Jodoh Kelima Gadis Hebat

Jodoh Kelima Gadis Hebat
Membuat rencana


__ADS_3

Kini mereka semua sudah sampai di rumah sakit, Nazha terus meringis kesakitan. Gadis itu langsung ditangani oleh dokter dan mereka juga diobati oleh suster-suster yg ada disitu.


"aduh dok, sakit"ringis Nazha.


"tolong tenang dulu nona"kata dokter itu.


"tenang-tenang, dokter pikir ini ngga sakit apa"ujar Nazha dengan nada tinggi, dokter itu hanya diam dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"kaki saya kenapa dok?"tanya Nazha.


"kaki anda hanya terkilir, jangan dibawa banyak bergerak dulu nona"jelas dokter itu.


"ok, terima kasih dokter"kata Nazha. Gadis itu dibantu oleh suster saat hendak keluar ruangan, saat sampai diluar Nazha langsung dibantu oleh Vina dan Zura.


"gimana kaki Lo zha?"tanya Vina.


"cma terkilir"jawab Nazha datar.


"yaudah lebih baik kita pulang"ujar Zura.


"kalian masih bisa nyetir?"tanya Tasya.


"ngga usah sok baik"ketus Nazha.


"masih bisa kok"timbal Zura lagi.


"apaan sih Lo Ra"ucap Nazha sambil menatap tajam ke arah Zura.


"gw cma jawab pertanyaan nya"jawab gadis itu polos.


"serah Lo deh"sahut Nazha.


"udah-udah lebih baik kita sekarang pulang aja"kata Vina lalu membantu Nazha berjalan.

__ADS_1


"Lo bertiga ngga kenapa-kenapa kan?"tanya Tasya.


"ngga kenapa-napa pala Lo sya, Lo ngga liat muka kita jg bonyok gini"sahut Pitra.


"hehe, ya sorry kan gw nanya"kata Tasya sambil cengengesan.


"Lo berdua mah enak cma dduk doang"sambung Sherin.


"ntar kalau kita berdua ikut, jadi ngga seimbang dong"sahut Afril.


"hooh"sambung Tasya.


sedari tadi Puja hanya diam.


"kenapa Lo Ja? kesambet"tanya Pitra membuyarkan lamunan gadis itu.


"kesambet pala Lo pe'a"jawab Puja.


"terus?"ujar Pitra.


"tuh kan ngelamun lagi"ujar Pitra.


"udah ach gw malas, gw mau jenguk Asad aja"sahut Puja lalu berjalan pergi meninggalkan mereka.


"ikut"teriak mereka berempat, lalu berlari mengejar Puja.


Ditempat lain.


"ada apa Jon? ngumpulin kita disini?'tanya charrol.


"gw mau minta tolong sama kalian"jawab Jona ragu-ragu.


"minta tolong apa?"tanya Kifli.

__ADS_1


"jadi ini, gini guys"laki-laki itu sulit untuk mengatakan nya kepada Charrol dkk.


"ngomong apaan sih Lo, ngomong aja kali"ujar Saka.


"tau, Sans aja bro"sambung kifli.


"jadi gini guys, gw mau nembak Afril tapi gw takut ditolak"ujar Jona.


"buhahahah"ketiga laki-laki itu langsung tertawa mendengar ucapan Jona.


"kenapa ketawa?"tanya Jona.


"ngga lucu aja, gw kira mau minta tolong ap, eh nyatanya masalah cewek"kata Saka.


"emang Lo ngga pernah nembak cewek sebelumnya?"tanya charrol.


"pernah kok, tapi rasanya beda waktu mau nembak Afril, gw jadi bingung gimana caranya"jelas Jona.


"gw punya ide"ujar Saka.


"paan?"sahut mereka serempak.


Lalu saka membisikkan ide nya pada ketiga laki-laki itu.


"Ngga ach gw ngga mau bikin Afril salah paham"ujar Jona yg mendengar ide konyol Saka.


"iya Ka, emang harus ke gitu caranya?"tanya charrol.


"denger yah guys, kalau kita ngga tau gimana perasaan tuh cewek sama kita, itu bakalan membuat kita ragu untuk nyatain cinta, soalnya takut bertepuk sebelah tangan"jelas Saka.


"terus?"tanya Kifli.


"terus kalau kita udah tau gimana perasaan Afril sama Lo, jadi Lo ngga perlu ragu-ragu lagi buat nembak dia Jon"jawab Saka.

__ADS_1


"iya juga sih, kan Lo takut ditolak jon"sambung Kifli, laki itu mangut-mangut mendengar penjelasan dari ide Saka.


"yaudah gw ngikut"sahut Jona.


__ADS_2