
Hari sudah sore semua persiapan untuk acara malam ini sudah selesai, charrol dkk izin pamit untuk pulang kerumah dulu, sekarang hanya tersisa Puja dkk dikamar Tasya.
"eh guys kita pulang yuk,, siap-siap"ujar Afril.
"yuk, udah lengket badan gw"kata Puja.
"hooh, apa lagi habis belanja"sahut Sherin.
"yaudah yuk, pulang" ujar Pitra.
"eh eh guys ngapain pulang, disini aja"ujar Tasya menatap keempat sahabatnya itu.
"tapi kita ngga bawa baju ganti sya"sahut Afril.
"pakai baju gw aja"kata Tasya.
"jangan deh sya, ngga enak"ujar Puja.
"aduh kaya sama siapa aja, lagian kalau kalian pinjam pakaian gw juga ngga bakalan buat gw kekurangan pakaian"ucap Tasya.
"wihh jiwa sombong nya bangkit guys"sahut Sherin.
"Sultan mah bebas"sambung Puja.
"yaudah deh, tapi gw mau ngabarin nyokap bokap gw dulu deh Kya nya"ujar Afril.
"iya gw juga"sambung Pitra diangguki kedua gadis itu.
Setelah selesai mengabari ortu masing-masing, lalu keempat gadis itu membersihkan tubuhnya yg berasa lengket. Setelah selesai bersih-bersih dan memakai pakaian yang rapi. Kelima gadis itu langsung duduk di ranjang besar milik Tasya.
"oh iya sya, tadi charrol udah nembak Lo?"tanya Puja.
"belum"sahut Tasya.
"what?gw kira kalian udah jadian sya"pekik Pitra.
"Sans aja kali Pit"ujar Sherin.
"lah terus tadi ngomong apa aja?"tanya Afril.
"tadi dia cma jelasin semua, terus.."kata Tasya, menggantungkan kalimatnya.
"terus apa sya?"tanya Puja penasaran.
"cepat sya ngomong"sambung Pitra.
"terus tadi dia mau ngomong serius sama gw, tapi ngga jadi, gara-gara kalian masuk kamar"ujar Tasya.
"hehe jadi kita ganggu dong tadinya"kata Pitra Cengengesan.
"sorry ya sya, kita ngga tau kalau charrol mau ngomong serius sama Lo"kata Afril merasa bersalah.
"Sans aja kali guys, gw juga ngga tau dia mau ngomong apa"ujar Tasya.
"mungkin aja charrol mau nembak Lo tadi sya"ujar Sherin, gadis itu hanya mengangkat bahu nya tanda tidak tahu apa-apa.
"apa mungkin charrol mau nembak gw?"batin Tasya.
"oh iya guys, nanti kan kita ganjil 4 cowok terus 5 cewek"ujar Pitra menatap keempat sahabatnya.
"pasti gw yg jadi obat nyamuk"sahut Afril.
"iya ya guys, gimana ya caranya supaya ngga ganjil"ujar Tasya.
"gw tau"sahut Sherin.
"gimana?siapa?"sahut mereka serempak.
"bawa ka Jona"ucap Sherin menatap keempat sahabatnya itu.
"gw setuju"sahut ketiga gadis itu kompak.
"kenapa harus ka Jona?"tanya Afril menatap mereka.
__ADS_1
"ya karena Lo suka sama ka Jona"sahut Tasya dan Sherin serempak, blush pipi gadis itu langsung memerah.
"ngga gw ngga suka sama ka Jona"bantah Afril.
"kalau suka ya bilang aja kali Fril"sahut Pitra menggoda Afril.
"iya Fril, ngga usah malu kali sama kita-kita"sambung Sherin.
"serah kalian deh"ujar Afril, keempat sahabatnya hanya tertawa melihat tingkah Afril yg malu-malu.
"yaudah Fril sekarang Lo telpon ka Jona"ujar Puja sontak membuat gadis itu membelalakkan matanya.
"kok gw?"pekik Afril sambil menunjuk dirinya.
"ya karena Lo yg punya kontak ka Jona"sahut mereka serempak.
"tapi gw malu guys"ujar Afril.
"ngapain malu sih Fril, sini gw yg telpn tapi Lo yg bicara"kata Pitra merampas ponsel Afril lalu menghubungi no Jona, diseberang telepon.
*Tot tot tot
ponsel Jona berdering.
"Afril nelpon gw, ngga salah kan nih"batin Jona sambil tersenyum senang*.
"iya halo Fril"ujar Jona dari seberang telepon.
"udah diangkat guys, sekarang Lo ngomong Fril"ujar Pitra berbisik lalu memberikan ponsel itu pada Afril.
"halo Fril Lo ngga papa kan?"ujar Jona dari seberang telepon.
"ah eh gw ngga papa ka"sahut Afril terbata-bata.
"syukur deh gw kira Lo kenapa-kenapa lagi"kata Jona.
"gw ngga papa kok ka"ujar Afril.
"i.ini ka, g..gw ma.mau, nga.ngajak Kaka ikut acara BBQ nanti malam"kata Afril yg sangat gugup.
"ini Afril serius mau ngajak gw"batin Jona.
"kalau ngga mau ngga papa kok ka"ujar Afril cepat.
