Jodoh Kelima Gadis Hebat

Jodoh Kelima Gadis Hebat
Rencana kilfi, Saka, Puja, Pitra dan Sherin


__ADS_3

Hari ini Charrol sudah merencanakan kalau dirinya akan meminta maaf kepada Tasya, saat sampai disekolahan Charrol langsung menghampiri kedua sahabatnya, untuk meminta bantuan. Saat berada di dalam kelas, charrol langsung buka suara.


"gw mau minta tolong nih sama Lo berdua?"kata charrol sambil menatap kedua sahabatnya itu.


"yaelah char,,tinggal ngomong aja kali"sahut Kifli padanya.


"tau,,emang Lo mau minta tolong apa?"sambung Saka menatap laki-laki itu.


"gw mau Minta maaf sama Tasya,,tapi gw bingung caranya gimana?"ucap charrol sambil menatap kedua.


"hahaha Lucu banget sih Lo,, tinggal minta maaf doang,,apa susahnya sie?"ejek Saka sambil tertawa kecil.


"Lo serius char?"tanya Kifli.


"iya gw serius Kif,, makanya gw bingung gimana caranya minta maaf sama dia"ucap charrol lirih, Kifli dan Saka diam sejenak.


"ok gw punya ide,,"sahut Kifli.


"ide apaan?"tanya charrol menatap kifli, namun laki-laki itu hanya tersenyum misterius.


"Lo tenang aja char,,Ka Lo ikut gw"ucap charrol lalu melangkah pergi yg diikuti oleh Saka,, charrol hanya diam menatap kepergian kedua sahabatnya itu.


Saat sudah sampai didepan kelas kelima gadis itu Saka dan Kifli langsung masuk mendekati kelima gadis itu, Tasya yg melihat tidak ada charrol pun sedikit kecewa, rasanya otak gadis itu penuh dengan pertanyaan knp Charrol menjauh?knp Charrol berubah? knp-knpa dan knp?.


"hai Sher!!"sapa kifli.


"hai juga Kif"sahut Sherin sambil tersenyum manis.


"gw pinjam Sherin, Pitra, sama Puja boleh ngga nih?"tanya Kifli pada mereka, kelima gadis itu saling tatap.


"emangnya kenapa Kif,,kalo ada yg mau diomongin,, omongin aja disini"jawab Puja.


"ngga bisa ja,,kita cma mau ngomong sama kalian bertiga,,"sambung Saka menatap kelima gadis itu.


"yaudah sana kalian ikut mereka aj dulu,, mungkin ada yg penting"ucap Afril.


"tapi kan.."kata Sherin terpotong oleh Tasya.


"udah kita berdua nunggu kalian disini aja"potong Tasya, ketiga gadis itu langsung mengangguk.


"yaudah yuk,,pinjam mereka dulu yah"kata Saka menatap Tasya dan Afril.


"iya,,jgn diapa-apain tuh teman gw"sahut Tasya menatap kedua laki-laki itu.


"tenang kita cowok baik-baik kok,,yakan"sahut Saka cengengesan.


Kini mereka semua sudah sampai di belakang sekolah, ketiga gadis itu sedikit heran apa yg ingin disampaikan oleh kedua laki-laki itu.


"kalian mau ngomong apaan sih?"tanya Puja malas.


"iya sampe harus sembunyi-sembunyi gini"sambung Sherin.


"gw sama saka mau ngerencanain...."Kifli mulai memberitahukan idenya kepada mereka, ketiga gadis itu mendengar nya dengan seksama, setelah selesai Kifli langsung bertanya kepada mereka.


"gimana kalian setuju ngga sama ide gw"tanya Kifli pada ketiga gadis itu.


"gw sih setuju,,tapi gimana caranya kita bawa Tasya?"ucap Pitra menatap mereka semua.


"hemzz"mereka semua memikirkan cara membawa Tasya pergi ke danau tersebut, dan timbul lah ide konyol di otak Puja.


"gw tau caranya"sahut Puja sambil tersenyum misterius, hingga membuat mereka semua penasaran.


"gimana ja?"tanya Sherin menatap Puja.


"kita bawa aja nanti malam Tasya jalan ke pasar malam,,terus saat dijalan kalian telpon gw pura-pura bilang kalau charrol dihajar preman di dekat danau itu,,gw yakin pasti Tasya bakalan panik dan bakalan pergi ke danau itu.."jelas Puja pada mereka.


