
Hari ini Puja dkk jalan-jalan di mall, karena sudah lama mereka tidak jalan bersama. Mereka benar-benar menikmati kebersamaan nya. Tiba-tiba datang 3 orang perempuan menghampiri mereka yg sedang asik bercanda, mereka adalah Nazha dkk.
"gw denger cowok cupu yg ada di sekolah kita koma loh guys"ujar Nazha tiba-tiba di dekat mereka.
"ach masa sih Zha?"tanya Vina pura-pura tidak tahu.
"iya, yg parah nya sih, ternyata si cupu itu gebetan salah satu dari cewek bar-bar di sekolahan kita guys"ujar Nazha dengan ekspresi pura-pura kaget.
"what?parah-parah gw kira seleranya tuh cewek bagusan dikit, eh tau-tau nya, si cupu aja diembat"sambung Zura.
Puja dkk sudah geram dengan Nazha dkk, namun mereka masih diam karena tak ingin membuat masalah, Nazha dkk yg melihat itu pun sedikit heran dengan kelima gadis itu yg kelihatan biasa-biasa saja saat mereka mengejek nya.
"wah gw kira mereka punya nyali buat ngelawan kita, eh nyatanya kagak ada tuh"ujar Vina menatap kelima gadis itu.
"iya Vin gw rasa nyali mereka udah ngilang tuh"sambung Zura.
"ya iya lah ngga punya nyali, cewek kaya mereka mah mana ada punya nyali"remeh Nazha, kelima gadis itu sudah tidak tahan menahan emosi nya yang memuncak.
bruk
Puja menggebrak meja yg ada di hadapannya hingga membuat semua pengunjung kaget dan termasuk Nazha dkk.
"sebenarnya gw malas ngelawan cewek-cewek kaya kalian"ujar Puja menatap tajam ke arah mereka.
"tapi karena kalian udah buat gw marah, gw ngga bakalan biarin Lo Lo dan Lo pulang ke rumah, melainkan ke rumah sakit"kata Puja dengan nada tinggi sambil menunjuk ke tiga gadis itu.
"Lo pikir gw takut"jawab Nazha.
"heh Mak Lampir ngga tau malu, Lo mau kita patahin kaki Lo"kata Sherin.
__ADS_1
"jangan kaki nya doang Sher sama Tangannya juga dong"sambung Pitra.
"mulutnya juga dong"tambah Tasya.
"iya sya, kalau mulutnya kita ancurin pasti ngga bakalan bisa ngomong ngasal lagi"Afril juga ikut melawan ketiga gadis itu.
"gw rasa Lo pada ngayal deh kalau mau patahin kaki kita segala"remeh Nazha.
"oh jadi Lo mau bukti"sahut Puja sambil melangkah mendekati Nazha dkk.
"buktiin aja kalau bisa"kata gadis itu sambil tersenyum sinis.
"oke gw buktiin nih sama Lo"kata Puja dan.
bruk bruk bruk
"bantu ngga Fril?"tanya Tasya.
"ngga usah deh sya, lagian udah keliatan banget kok kalau puja sama yg lain yg bakalan menang"jawab Afril.
"kejam juga Lo Fril sama teman"sahut Tasya sambil terkekeh pelan.
"hehe,"gadis itu hanya cengengesan.
Kini Nazha dkk sudah tepar babak belur rambut berantakan pakaian acak-acakan dan tak jauh beda dengan penampilan Puja dkk.
"ampun-ampun, udah Ja gw ngalah"ujar Vina yg sudah babak belur.
"iya Ja kita nyerah"sambung Zura.
__ADS_1
"Lo berdua apa-apaan sie"bentak Nazha yg tak mau kalah.
"kita udah kalah zha gw ngga mau kalau tambah bonyok lagi"jelas Vina.
"iya zha gw ngga mau kalau ngga pulang kerumah"sambung Zura yg mengingat ucapan Puja tadi.
"haha, cma segitu kemampuan kalian?"tanya Puja sambil tertawa mengejek.
"gw pikir yg bilang kita ngga punya nyali itu hebat, eh nyatanya sama kita bertiga aja udah ka'o"sambung Sherin.
"kita emang bonyok, tapi ngga separah kalian"kata Pitra.
"kita pergi yuk Zha"ajak Zura yg sudah tidak mau berurusan dengan kelima gadis itu.
"kalau mau pergi, pergi aja sana, gw masih belum kalah"ujar Nazha sambil berjalan mendekat ke Puja.
"biar gw yg ngadepin"kata Puja kepada Sherin dan Pitra.
"huyiach"teriak Nazha hendak menendang perut Puja, namun tendangan gadis itu bisa di hindar oleh Puja dan krek.
"aw kaki gw"ringis Nazha yg tak bisa menjaga keseimbangan nya lagi dan membuat kakinya keseleo.
"Nazha"teriak Zura dan Vina.
"kaki gw guys"kata Nazha sambil meringis.
"lebih baik kita antar Nazha kerumah sakit"ujar Tasya, tanpa berpikir panjang lagi mereka langsung membopong tubuh gadis itu menuju parkiran dan langsung melajukan mobil ke rumah sakit.
"🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏"
__ADS_1