
Hari ini adalah hari yg ditunggu-tunggu oleh kelima gadis itu, dimana hari ini adalah hari kelulusan mereka dan menentukan hasil UN yg telah mereka lalui selama ini.
Kini ke tiga gadis itu sedang berdiri di depan gerbang sekolah sedang menunggu kedatangan ke dua sahabatnya yg belum datang itu.
"aduh nih si Pitra Ama Puja mana sih,, tumben-tumbenan bisa telat gini,, gw kan ngga sabar mau liat hasil UN gw" ucap Sherin yg mulai kesal menunggu kedatangan kedua sahabatnya itu.
"iya yah tumben banget nih mereka berdua,, biasa kan mereka berdua yg paling cepat datang nya" sahut Tasya
"hemzz,,,sabar dulu deh guys mungkin aja mereka kejebak macet,," jawab Afril sambil menatap kedua sahabatnya itu.
"iya jg sih" sahut Sherin diangguki Tasya.
Karena 10 menit lagi gerbang sekolah akan ditutup, ketiga gadis ini mulai panik dan cemas dengan kedua sahabatnya itu.
"yaudah yuk masuk duluan aja,, udah cape gw dari tadi berdiri nunggu disini" ucap Afril yg diangguki Sherin.
"nunggu 5 menit aja lagi deh guys,, kok gw jdi khawatir gini yah" sahut Tasya yg mulai cemas dengan keadaan kedua sahabatnya itu, karena tidak biasanya kedua sahabatnya itu terlambat.
"Yaudah deh" jawab Sherin diangguki Afril
Lima menit sudah berlalu, karena tidak ada kemunculan dari kedua gadis itu. Kini ketika gadis ini sudah ingin memasuki kelasnya, tiba-tiba saja suara teriakan yg mereka kenal dari arah belakang membuat mereka semua menoleh.
"Tasya,,Afril,,Sherin" teriak Pitra dari arah yg cukup jauh dari mereka bertiga yg sedang merangkul Puja yg berjalan pincang.
"eh Lo berdua dari mana aja? itu kaki Lo knp ja?" sahut Sherin yg sudah menghampiri kedua gadis itu.
"ini si pu..."belum selesai Pitra menjelaskan sudah dipotong oleh Tasya.
"udah-udah,,nanti aja kalian jelasin nya,, yg penting sekarang kita masuk soal x gerbang udh mau ditutup" ucap Tasya yg diangguki Afril.
Saat mereka sudah memasuki area Sekolah, banyak siswa-siswi yg berbondong-bondong menatap papan pengumuman yg menempel di dinding. Kini kelima gadis ini mulai mendekati papan pengumuman itu, tpi karena terlalu banyak murid yg mengerumuni papan tersebut, terpaksa kelima gadis itu harus antri.
Kini Puja yg sudah tidak tahan lagi mengantri langsung bangkit dari tempat duduknya. dan berjalan kearah gerombolan siswa yg mengerumuni papan pengumuman tersebut.
__ADS_1
"mau ngpain tuh anak?" ucap Sherin, yg hanya dibalas dgn angkatan bahu oleh ketiga sahabat nya itu.
"hai guys,,kalian ngga kasian apa sama gw yg pincang ini,,yg harus mengantri lama banget,, apa kalian mau gadis manis dan imut ke gw harus menunggu gitu? hah" ucap Puja dengan wajah memelas dan sedikit cemberut sambil menunjuk kearah kaki nya.
"yaudah demi ayang Puja yg imut ini,, Abang rela kok ngantri"
"yaudh deh Bebeb Puja duluan aja"
"Ich kita kan. udah duluan"
"udah kita ngalah aja sama Puja kalian ngga kasian apa sama kaki nya" ucap salah satu siswi tersebut.
"tuh denger apa kata Risa kalian ngga kasian ma gw" ucap Puja dgn nada lembut.
"yaudah deh kita ngalah" ucap siswa-siswi dan berlalu pergi dari papan pengumuman tersebut.
Karena melihat cara Puja yg berhasil ke empat sahabatnya itu langsung tersenyum dan mengacung kan jempol untuk Puja dari tempat duduk mereka.
"gila bisa juga tuh kecentilan Puja dipake" ucap Pitra Cengengesan.
"dari pada kita disini cma liatin Puja lebih baik kita kesana, nyamperin dia liatin hasil UN kita,, yakan" jawab Tasya diangguki Afril. Mereka semua bangkit dari duduknya, langsung menghampiri Puja.
"ehh ja bagus juga cara Lo" ucap Pitra, yg dipuji hanya tersenyum puas
"ya donk Puja" ujar nya sedikit menyombongkan dirinya. Sehingga membuat ke empat sahabatnya memalingkan wajahnya malah.
Kini mereka semua fokus melihat kertas yg menempel. Suara teriakan Sherin membuat mereka semua terkejut.
"yeee gw lulus guys" ucapnya menunjuk namanya di urutan ke 18,, dan langsung diberi selamat oleh ke empat sahabatnya.
"Yes gw juga lulus nih guys" sahut Pitra tak kalah girang nya sampai melompat-lompat seperti anak kecil yg dikasih eskrim.
"gw juga kali" ucap Puja menunjuk urutan 24 dengan santai nya.
__ADS_1
"aduh kok nama gw dari tadi ngga ada yah," ucap Tasya yg mulai khawatir.
"cari dulu baik" sya sini gw bantuin" sahut Sherin lalu mulai mencari nama Tasya
"astaga sya Lo" belum selesai Pitra mengucapkan kalimat nya langsung dipotong oleh puja.
"hah knpa? Tasya ngg lulus?astaga kan Tasya paling pintar diantara kita" ucap Puja sambil menatap Pitra dengan wajah so serius. Sampai membuat Tasya semakin cemas.
Pletak...
satu jitakan mendarat di kening gadis itu. Sehingga membuat Puja meringis kesakitan.
"aww,,Lo kebiasaan yah sher,,asal kotak aja,, sakit tau" ucap Puja sambil mengelus keningnya yg memerah akibat jitakan Sherin.
"makanya jgn asal potong omongan orang" ucap Sherin datar menatap Puja.
"udah-udah,, emang gw knp pit?" ucap Tasya menatap Pitra dgn wajah cemas.
"ini loh,,, Lo masuk 3 besar sya,, gw ngg nyangka Ama Lo,, Lo hebat banget" ucap Pitra sambil menunjuk no urut 3, sontak membuat ke tiga sahabatnya itu kaget termasuk Tasya yg tidak percaya.
"what? ini beneran gw yah?" ucap Tasya sedikit berteriak.
"astaga sya ini beneran Lo kali,, emang disekolahan kita ada yg namanya sama kaya Lo" jawab Afril sambil tersenyum.
"oh iya yah,,gw cma ngga nyangka aja guys" ucap Tasya sedikit berkaca-kaca, hingga membuat ke empat sahabatnya itu langsung memeluk nya.
"Lo pantes kali sya dapatin semua ini" ucap Afril sambil mengusap bahu Tasya,,yg diangguki ke tiga sahabatnya itu.
"eh eh,,dari tadi kita nih cma bahas Tasya,,emang Lo lulus Fril" ucap Pitra menatap Afril.
"gw lulus kok" sahut Afril menunjuk no urut 7 sambil tersenyum puas.
Karena sudah melihat hasilnya, kelima gadis ini langsung berpamitan satu sama lain. Karena ingin memberitahukan kepada keluarga masing-masing.
__ADS_1
πππππΌπππππ