
Setelah menyelesaikan hukuman kelima gadis itu langsung menuju kantin, setelah selesai memesan makanan mereka langsung duduk di meja kosong.
"cape juga yah",ujar Pitra sambil ngos-ngosan.
"iya cape banget"sahut Sherin.
"sorry ya guys, gara-gara gw kalian jadi harus kena hukum jg"ujar Puja merasa bersalah.
"santai aja kali Ja, selama ada kita Lo ngga akan menghadapi masalah sendirian"kata Tasya menatap gadis itu.
"iya ja, kita bakalan selalu ada buat lo"sambung Puja.
"thanks ya guys"ujar Puja, mereka semua hanya mengangguk, lalu pesanan mereka datang. Saat asik-asik nya makan charrol dkk datang dan duduk di sebelah pacar masing-masing.
"gw kira Lo ngg sekolah Ja"ujar Saka.
"hooh,"sambung kifli.
"tadinya sih gw emang mau nya izin, tapi Asad kekeh nyuruh gw sekolah"jelas Puja.
"ohhh"sahut mereka bersamaan.
"minta dong beb"ujar Saka pada Pitra.
"beli lah kalo mau"sahut Pitra.
"tapi aku mau nya satu mangkok sama kamu"ujar Saka dengan manja nya.
"yaudah deh sini aku suapin"kata Pitra sambil menyodorkan sendok pada saka tentu saja laki-laki itu tak menolak.
"ehem-ehem, ingat tempat kali"dehem Afril.
"bilang aja Lo iri"sahut Pitra.
"ngapain juga gw iri sama Lo"balas Afril.
"udah ach Fril, kita yg jomblo diam aja"lerai Puja.
"Lo habis pulang sekolah mau kemana Ja"tanya Tasya.
"kayanya pulang kerumah dulu, abis itu ke RS, kenapa emangnya sya?"jawab Puja, lalu bertanya.
"oh ngga kok cma pengen nanya aja"jawab Tasya.
"gimana kalau abis pulang sekolah kita ke RS?"tanya charrol.
"Ayuk"sahut mereka serempak.
"nanti biar aku yg jemput"bisik charrol pada Tasya, hingga membuat gadis itu bergidik merasakan hembusan nafas laki-laki itu.
"iya"ujar Tasya dengan wajah memerah.
"kamu biar aku yg jemput yah beb"ujar Saka.
"oke beb"sahut Pitra.
"Sher nanti Lo berangkat nya sama gw yah"ujar Kifli.
"oke"sahut gadis itu.
"yaudah deh guys nanti kita ketemu nya dirumah sakit aja ya"kata Puja menatap mereka semua.
"oke" sahut mereka serempak.
Kini mereka semua sudah pulang kerumah masing-masing, Puja setelah sampai rumah langsung bersih-bersih lalu berangkat lagi ke RS, karena dia anak tunggal terus kedua orang tuanya sibuk kerja diluar negeri, jadi ia bebas keluar rumah tanpa minta izin.
dirumah Tasya gadis itu menunggu jemputan dari kekasih nya tak lama kemudian terdengar suara bel, ia langsung turun dan berjalan menghampiri charrol.
"maaf telat tadi macet"ujar charrol.
"ngga papa kok yuk berangkat"kata gadis itu.
__ADS_1
"ngga izin dulu?"tanya charrol.
"mamah sama papah lagi keluar kota"ujar Tasya.
"oh"sahut Charrol.
"yaudh yuk berangkat"sahut Tasya, lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.
ditempat Pitra.
"udah siap beb?"tanya Saka.
"udah beb"sahut Pitra.
"yaudah yuk berangkat"kata Saka.
*yuk"ujar gadis itu lalu memasuki mobil sport milik saka.
"ditempat Sherin gadis itu sedang menunggu kedatangan Kifli, dan tak lama kemudian terdengar suara klakson mobil, ia langsung berjalan menuju luar dan melihat mobil sport milik kifli sudah terparkir.
"maaf yah lama, tadi ada urusan mendadak"ujar Kifli.
"iya ngga papa, yaudah yuk berangkat"sahut Sherin.
"yuk"balas laki-laki itu, dan langsung melajukan mobilnya.
ditempat Afril, gadis itu sedang duduk didepan meja rias. Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel nya, lalu ia berjalan mendekati benda pipih itu dan mengambil nya. Betapa terkejutnya ia saat melihat siapa yg menelpon nya.
"ini ngga mimpi kan?"batin Afril sambil mencubit pipinya, dan terasa sakit lalu gadis itu langsung mengangkat telepon itu.
"Hay Fril udah lama ngga ketemu, Lo apa kabar?"ujar orang yang ada di seberang telepon.
"ah iya, gw baik kok ka"sahut Afril.
"syukur deh, Lo sibuk ngga?"tanya Jona.
