
Kini semua nya sudah berada di mall yg cukup terkenal di daerah itu. Saat mereka berjalan-jalan, tiba-tiba seorang laki-laki tak sengaja menabrak Sherin, hingga tubuh gadis itu melayang dan hampir saja terjatuh kelantai untung saja Kifli bergerak cepat hingga ia sempat menyambut tubuh gadis itu.
*Deg deg deg
jantung keduanya berdegup kencang.
"aduh knp nih jantung?"batin Sherin menatap mata Kifli.
"astaga kok gw baru sadar yah kalau Sherin ternyata cantik banget"batin Kifli*.
semua orang yg melihat nya pun hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala. karena cukup lama kedua insan itu tak kunjung sadar dari lamunannya masing-masing, Puja langsung membuyarkan lamunan kedua nya.
"wuy sampai kapan Lo berdua kayak gitu?"teriak Puja hingga membuat mereka berdua kaget dan langsung gelagapan dan salah tingkah.
"eh a.a..anu ja.."ucap Sherin terbata-bata.
"anu anu,,anu apaan sih?ngg jelas Lo?" sahut Puja memalingkan wajahnya malas.
"udah-udah,,Lo ngga papa kan Sher?"tanya Tasya, Sherin hanya menggeleng.
"yaudah yuk kita jalan lagi"ucap charrol pada mereka semua.
"gw lapar nih,,cari makan yuk?"ucap Pitra diangguki Afril dan Tasya.
"Yuk"sahut mereka serempak.
saat sampai disalah satu restoran di mall tersebut, mereka memesan makanannya masing-masing, saat asik-asik nya makan Tasya tidak sadar kalau saos tomat berada dibibir nya. Karena melihat itu, charrol refleks mengusap bibir Tasya dengan tangan nya.
Deg deg deg
Jantung Tasya berdegup kencang begitu juga dengan Charrol mata keduanya bertemu dan saling tatap, cukup lama mata mereka berpandangan, sontak Tasya langsung memalingkan wajahnya karena mulai memanas.
"em habis ini kita mau kemana lagi?"kata Tasya mengalihkan perhatian mereka semua.
"gimana kalau kita ke pantai aja?udah bosan gw disini"ucap Puja diangguki Pitra.
"ide bagus tuh,,udah lama jg gw ngga ke pantai"sambung Sherin.
"gw sih ngikut aja"ucap Kifli.
"hooh"sambung Saka.
"yaudah berangkat sekarang aja"sahut Tasya kepada mereka semua.
"eh kayanya gw ngga bisa ikut deh guys,,soalnya mami gw nyuruh pulang cepat"ucap Afril menatap mereka semua.
__ADS_1
"yah ngga asik donk Fril"rengek Pitra pada Afril.
"gimana lagi guys,,kalau gw telat sampe rumah,, bisa-bisa diamukin mami gw"jelas Afril pada mereka semua.
"yaudah deh guys,,kasian nanti Afrilnya kalau dimarahin"ucap Tasya.
"yaudah deh,,Lo hati-hati yah Fril"kata Puja pada Afril.
"iya kalian juga hati-hati yah guys,,by"ucap Afril lalu berlalu pergi.
"kalau udah selesai,,yuk kita berangkat"kata Charrol pada keempat gadis itu.
"ayo"ucap mereka serempak.
Saat diperjalanan menuju pantai mereka mengenakan 2 mobil, didalam mobil Charrol ada Tasya, Sherin dan juga Kifli. dimobil Saka ada Pitra dan juga Puja. Saat sampai di pantai keempat gadis itu langsung berlarian seperti anak kecil, ketiga laki-laki hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan keempat gadis itu.
"eh bro,,kalau Lo suka sama Tasya cepat dong tembak,,nanti kalau diambil orang nyesel Lo"kata Kifli menatap Charrol.
"emang harus ya seburu-buru itu,?"tanya Charrol dengan wajah polosnya.
