
Puja langsung ke RS setelah pulang sekolah, gadis itu hanya bersih-bersih sebentar di rumah nya. Gadis itu tak mengenal lelah kalau itu berkaitan dengan Asad, sudah hampir 3 bulan ini laki-laki yg ia cintai terbaring lemah di bankar rumah sakit.
"Hay Sad"sapa Puja sambil meraih tangan laki-laki itu.
"udah hampir 3 bulan nih Lo tidur Mulu, ngga cape Sad?"tanya gadis itu, meskipun tak mendapat jawaban Puja tidak akan berhenti membawa Asad untuk berbicara.
"astaga Sad, Lo kurusan deh gw liat. Makanya gw bilang bangun ya bangun"kata Puja.
"Lo tau ngga, gw sedikit Kecewa nih sama mereka. Masa acara Afril jadian sama ka Jona gw ngga diajak, atau dikabarin gitu"cerita Puja.
"tadi, gw ditembak tau sama si Zefan. Tapi, gw tolak Sad, soalnya gw cintanya sama Lo sad hehe"ujar gadis itu terkekeh pelan.
"Lo tau ngga, gw kangen nih nolongin Lo dibully haha, asal Lo tau ya sad. Gw itu kangen berantem tau"jelas Puja.
"astaga, gw ngomong Mulu dari tadi, sampe-sampe haus gw, gw minum dulu ya"ujarnya pada laki-laki yg ada dihadapannya.
"ach segar sad"ujarnya lagi.
"sad sad, dari tadi gw ngomong mulu. Tapi, ngga ada hasil"batin Puja.
Gadis itu tak mau kelihatan sedih dihadapannya laki-laki itu, meskipun rasanya sakit menahan air mata yang terus ingin menetes. Batin yg berteriak-teriak, nyeri, nyesek. Namun gadis itu akan terus berusaha tegar padahal lemah.
__ADS_1
"Sad"lirih Puja, mata gadis itu mulai berkaca-kaca.
"maaf yah, gw ngga bisa nahan kesedihan gw lagi, gw udah pengen nangis nih"kata Puja.
"sad, gw kangen sama Lo, gw mau Lo bangun sad, hiks hiks hiks Sad"kini Puja sudah tak mampu membendung air matanya.
Gadis itu benar-benar terpuruk di dalam kondisi seperti ini, namun ia terus berusaha tegar dihadapan semua orang. Meskipun dalam hatinya menangis. Puja terus berbicara dihadapan laki-laki itu, meskipun dengan air mata yang mengalir di pipi mulusnya.
ceklek
suara pintu terbuka, gadis itu langsung menoleh dan menghapus air matanya. Dan ternyata yg datang Ayah dan bundanya charrol yg kini menjadi orang tua angkat Asad.
"wah, Puja setia banget ya yah nungguin anak kita"ujar bundanya charrol sambil tersenyum menatap gadis itu.
"ach om sama Tante bisa aja"ujar Puja malu, dan berusaha tersenyum kembali, setelah menangis tadi.
"mulai sekarang jgn panggil om sama Tante lagi Nak"ujar bundanya charrol.
"iya sayang, panggil aja ayah sama bunda"sambung ayahnya charrol.
"tapi om",ujar Puja yg masih enggan dan malu jika memanggil orang tua charrol ayah bunda.
__ADS_1
"kalau ngga, bunda sama ayah ngga restuin hubungan kamu sama Asad Lo"ancam bundanya charrol.
"haha, Tante bisa aja"sahut Puja sambil terkekeh pelan.
"udah, mulai sekarang panggil ayah bunda"ujar ayah.
"sad, Lo liat kan. Ayah sama bunda aja sayang banget sama Lo, apa Lo ngga kasian sama kita yg udah lama nungguin Lo bangun"batin Puja.
"gimana Ja, apa ada perkembangan?"tanya Ayah.
"ngga ada yah"jawab Puja sendu.
"udah ngga usah sedih sayang, bunda sama ayah bakalan usahain yg terbaik buat Asad"kata bunda, gadis itu hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
"oh iya ja, kamu udah makan belum?"tanya bunda.
"udah bunda"jawab Puja.
"bunda liat, kamu makin kurus Ja, sama kaya Asad yg sakit. Seharusnya kamu juga harus jaga kesehatan kamu"jelas bundanya charrol, yg prihatin melihat kondisi Puja
"ngga kok bund, mungkin bunda salah liat kali"kelak Puja.
__ADS_1
"yg bunda liat, sama seperti yang ayah liat Ja"kata ayah, membuat gadis itu tak bisa menjawab apa-apa lagi.
"makan ngga teratur, tidur ngga teratur, olahraga jarang akhir-akhir ini. Gimana gw ngga kurus"batin Puja.