Jodoh Kelima Gadis Hebat

Jodoh Kelima Gadis Hebat
Cari judul sendiri


__ADS_3

1 Minggu kemudian


Hari ini Tasya sudah diizinkan pulang dari rumah sakit, ia ditemani oleh semua sahabatnya dan para orang tua.


"Alhamdulillah sekarang kamu udah boleh pulang sayang"ujar mamanya.


"iya mah, Tasya udah ngga sabar"kata Tasya.


"ngga sabar ngapain Lo?"tanya Pitra.


"ngga sabar buat rebahan di kasur empuk gw"jawab Tasya.


"hadeuh, gw kira apaan"sahut Pitra.


Papah memasuki ruang rawat Tasya sambil tersenyum.


"semuanya udah selesai"kata papa sambil tersenyum.


"kalau begitu lebih baik kita pulang sekarang"ujar ayah.


"iya Ant, karena semuanya udah beres lebih baik kita berangkat sekarang"sahut papa.


Mereka semua nya pun langsung beranjak, menuju parkiran mobil. Tasya sebenarnya sudah sembuh dan tak masalah jika ia harus berjalan. Namun kekasih nya itu tak mengizinkan nya, charrol langsung menggendong tubuhnya. Tasya hanya bisa pasrah dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang laki-laki karena malu.


Kini mereka semua sudah memasuki mobil masing-masing Tasya ikut di mobil orang tuanya.


Saat sampai di rumah milik keluarga Tasya, charrol dengan sigap lagi menggendong tubuh gadis itu. Semua orang hanya bisa geleng-geleng kepala, melihat tingkah laki-laki itu yg teramat berlebihan. Charrol langsung menyenderkan rubuh gadis itu di sofa ruang tengah.


"makasih"lirih Tasya sambil tersenyum manis.


"iya"ujar charrol sambil tersenyum.


"ehem-ehem, bisa ngga sih ngga usah pamer kemesraan di sini"Kata Puja.


"hooh, dari tadi ngga mikirin perasaan kita yah kan guys"sambung Pitra.

__ADS_1


"bilang aja iri"sambar Sherin.


"banyak omong Lo berdua"kata Tasya.


"serah deh serah"sahut Puja.


"tau, kita itu...."belum Pitra menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba ponsel Puja berbunyi.


"tunggu-tunggu, ponsel gw bunyi"ujar Puja, sambil meraih ponselnya.


"siapa Ja?"tanya Afril.


"dari rumah sakit"jawab Puja.


"hah?"sahut Sherin.


"udah-udah lebih baik angkat Ja"kata Tasya. Gadis itu hanya mengangguk.


"halo"kata Puja.


"..........."


"..........."


"iya-iya sekarang saya akan kesana"kata Puja dengan wajah panik, semua orang juga ikut panik oleh gadis itu.


"kenapa nak?"tanya bunda.


"anu bund anu"jawab gadis itu yg bingung harus menjawab apa.


"anu apa ja?"tanya Charrol.


"Asad"lirih Puja.


"kenapa Asad nak?'tanya bunda ikut panik.

__ADS_1


"Asad kritis Bund"jawab Puja.


"apa?"pekik semua orang.


"lebih baik sekarang kita kerumah sakit"ujar Ayah, Puja langsung berlari meninggalkan semua dan melajukan mobilnya sendiri.


"Ja"teriak semua orang.


"sekarang kita harus susulin Puja"kata ayah.


"iya Yah"sahut Charrol, lalu ikut bangkit dari duduknya.


"aku ikut"ujar Tasya.


"ngga sya, kamu harus istirahat"cegah charrol.


"tapi aku pengen tau keadaan Asad"ujar Tasya.


"sya, charrol benar sayang. kamu kan juga baru keluar dari rumah sakit"jelas mamanya, gadis itu mendengus kesal namun hanya bisa pasrah.


"kita pamit sya"ujar mereka semua lalu meninggalkan rumah besar milik keluarga Tasya.


Saat diperjalanan, Puja terus menerus berdoa untuk laki-laki itu. Guar gemuruh yg dirasakan nya. Bibirnya yang terus mengucap doa pun mulai bergetar. Matanya berkaca-kaca, wajahnya memanas.


"Sad, Lo harus kuat"batinnya.


Saat sampai di rumah sakit, puja langsung berlari di koridor rumah sakit menuju ruang rawat laki-laki. Saat sampai di depan ruang rawat itu, Puja langsung menerobos masuk membuat dokter yg sedang menangani pasien pun kaget.


"Maaf nona, nona harus keluar"perintah suster.


"ng..ngga..su..sus..ngga"kata gadis itu terputus-putus karena ngos-ngosan.


"tapi nona"kata suster.


"biarkan saja sus"titah dokter.

__ADS_1


Puja langsung berjalan mendekat ke arah dokter itu, matanya tertuju pada laki-laki yg terbaring lemah dan tak sadar kan diri itu.


"Sad"lirihnya dan diikuti dengan air matanya.


__ADS_2