"astaga Bambang makanya kalau jadi orang itu sekali-kali harus berbaur dengan yg namanya cinta,,lah elo dari dulu ngga mau ngenal yg namanya cinta"sahut Kifli pada Charrol.
"lah urusan nya mengenal cinta ma nyatain cinta itu apaan sih? "timbrung Saka yg sedikit heran dengan jawaban Kifli.
"ok saran Lo lumayan bagus,,terus knp Lo ngga nembak Sherin,,ntar nyesel Lo?"ucapan Charrol sontak membuat Kifli gelagapan.
"nah gw demen nih sama pertanyaan Lo chatmr"sambung Saka menatap Kifli.
"gw...gw bakalan secepatnya nembak Sherin"jawab Kifli dengan so tegasnya.
"hemzzz oke gw tunggu makan gratis nya"sahut Saka sambil mengangguk-angguk.
Karena sudah cukup lama berbincang-bincang, ketiga laki-laki itu langsung berjalan mendekat keempat gadis itu. Kini mereka begitu sangat dekat,, sesekali tertawa bersama,, berfoto-foto dan bermain lari-larian seperti anak kecil.
Saat dalam perjalanan pulang, tiba-tiba taksi yg dinaiki oleh Afril berhenti dijalan yg cukup sepi, Afril sedikit bingung menatap sopir taksi yg tak berbicara apapun dan menghentikan mobilnya.
"knp pak,,?"tanya Afril pada sopir taksi itu. Masih tak ada jawaban, dan tak lama kemudian datang 2 orang pria menggunakan motor berhenti tepat didepan mobil taksi itu, kedua laki-laki itu langsung mengetuk pintu mobil tersebut, sopir taksi itu pun langsung keluar dan berbicara santai kepada 2 laki-laki itu, Afril sudah merasa tidak enak, ia langsung membuka pintu mobil dan untung saja sopir tersebut tak mengunci nya, saat sudah berada diluar, Afril langsung berlari secepat mungkin. Ketiga laki-laki itu pun langsung mengejar Afril.
"berhenti kau"teriak laki-laki itu sambil mengejar Afril, Afril sudah mulai ketakutan.
"berhenti"teriak laki-laki itu. karena sudah cukup lelah Afril mulai berlari lambat dan ketiga laki-laki itu sudah mulai dekat dengan Afril. Bruk,, Afril terjatuh hingga kakinya mengeluarkan darah. ketiga laki-laki itupun langsung tersenyum menyeringai, Afril yg melihat nya pun bergidik ngeri menatap ketiga laki-laki itu.
"mau apa kalian hah?"teriak Afril, kini tubuh gadis itu sudah bergetar hebat karena takut.
"kamu tenang saja anak manis, kita cma mau kamu jadi tawanan kami, supaya mendapatkan uang banyak dari orang tua mu"ucap salah satu laki-laki itu sambil tersenyum menyeringai.
__ADS_1
"brengsek,,biadab kalian,,"teriak Afril dengan Isak tangis nya.
"diam kamu"bentak laki-laki yg menjadi sopir nya tadi, kini perasaan Afril sudah tidak tau lagi harus bagaimana, pikiran nya hanya semoga ada orang yang akan menyelamatkan nya.
"bawa dia ke mobil"ucap salah satu laki-laki itu, kini kedua laki-laki itu mendekati tubuh Afril dan langsung memegang kedua tangan gadis itu, Afril berusaha memberontak namun tenaga tidak bisa melawan tenaga kedua laki-laki itu.
Saat sudah hampir sampai di dekat mobil, tiba-tiba datang seorang laki-laki tampan yg menghentikan langkah mereka.
"lepaskan gadis itu"perintah laki-laki itu sambil melirik tangan kedua laki-laki yg memegang tangan Afril.