"ngga berlebihan apa ide Lo ja?"tanya Sherin.

__ADS_1


"iya ja,,gimana kalau Tasya marah sama kita?"sambung Pitra.


"gw rasa sih idenya Puja bagus juga,,"sahut Saka.


"iya jadi kita bisa tahu kalau Tasya itu benar-benar cinta sama charrol"sambung Kifli.


"kalian tenang aja,, Tasya ngga bakalan marah kok,,"jawab Puja.


"ok semuanya deal yah,,ntar pulang sekolah kita jemput,,"sahut Kifli, ketiga gadis itu langsung mengangguk dan berjalan menuju kelas nya lagi.


Saat diperjalanan menuju kelas Puja melihat Asad duduk sendirian dibawah pohon beringin yg berada tak jauh dari belakang sekolah.


"kalian duluan aja deh,,ada yg mau gw urus dulu"kata Puja menatap kedua sahabatnya itu.


"yaudah kita duluan yah,,Lo hati-hati"sahut Pitra.


"dan jgn lama-lama soalnya kita udah mau masuk nih, Lo sebagai ketua kelas harus bisa nyontohin yg baik sama anak-anak Lo"oceh Sherin menatap Puja.


"anak pala Lo peyang,,kan udah ada wakil,, ngapain juga ketua cape-cape"sahut Puja.


"oh iya gw lupa,,kan ada laki Lo yg ngurusin anak-anak kalian"sambung Pitra, Puja yg mendengar langsung geram ingin menendang kedua gadis itu,,namun kedua gadis itu sudah buru-buru kabur dari amukan macan betina.


"jangan lari Lo berdua"teriak Puja,,


lalu gadis itu berjalan mendekati Asad yg duduk sendirian, saat sudah dekat gadis itu langsung menyapa laki-laki itu.


"wuy conge"sapa Puja menepuk pundak laki-laki itu. Asad Langsung menoleh kesamping.


"gw punya nama kali"sahut Asad datar.


"Yee sans aja kali,,"ucap Puja cengengesan.


"ngapain Lo disini?"tanya Asad menatap Puja.


"terus Lo ngapain disini?"tanya Puja balik.


"gw nanya ngapain Lo disini,,eh malah nanya balik"kata Asad sambil mendengus kesal.


"oh"kata Asad datar, Puja hanya mengangguk. Kini keduanya hanya diam-diam saja tidak ada yg buka suara, (kaya gw kalo lagi berantem wkwkwk) karena merasa bosan Puja bertanya kepada laki-laki itu.


"kok Lo ngga mau cari teman gitu?"tanya Puja menatap Asad,,lalu laki-laki itu menarik nafasnya dalam-dalam dan mengembuskan nya dengan kasar.


"gw pengen punya temen,,tapi ngga ada yg mau temenan sama gw,,terus gw juga udah biasa kok ngga ada teman ke gini"jelas Asad lirih sambil memaksakan senyumnya, tampak dari mata laki-laki itu bahwa ada kesedihan yg begitu dalam, Puja langsung memegang pundaknya.


"Lo sekarang punya teman kok,,gw teman Lo,,dan teman-teman gw juga jadi teman Lo ok"sahut Puja sambil memegang pundaknya dan menatap matanya.


"makasih udah mau temenan sama gw,,tpi gw cma ngga mau berharap kalau teman-teman Lo jg mau temanan sama gw"ucap Asad menatap Puja.


"Lo dengerin baik-baik,, teman-teman gw itu semuanya pada baik kok,,jadi Lo tenang aja mereka bakalan mau kok temenan sama Lo." kata Puja.


"makasih"ucap laki-laki itu langsung memeluk Puja. Gadis itu langsung membelalakkan matanya.


Deg deg deg


jantung gadis itu langsung berdegup kencang rasanya ia tak bisa lama-lama seperti itu, bisa-bisa ia mati kehabisan oksigen karena terlalu gugup.


"eh maaf"ucap laki-laki itu.


"eh ah iya ngga papa"ucap Puja terbata-bata.


kini keduanya kelihatan canggung, karena kejadian tadi.


"yaudh gw balik dulu yah,,takut dikirain bolos,,"kata Puja menatap Asad.


"ah iya hati-hati"sahut Asad, lalu Puja melangkah pergi sambil memegang dadanya karena perasaan nya begitu tak karuan. Saat sampai dikelas Puja masih memegang dadanya, hingga membuat keempat sahabatnya menatap nya.