"gw mau Fril, Lo kirim aja alamat nya"sahut Jona, ada rasa bahagia dihari Afril mendengar kalau Jona mau ikut di acara nanti malam.
"cieee cieee nanti malam ngga jadi obat nyamuk"ejek Pitra.
"apaan sih Lo"sahut Afril malu-malu.
"buhahahah"sontak membuat mereka semua tertawa.
Jam sudah menunjukkan pukul 18.35 kelima gadis itu sedang makan malam bersama, tidak ada yg berani mengeluarkan suara saat memakan makanan nya hanya suara dentingan sendok dan garpu yg terdengar. Setelah selesai memakan makanan nya kelima gadis itu langsung duduk di sofa ruang tengah menunggu kedatangan charrol dkk. Tak lama kemudian terdengar suara bel, Tasya langsung menyuruh ART untuk membuka pintu rumah nya. Tak lama kemudian charrol dkk masuk dan menghampiri mereka semua.
"hai guys sorry telat"ujar Kifli.
"Sans aja, lagian masih ada yg belum datang"kata Sherin.
"siapa?"tanya keempat laki-laki itu serempak.
"gebetan Afril"ucap keempat gadis itu serempak, blush pipi Afril langsung memerah.
"apaan sih, orang cma teman jg"kelak Afril.
"iya teman tapi demen"ejek Pitra, membuat mereka terkekeh, gadis itu hanya bisa mencemberutkan bibirnya. Dan tak lama kemudian terdengar suara bel.
"bie bukain pintu"teriak Tasya.
"baik non"sahut bibie itu sambil berlari menuju pintu rumah.
ceklek
"temannya non Tasya ya den?"tanya ART itu.
__ADS_1
"iya Bie"sahut Jona.
"yaudah den silahkan masuk, non Tasya sama teman-temannya udah nunggu diruang tengah"ujar ART itu, Jona hanya mengangguk pelan. Saat sampai ruang tengah, semua orang menoleh ke arah Jona.
"hai, sorry telat"sapa Jona sambil tersenyum.
"ngga papa kok ka, Sans aja"kata Tasya.
"yaudah yuk, karena semua nya udah ngumpul, kita langsung aja ke kebelakang"sahut Puja.
"let's go"ujar mereka serempak sambil terkekeh.
Saat sudah sampai di taman belakang rumah Tasya, mereka langsung bagi-bagi tugas. Sherin, kifli, Pitra dan Saka khusus bakar-bakar. Tasya dan Charrol menyiapkan karpet tempat mereka duduk. Puja, Asad, Afril dan Jona menyiapkan minum.
"bakar yg benar dong Kif, tuh liat ampir gosong"ujar Sherin menunjuk daging yg dibakar oleh kifli.
"eh eh, sorry Sher gw ngga fokus"kata Kifli.
"ngga fokus mikirin apa sih Kif?"tanya Sherin.
"mikirin Lo Sher"sahut Kifli cepat, blush pipi gadis itu langsung memerah.
"ngaco Lo Kif"ujar Sherin, kifli hanya diam saja.
"Pit lo tau ngga mandi mandi apa yg belum bisa gw wujudkan?"ujar Saka menatap Pitra.
"mandi apa ka?kagak tau gw"sahut Pitra.
"mandirikan rumah tangga sama Lo Pit"kata Saka, blush pipi gadis itu langsung memerah.
"apaan sih, garing tau ngga"sahut Pitra malu-malu. Saka hanya cengengesan mendengar perkataan Pitra.
."Lo duduk aja sya, Lo kan habis sakit"ujar charrol menatap Tasya.
"gw udah sembuh kok char, jadi ngga papa"kata Tasya.
"sekali-kali nurut kali sya,"ujar charrol langsung menarik tangan Tasya, hingga gadis itu terduduk disebelah charrol, mata keduanya bertemu.
"ehem-ehem"suara deheman dari papanya Tasya membuat kedua nya terkejut dan salah tingkah.
"eh papah"ujar Tasya menatap papa nya.
"papah cma mau bilang, kalau papah sama mamah mau keluar sebentar"kata papanya menatap wajah cantik Putri nya.
"mau kemana Pah?"tanya Tasya.
"mau ketemuan sama teman lamanya mamah mu"sahut papanya.
"oh iya pah, hati-hati dijalan"ujar Tasya.
"iya, kamu juga baik-baik dirumah ya sayang"ujar papa nya lalu pergi meninggalkan mereka semua.
"berat ya?"tanya Jona pada Afril yg membawa nampan berisi minuman.
"ngga"ujar Afril.
"sini biar gw yg bawa"kata Jona.
"ngga usah ka, biar gw aja"sahut Afril, namun laki-laki itu tidak menghiraukan ucapan, dan langsung mengambil alih nampan yg ada ditangan Afril.
"eh Sad, gimana teman-teman gw baik kan?"ujar Puja.
"iya ja, Lo benar teman-teman Lo baik semua"sahut Asad sambil tersenyum senang.
"syukur deh, sekarang Lo ngga boleh ngerasa kesepian lagi"kata Puja.
"iya ja makasih"lirih Asad langsung memeluk Puja.
Deg deg deg
jantung keduanya berdegup lebih cepat, ada rasa nyaman saat berada di pelukan, saling membalas pelukan tersebut, sampai kedua nya merasa puas.
"mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan 🙏🙏"
__ADS_1