
Kini Puja sudah berada di ruangan dokter itu, lalu ia dipersilahkan untuk duduk. Puja merasa ada yg tidak beres namun gadis itu masih berpikir positif.
"maaf Dok, kalau boleh tau keadaan teman saya gimana ya?"tanya Puja.
"maaf sebelumnya apakah pasien tidak pernah cerita kalau pasien memiliki penyakit?"ujar dokter itu.
"penyakit? penyakit apa maksud dokter?"tanya Puja.
"jadi pasien tidak pernah menceritakan tentang penyakitnya"ucap dokter itu.
"penyakit? penyakit apa dokter?cepat kasih tau saya"kata Puja sedikit panik.
"pasien mengalami kanker otak"ucap dokter itu, Puja langsung membelalakkan matanya, menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.
"apa Kanker dok?"lirih gadis itu.
"iya, pasien sudah masuk di stadium akhir"jelas dokter itu.
"ngga..ngga..ngga mungkin dokter,, dokter pasti salah kan?"gadis itu sudah berkaca-kaca hatinya sangat perih mendengar semua itu tubuhnya lemes.
"tapi kenapa selama ini dia kelihatan baik-baik saja dokter?"tanya Puja.
"mungkin karena efek samping dari obat yg saya kasih, namun beberapa hari ini dia sudah tidak kontrol lagi"jelas dokter itu.
"mungkin karena Asad selalu sama kami, sampai dia lupa kontrol"batin Puja.
"apa dia bisa sembuh dokter?"tanya Puja.
"karena sudah memasuki stadium akhir, sangat tipis kemungkinan untuk sembuh"jelas dokter itu.
__ADS_1
"apakah orang tuanya tahu tentang penyakitnya dokter?"ujar Puja.
"apakah pasien tidak cerita, jika orang tuanya sudah meninggal akibat kecelakaan 1 tahun lalu?"kata dokter itu menatap Puja.
"tidak dok"lirih Puja.
"teman macam apa gw, sampe ngga tau apa yg terjadi sama Lo sad?"batin Puja.
"makasih Dok kalau begitu saya permisi"lirih Puja pada dokter itu.
Saat keluar dari ruangan dokter Puja berjalan gontai di koridor rumah sakit dengan air mata yg terus mengalir di pipi mulusnya. Ia langsung berjalan mendekati teman-temannya.
"Puja, Lo kenapa nangis?"tanya Tasya.
"Ja apa yg udah terjadi?"tanya Charrol
"Puja Asad ngga papa kan?"
"ja Asad kenapa ja, kenapa?"
"jangan bikin kita panik ja"sambung Afril, gadis itu langsung menatap mereka semua.
"Asad..Asad..Asad..kena kanker otak stadium akhir guys... hiks hiks hiks"jawab Puja sambil menangis.
"apa?"ucap mereka serempak.
"Lo tenang dulu ya Ja"ucap Tasya sambil memeluk Puja.
"terus orang tuanya udah tau kan?"tanya Charrol.
__ADS_1
"dia anak yatim-piatu orang tuanya udah meninggal akibat kecelakaan 1 tahun lalu"jelas Puja. Semua orang yg mendengarkannya pun kaget dan tambah prihatin dengan keadaan Asad.
"maaf nona, pasien yang bernama Alrasyad sudah dipindahkan ke ruang rawat inap"jelas suster itu pada mereka.
"makasih sus,,apa kita boleh liat keadaan Asad?"tanya Tasya.
"boleh, asal jangan sampai mengganggu pasien beristirahat"jelas suster itu.
"kalau begitu kita permisi dulu sus,,sekali lagi makasih"ucap Tasya, lalu mereka menuju ruang rawat Asad.
Saat sampai di depan ruang rawat mereka semua masuk ke dalam, dan terlihat tubuh Asad terbaring lemah wajah babak belur akibat kejadian tadi pagi. Tangis gadis itu semakin menjadi-jadi saat melihat kondisi orang yg dia cinta terbaring lemah seperti itu, semua teman-temannya juga ikut menangis. Mereka benar-benar prihatin dengan apa yang terjadi pada Asad.
"Sad cepat sembuh"lirih Puja.
"Lo harus kuat bro"ucap Saka.
"kalian tenang aja, gw bakalan usahain yg terbaik untuk kesembuhan Asad, gw bakalan minta tolong sama bokap gw"ujar charrol.
"makasih char"lirih Puja.
"Asad juga teman kita ja, jadi masalah dia masalah kita juga"sahut Kifli.
"iya ja,, pokok nya kita bakalan usaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan nyawa Asad"sambung Tasya.
"jadi Lo harus tenang dulu Ja"kata Afril.
"iya guys"lirih Puja lalu berjalan mendekati Asad dan menduduki bokong nya dibangku lalu memegang tangan Asad.
"Lo harus sembuh, demi gw, demi teman-teman yg lain. Ingat Sad Kya sayang sama Lo"lirih Puja, semua orang yg melihat nya pun ikut larut dalam kesedihan yang dirasakan Puja.
__ADS_1
"giliran cewe bar-bar dan tomboi lagi yg galau-galau,, hhe"🙏🙏🙏