"emang nya kenapa ka?"jawab Afril lalu bertanya.
"maaf ka, kayanya gw ngga bisa deh, soalnya gw mau ke RS"ujar Afril.
"Lo mau apa ke RS?Lo sakit?"tanya Jona.
"gw mau jengukin temen ka dan gw ngga papa"jelas Afril.
"syukur deh gw kira Lo kenapa-kenapa lagi"ujar laki-laki itu.
"yaudah deh ka aku mau berangkat dulu"ucap Afril sambil ingin memutuskan sambungan telepon nya.
"tunggu-tunggu, Fril gw boleh ikut Lo ngga?"tanya Jona.
"hemz gimana ya ka?"ucap Afril ragu-ragu.
"tapi kalau ngga boleh sih ngga papa"kata Jona.
"boleh kok ka"sahut Afril.
"yaudah biar gw yg jemput Lo, Lo tinggal Sherlock alamat nya sama gw"ucap Jona.
"tapi ka.."sebelum Afril menyelesaikan ucapannya, sambungan telepon sudah terputus, senyuman mengembangkan diwajah gadis itu.
Dirumah sakit, Puja sudah sampai di sana gadis itu langsung menuju ke ruang rawat Asad. Saat sampai di depan ruang rawat Asad gadis itu langsung masuk.
"sorry ya lama"ujar Puja sambil tersenyum.
"ngga papa"balas Asad dengan senyum nya.
Tak lama kemudian Tasya dan lainnya sudah sampai.
"sorry telat"ujar Tasya.
"gw juga baru nyampe"sahut Puja.
__ADS_1
"gimana Sad?"tanya charrol.
"udah mendingan kok"jawab laki-laki itu.
"syukur deh"sahut Charrol.
"Asad nya udah makan ja?"tanya Sherin.
"katanya udah"sahut Puja.
"eh eh Afril mana?"tanya Pitra.
"kejebak macet kali"sahut Puja.
"bisa jadi sih"sambung Sherin.
"gw disini"ujar Afril dari arah pintu dan masuk bersama laki-laki.
"ciee-ciee,,, gara-gara iri tadi siang, si Afril langsung bawa laki"ejek Pitra membuat wajah gadis itu memerah.
"apaan sih Lo ngga jelas tau"sahut Afril.
"kok Lo bisa sama ka Jona Fril?"tanya Tasya.
"eh ini tadi itu"ucapan Afril langsung dipotong oleh Jona.
"tadi itu gw mau ngajak Afril makan, tapi dia bilang kalau dia mau jengukin temannya yang sakit, dan terus gw mau ikut sama dia"jelas Jona membuat mereka mangut-mangut mengerti.
Karena asik mengobrol, tiba-tiba Asad merasa kalau kepalanya sakit laki-laki itu langsung memegang kepalanya dan merintih, membuat semua orang kaget.
"Lo kenapa Sad?"tanya Puja panik.
"ke.. kepala gw Ja sa..kit"ringis laki-laki itu.
"cepat panggil dokter" teriak Puja dengan paniknya.
"Sad sad Lo harus tenang Lo harus bisa nahan rasa sakitnya"ujar Puja sambil berkaca-kaca.
"sakit ja"ringis laki-laki itu, membuat semua orang prihatin.
"kenapa ini?"tanya dokter yg baru saja sampai.
"begini dokter tiba-tiba pasien merasa kalau kepalanya terasa sakit" jelas Tasya.
"yasudah kalian semuanya boleh keluar,ujar dokter itu.
"tapi saya mau disini dok"lirih Puja.
"maaf mba, mba harus keluar"ujar suster disitu.
"udah ja ayo kita keluar"kata Tasya langsung merangkul Puja untuk keluar.
Mereka semua tegang menunggu dokter yang menangani Asad keluar, sudah hampir setengah jam dokter itu menangani Asad namun belum keluar-keluar juga. Hingga membuat mereka semua tambah khawatir, tak lama kemudian dokter dan suster itu pun keluar.
"gimana dok keadaan teman saya?"tanya Puja.
"seperti nya kita harus cepat bertindak sebelum pasien kenapa-napa"jelas dokter itu.
"Ja cepat ambil keputusan"sahut Charrol.
gadis itu terdiam sejenak.
"apa yg harus gw lakuin Sad, apa?"batin Puja.
"bagaimana mba?"tanya suster itu.
"lakukan yg terbaik"spontan Puja.
"kami akan melakukan yg terbaik untuk pasien, sebelumnya kami akan merekomendasikan terlebih dahulu pada dokter lainnya"ujar dokter itu, lalu berjalan pergi meninggalkan Puja dkk.
"*apapun keputusan yang gw ambil, gw cma mau yg terbaik buat Lo Sad"batin Puja.
__ADS_1
"🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏*"