"Lo knp ja?"tanya Tasya.

__ADS_1


"ach ngga gw ngga papa kok,,"jawab Puja.


"terus knp Lo megang dada Lo ke gitu?"tanya Sherin menatap Puja.


"iya kaya abis tegang gitu"sambung Afril.


"gw ngga papa kok,,"kelak Puja.


"knp Lo jadi tegang gini ja,,?"sambung Pitra. Sebelum gadis itu menjawab pertanyaan sahabatnya, guru yg akan mengajarpun tiba-tiba masuk kedalam kelas, sontak membuat gadis itu sedikit lega karena bisa menghindari pertanyaan sahabatnya.


"untung nih guru tepat waktu datang nya"batin Puja sambil mengelus-elus dadanya lega.


Kini bel yg manandakan pulang pun sudah berbunyi, banyak murid-murid berhamburan menuju parkiran, saat sampai diparkiran kelima gadis itu pulang kerumah masing-masing. Saat sudah sampai rumah Puja langsung siap-siap untuk pergi ke danau yg akan mereka gunakan untuk tempat dimana charrol meminta maaf kepada Tasya. Tin tin tin suara klakson mobil didepan rumahnya Puja langsung keluar dan melihat Kedua sahabatnya dan kedua laki-laki itu. Tanpa berpikir panjang puja langsung memasuki mobil yg dipakai oleh teman-temannya, saat sampai di danau mereka semua mulai mendekor danau tersebut dan dibantu oleh beberapa orang.


"sini gw bantuin,,"ucap Kifli menatap Sherin, gadis itu hanya mengangguk sambil tersenyum.


"ehem-ehem,,niatnya bantuin apa modus nih bro?"kata Saka membuyarkan tatapan mata keduanya.


"apaan sih Lo ganggu aja,,Sono Lo jauh-jauh"sewut Kifli menatap Saka dengan kesal.


"bilang aja mau berduaan"sahut Saka lalu pergi meninggalkan kifli dan Sherin,, gadis itu yg melihat nya pun tersenyum tipis.


"mau dibantuin ngga?"tanya Saka sontak membuat Pitra terkejut dan hampir terjatuh namun Saka dengan cepat menangkap tubuh gadis itu.


Deg deg deg


Jantung keduanya berdegup lebih cepat dari biasanya, mata keduanya saling tatap, blush pipi gadis itu langsung memerah dan memanas.


"mau sampai kapan ke gitu?"tanya Puja,, membuat kedua insan yg menyalurkan perasaannya kaget, dan salah tingkah.


"maaf"kata Saka.


"eh iya ngga papa"sahut Pitra.


"udah ach malas gw disini,,dari tadi jadi obat nyamuk Mulu deh perasaan,,ngga disini ngga disono"ucap Puja menggerutu kesal, sambil menunjuk Sherin dan Kifli lalu Pitra dan Saka.


Sudah cukup lama kini semua sudah selesai, mereka berlima juga merasa lelah karena ikut membantu orang-orang itu untuk mendekor danau tersebut.


"hufh cape banget gw"ucap Puja sambil mendudukkan bokongnya dirumputan.


"hooh,,cape banget"sambung Pitra.


"kita juga kali"sahut Saka.


"nih minum,,"kata Kifli sambil memberikan minum pada mereka semua.


"thanks"ucap mereka serempak, laki-laki itu hanya mengangguk.


Karena sudah merasa cukup lama mereka beristirahat setelah menyelesaikan tugas untuk malam ini. Kini mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing. Saat sampai dirumah Puja gadis itu langsung menuruni mobil yg dinaiki nya.


"thanks ya,,"ucap Puja.


"sans aja kali"sahut Kifli.


"knp Lo berdua ngga Bareng gw aja?"kata Puja menatap Pitra dan Sherin.


"gimana pakaian kita?"tanya Pitra.


"pake baju gw aja kali"sahut Puja.


"yaudah dari pada cape-cape pulang kerumah lagi baik kita dirumah Puja"sambung Sherin


"yaudah yuk"sahut Pitra lalu keluar dari mobil kifli.


"yaudah deh nanti malam siap-siap yah,,gw duluan"ucap Kifli lalu melajukan mobilnya.


"yaudah yuk masuk"kata Puja.

__ADS_1


"kuylah"sahut mereka serempak.


πŸ™πŸ™πŸΌπŸ™πŸ™πŸΌ


__ADS_2