"Lo siapa hah? jgn ikut campur urusan kita,,kalau Lo ngga mau knp-knpa"teriak salah satu laki-laki yg memegang tangan Afril menatap laki-laki didepan nya dengan tajam.
"jangan banyak omong,,cepat lepasin tangan kalian dari pergelangan tangan gadis itu"bentak laki-laki itu yg sudah mulai geram.
"banyak omong Lo,,serang"teriak laki-laki yg menjadi sopir taksi nya Afril tadi.
Bruk bruk bruk
dengan gerakan yg sudah terlatih dan cepat, ketiga laki-laki bejat itu sudah terkapar di jalan, Afril yg melihat nya pun langsung berlari dan memeluk erat pria yg menolong nya itu, pria itu membiarkan Afril menenangkan diri nya didalam dada bidangnya, karena mulai menyadari apa yg dilakukan nya, Afril langsung melepas pelukannya dan menundukkan kepalanya karena malu.
"ma.. makasih" ucap Afril lirih dan terbata-bata.
"iya sama-sama,,oh iya,, kayanya kaki Lo luka deh,,ayo ikut gw" kata laki-laki itu langsung menarik tangan Afril tanpa mendengar jawaban gadis itu. Saat sampai didekat mobilnya, ia langsung menyuruh Afril masuk kedalam mobilnya, saat mereka sudah berada didalam mobil,, laki-laki itu langsung mengeluarkan kotak p3k, ia menyuruh Afril mengulurkan kakinya, awalnya Afril menolak tapi laki-laki itu tetap bersikukuh ingin mengobati luka di kaki gadis itu. Setelah selesai mengobati kaki Afril, laki-laki itu langsung mengantar Afril pulang. Saat sudah tiba dirumah yg cukup besar milik keluarga Afril, laki-laki itu langsung keluar dan membuka kan pintu mobil untuk Afril, sebenarnya Afril tak enak dengan perlakuan laki-laki yg baru iya kenal itu, namun apalah daya, dengan kondisi kaki nya iya hanya bisa pasrah, saat memasuki rumah Afril sedikit terkejut melihat maminya berdiri didepan mata nya.
"kenapa kamu telat? terus siapa laki-laki itu?"tanya maminya pada Afril sambil menatap laki-laki yg membopong tubuh Afril.
"tadi waktu dijalan Afril hampir diculik mi,,terus untung ada dia yg nolongin aku"jawab Afril sambil menatap maminya, sontak membuat wanita paruh baya itu terkejut.
"apa? terus gimana keadaan kamu sayang?"tanya maminya dengan wajah cemas, yg awalnya tadi memasang wajah kesal dan marah karena Afril telat sampai rumah.
"aku ngga papa kok mi,,cuman kaki aku sedikit lecet,,terus juga udah diobatin sama dia"jelas Afril sambil menunjuk laki-laki itu. Maminya Afril langsung menatap wajah laki-laki itu.
"makasih ya nak,,maaf tadi Tante marah-marah,, soalnya Tante kesel kalau Afril pulang nya telat" ucap wanita paruh baya itu menatap laki-laki itu.
"ngga papa kok Tan,,yaudah saya mau pamit pulang dulu"ucap laki-laki itu sambil menyalami tangan maminya Afril,,kini pria tersebut sudah melajukan mobilnya meninggalkan rumah Afril.
"heii ngapain bengong disitu,,ayo masuk sayang" ucap maminya yg membuyarkan lamunan Afril menatap kepergian laki-laki tersebut.
"ah iya mi ayo masuk"ucap Afril sambil berjalan pincang dan dipapah oleh maminya.
dikamar Afril
"*gw lupa tanyain nama tuh cowok,,gw penasaran deh sama dia,,eh eh kok gw malah mikirin dia sih"batin Afril sambil memandang langit-langit,,dan tak lama kemudian gadis itu tertidur lelap.
Bab ini cukup panjang yah guys😁🙏*
__ADS_1