
Ceklek
suara pintu terbuka, semua orang yang berada di luar pun menoleh ke arah pintu yg terbuka. Papah dan Ayah langsung berjalan mendekati dokter tersebut.
"gimana dok, anak saya?"tanya Papa Reno.
"iya dok, gimana keadaan Putri kami"sambung ayahnya charrol.
"pasien baik-baik saja, hanya saja tadi dia kehilangan banyak darah dan untung saja kalau dirumah sakit ini masih menyimpan stok darah yg sama dengan pasien"jelas dokter pria itu, mereka semua lega dan senang.
"apa kami boleh menemui Tasya dok?"tanya Charrol.
"nanti kalau pasien sudah dipindahkan ke ruang rawat"jawab dokter itu.
"baiklah dokter, kalau begitu siapkan ruang VIP untuk anak saya, dan selalu lakukan yg terbaik"kata papa, dokter itu hanya mengangguk dan tersenyum tipis, lalu pamit dari hadapan mereka.
"Alhamdulillah"kata Puja.
"Alhamdulillah pah, Putri kita"lirih mama ulan pada suaminya.
"iya mah, papah juga senang"sahut papah sambil memeluk istrinya.
"aduh mah pah, Pitra jdi iri deh"ujar Pitra menggoda papah dan mamah.
"hooh, romantis banget"sambung Saka.
Mamah ulan jdi malu karena digoda oleh anak-anak, namun beda hal dengan papa Reno iya malah tambah memamerkan kemesraan nya.
"udah pah, mamah kan malu"ujar mamah ulan malu-malu
"ngapain malu sih sih mah"sahut suaminya.
"iya jeng ngapain malu sih"goda bunda sambil terkekeh pelan.
Mereka semua hanya asik bercanda dan saling menggoda, tiba-tiba suster datang mendekati mereka.
"pasien yang bernama Tasya sudah dipindahkan ke ruang rawat, jadi bapak, ibu dan semua nya boleh menjenguk keadaan pasien"jelas suster yg cukup muda itu.
"makasih sus, apa kami boleh masuknya barengan?"sahut Charrol lalu bertanya.
"boleh, asal jangan terlalu berisik dan mengganggu istirahat pasien"jawab suster itu.
__ADS_1
"baik suster, terimakasih"sahut Papah.
Mereka semua langsung menuju ruang rawat Tasya, saat sampai di depan pintu. Papah dan mamahnya yg terlebih dahulu memasuki ruang itu. Wanita paruh baya itu berkaca-kaca saat melihat putrinya terbaring lemah di bankar rumah sakit.
"tenang mah, Tasya ngga kenapa-kenapa"kata Papah menenangkan istrinya.
"iya pah"sahutnya pelan.
"maafin aku sya, maafin aku yg ngga guna ini"batin charrol berkaca-kaca.
"jangan nyalahin diri sendiri bro"ujar Jona pada charrol seakan tau isi hati laki-laki itu.
"emang salah gw Jon"sahut Charrol sambil menunduk.
"ini udah takdir char, jdi Lo ngga boleh nyalahin diri Lo"jelas Jona, laki-laki itu hanya diam menyimak kata-kata sahabat barunya.
"hai sya"sapa Puja pada gadis yg masih belum sadar kan diri itu.
"sya, kita ngga mau liat Lo lama-lama sakit ke gini"ujar Pitra.
"iya sya, kita ngga tega liat Lo ke gini"sambung Sherin.
"udah dong guys, jangan mewek gini"ujar Kifli.
"hooh, kan kita jadi ikut sedih"sambung Saka.
"betul kata teman-teman kalian, kita ngga boleh kelihatan sedih dihadapan Tasya. Pasti dia ngga mau kan liat sahabat-sahabatnya sedih"jelas Ayah, keempat gadis itu langsung mengangguk dan berusaha tersenyum.
"lebih baik kalian pulang saja istirahat"perintah papah Reno.
"iya anak-anak, pasti kalian cape kan"sambung mamah ulan.
"ngga kok om Tan"sahut Charrol.
"yg dibilang sama om Reno dan Tante ulan itu benar anak-anak, kalian juga butuh istirahat"kata ayah Anton.
"ngga kok om, kita ngga cape"sahut Sherin.
"iya Yah, kita mau jagain Tasya"sambung Puja.
"dan sebaiknya papah Reno sama mamah ulan aja deh yg istirahat, biar kita-kita yang jagain Tasya"ujar Afril.
__ADS_1
"nah saya setuju om, biar kita yg muda-muda aja yg jagain Tasya"sambung Saka.
"oh jadi, gara-gara kami ini tua ngga boleh jagain Tasya"kata Ayah charrol.
"eh eh, ngga gitu om maksud nya"sahut Saka sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"ih parah Lo Ka, ngeremehin orang tua"kata Kifli, menakut-nakuti laki-laki itu.
"ngga maksud gw itu..."sebelum Saka menyelesaikan penjelasan nya Papah Reno langsung memotong nya.
"ngga perlu penjelasan"sahut papah.
Saka menjadi tegang dan takut saat mendengar ucapan papah Reno, padahal niatnya baik. Tapi, malah membuat semua nya kacau. Wajah memanas keringat bercucuran, saat melihat wajah papah Reno dan ayah Anton.
"buahahaha"gelak tawa ayah dan papah pecah saat melihat wajah Saja.
"emang enak dikerjain"ujar charrol.
"haha, muka Lo kaya panci peyut Ka"ejek Kifli.
"paan sih"dengus Saka.
"udah-udah, papah juga ngapain sih goda nak saka seperti itu"kata mamah ulan memarahi suaminya.
"tau kalian itu udah tua"sambung Bunda, membuat kedua pria paruh baya itu menciut.
"pah mah, biar puja sama yg lain aja yg jagain Tasya, mamah sama papah pulang aja istirahat"kata Puja.
"iya pah mah"sambung Sherin.
"ayah sama bunda juga, lebih baik pulang duluan aja"ujar charrol menatap kedua orang tuanya.
"iya-iya kita pulang"sahut Papah Reno.
"tolong jagain Tasya yah sayang"kata mamah.
"pasti mah"sahut keempat gadis itu serempak.
"yaudah kami pulang dulu"ujar bunda, lalu melangkah pergi dan diikuti oleh ayah dan kedua orang tua Tasya.
Kini diruangan itu hanya tinggal mereka-mereka saja, setelah kepulangan para orang tua. Zefan juga pamit pulang dan tak lupa mereka mengucapkan terimakasih.
__ADS_1