sudah berbunyi, mereka semua sudah pulang kerumah masing-masing sebelum pergi ke rumah sakit.
Dirumah Afril.
"*apa gw ngajak ka Jona yah ke RS"batin Afril.
"ngga-ngga, masa iya gw harus ngajak duluan sih"batin Afril lagi.
*udah ach lebih baik gw berangkat aja"batin gadis itu, lalu siap-siap untuk berangkat ke rumah sakit*.
Kini mereka semua sudah sampai di rumah sakit, tinggal Afril dan Jona yg belum datang.
Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka, ternyata itu Afril.
"iy ngga papa"sahut Tasya.
"gw kira Lo berangkat nya sama Jona Fril"kata Saka menatap gadis itu.
"ngga"jawab gadis itu.
ceklek
suara pintu dibuka.
masuk lah dua orang manusia, yg membuat mereka sedikit heran.
deg
rasanya hati Afril sedikit memanas.
"sorry guys telat"ujar Jona.
__ADS_1
"Sans aja, kok Lo bisa sama Aulia?"tanya charrol.
"Lo udah kenal?"jawab Jona lalu bertanya.
"dia kan sepupu gw"jawab charrol.
"oh jadi pacar gw ini sepupu Lo"ujar laki-laki itu.
deg
bagaimana disambar petir rasanya hati Afril, wajah memanas, perut mual, dada nyesek saat mendengar ucapan laki-laki yang ia sukai selama ini.
"pacar?"tanya Puja.
"iya ini pacar gw"jawab Jona santai.
"gw kira ka Jona suka nya sama Afril"bisik Pitra pada Puja.
"gw juga ngga nyangka"sahut Puja sambil berbisik.
"kasian banget Afril, pasti dia sakit hati banget"batin Tasya sambil menatap wajah sahabatnya itu.
"sorry Fril, gw tau pasti hati Lo sakit banget, dan ini jg demi Lo kok Fril"batin Sherin.
"kok pada diam aja?"tanya Aulia.
"ach iya"sahut Puja.
"gw turut prihatin ya guys, sama teman kalian ini"ujar Aulia sambil menatap Asad yg terbaring lemah di hadapan mereka.
"iya makasih"ucap Puja.
"gw mau keluar sebentar"kata Afril, lalu gadis itu langsung keluar dari ruangan itu. Tasya yg paham akan keadaan sahabat nya itu pun ikut keluar.
"apa afril cemburu yah?"batin Jona yg menatap kepergian Afril.
Gadis itu langsung berlari menuju taman rumah sakit, ia terduduk lemas di bangku taman itu.
"gw ngga nyangka kalau Lo itu udh punya cewek Jon"batin Afril.
Tasya menatap sahabatnya itu dari jauh, niatnya yg ingin menghampiri Afril pun ia urungkan, karena ia ingin memberi waktu untuk Afril sendiri.
__ADS_1
"gw masih ngga percaya sama ka Jona yg udah punya pacar, karena selama ini yg gw liat kalau ka Jona itu suka sama afril"batin Tasya.