
Pagi yg cerah membuat laki-laki yang terbaring di atas ranjang rumah sakit itu mengerjab-ngerjabkan matanya, ia merasa tangan kanannya terasa berat lalu ia menoleh ke arah tangannya itu. Lengkungan bibir yg membuat senyuman manis, ia mengusap-ucap pucuk kepala gadis itu.
"Lo emang yg terbaik ja, gw beruntung udah bisa kenal sama lo, tapi gw ngga bisa nemenin Lo lama-lama ja"batin Asad.
Mata laki-laki itu berkaca-kaca, gadis itu terbangun karena ia merasa ada yg mengusap rambutnya.
"maaf ja gara-gara gw Lo jadi kebangun"ujar Asad.
"ngga papa Sans aja kali"sahut Puja sambil tersenyum.
"Lo ngga sekolah Ja?"tanya Asad.
"gw izin aja, gw mau jagain Lo"ujar gadis itu.
"Lo sekolah aja ja, kan masih ada suster disini"ucap Asad.
"tapi gw mau jaga..."Asad Langsung membekap mulut Puja.
"Lo harus sekolah, nanti kalau ngga sekolah Lo jadi banyak ketinggalan pelajaran"jelas laki-laki itu sambil menatap kedua mata Puja.
"iya-iya bawel"ujar Puja,ia langsungmengambil ponselnya untuk menghubungi sopirnya membawakan makanan dan pakaian untuknya. tak lama kemudian sopir pribadi milik nya itu sudah sampai dirumah sakit, lalu gadis itu langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah siap dengan seragam nya Puja langsung keluar dan mendekati Asad.
"sebelum gw berangkat gw mau nyiapin Lo dulu"ujar Puja.
"ngga usah ja nanti Lo telat, lebih baik Lo aja deh yg makan"ujar Asad.
"ngga kok, gw bisa makan nanti dijalan"kekeh Puja, sambil meraih Bangkok yg berisi bubur.
"sekarang aaa"ujar gadis itu, tak menunggu lama Asad Langsung membuka mulutnya.
"Lo harus makan yg banyak supaya Lo cepat sembuh"oceh Puja, laki-laki itu hanya tersenyum mendengar ocehan gadis yg ada dihadapan nya.
"aaaa"ujar Puja namun laki-laki itu malah menggeleng.
"ayo makan"kekeh Puja.
"gw udah kenyang Ja"sahut Asad.
"tinggal dikit Lo Sad"kata gadis itu.
"Ja gw boleh tanya ngga?"ujar Asad menatap mata gadis itu dengan serius.
"nanya apa?"tanya Puja.
__ADS_1
"kenapa Lo seperhatian ini sama gw?"kata-kata Asad membuat Puja terdiam ia harus menjawab apa, ia malu jika harus mengungkap perasaan nya.
"ya..ya karena Lo teman gw lah"sahut Puja.
"cma karena itu?"tanya Asad.
"iyalah Lo pikir gw kenapa?"sahut Puja sambil mengubah-ubah pandangan nya.
"ngga, gw cma pengen tau kok"lirih Asad.
"yaudah gw berangkat dulu takut telat,,by"ujar Puja langsung beranjak pergi, laki-laki itu hanya menatap punggung Puja yg menghilang dibalik pintu.
"*gw pikir karena Lo suka sama gw Ja"batin Asad sedikit Kecewa dengan jawaban Puja.
"gw kegini karena gw sayang sama Lo Sad, gw takut kehilangan Lo, kok Lo ngga peka sih"batin Puja sambil menatap jendela mobil yg melaju*.
disekolah
"gw baru kali ini ngeliat puja seperhatian itu sama cowok"ujar Pitra.
"iya Pit, kita emang tau selama ini Puja emang suka godain adkel, tapi dia ngga pernah seserius ini"sambung Sherin.
"gw kasian liat Puja malam tadi waktu charrol bilang dia punya dua pilihan"kata Tasya.
"iya guys gw liat Puja terpukul banget"sambung Afril.
"kayanya ngga deh"sahut Kifli.
"gimana yah kalau Asad kenapa-napa"kata Pitra.
"huss kalau ngomong disaring dulu"Ujar Sherin.
"tapikan dia udah masuk stadium akhir guys"jelas Pitra.
"berpikir positif aja Pit"kata Tasya.
"tapi apa yg dibilang Pitra ada benarnya deh guys, gw ngga tau gimana reaksi Puja kalau Asad kenapa-napa"ucap Saka membenarkan ucapan kekasih nya.
"kalian tenang dulu guys, kita kan udah punya kemungkinan untuk menyembuhkan Asad, dan itu tergantung Puja"jelas Charrol.
"iya bener guys, kita hanya bisa berdoa untuk keselamatan Asad"sambung Tasya, mereka semua mengangguk.
Pukul 07.40 lima menit lagi pelajaran pertama akan dimulai tapi gadis itu belum sampai di sekolahan.
__ADS_1
"aduh tinggal 5 menit lagi"gerutu Puja karena kejebak macet.
"pak, masih lama ngga nih?"tanya Puja pada sopir nya.
"kayanya lama non, soalnya didepan ada mobil mogok"jelas sopir itu.
"yaudah pak biar saya jalan kaki aja"ujar Puja.
"tapi non.."sahut sopir itu, namun gadis itu sudah keluar mobil dan berlari dijalan melewati mobil-mobil yg ada didepan nya, Puja sudah hampir sampai di sekolahan nya namun karena kelelahan gadis itu terengah-engah dan ngos-ngosan ia berhenti sejenak setelah merasa lebih baik, Gadis itu pun langsung berlari lagi saat sampai di depan gerbang sekolah ternyata sudah tertutup. Ia pun tak kehabisan akal lalu berlari menuju pagar dan langsung memanjatnya setelah berhasil melewati pagar, ia langsung berlari menuju kelas. Saat sampai di kelas ternyata sudah ada guru yang mengajar.
tok tok tok
"maaf Bu saya telat"ujar gadis itu sambil menunduk.
"sudah jam berapa ini Puja?"tanya guru itu.
"maaf Bu tadi sa..."belum selesai ucapan nya sudah dipotong oleh guru itu.
"cepat pergi ke toilet dan bersihkan"perintah guru itu.
"tapi Bu"ujar Puja.
"cepat laksanakan!"ucap guru itu dengan nada tinggi, Puja sangat kesal dengan guru itu namun masih ia tahan, karena ia tidak mau membuat masalah lagi, Saat ia hendak melangkah pergi keempat sahabatnya langsung angkat bicara.
"hey Bu Puja kan pasti punya alasan kenapa dia telat"ujar Tasya.
"iya Bu, seharusnya ibu itu dengar dulu apa alasannya"sambung Sherin.
"lagian Puja cma telat 10 menit"kata Afril.
"kejam benar Lo Bu"sahut Pitra.
"diam kalian, atau kalian semua saya hukum"bentak ibu neni guru MTK.
"hukum aja"
"terserah"
"ngga takut"
"dan ngga peduli" sahut mereka hingga membuat guru itu geram.
"keluar kalian berempat dan ikut sama Puja untuk bersihin toilet"teriak ibu neni. Dengan santai nya kelima gadis itu berjalan keluar kelas dan mendekat ke arah Puja. Semua murid lain hanya melongo reaksi keempat gadis itu setelah dihukum.
__ADS_1
"wahhh keren kalian memang yg terbaik"ujar Puja sambil tersenyum.
"ya iya lah, satu dihukum semua harus dihukum"sahut mereka serempak, lalu berjalan menuju toilet.