Jodoh Kelima Gadis Hebat

Jodoh Kelima Gadis Hebat
Mulai terbiasa


__ADS_3

1 Minggu kemudian


Seorang gadis duduk di kursi dekat ranjang yg ada seorang laki-laki terbaring lemah diatasnya. Tangan gadis itu menggenggam erat tangan laki-laki itu.


"Hay Sad"sapa gadis itu.


"udah satu minggu nih Lo tidur, ngga capek apa hah?"tanya gadis itu dengan nada getir.


"Lo ngga kasian Sad sama gw, sama teman-temannya yang lain, kita kangen sama Lo sad"lirih Puja.


"Sad Lo tau ngga, selama satu Minggu ini gw ngga terlalu fokus tau sekolah nya, Lo si ganggu pikiran gw aja hhe"ujar gadis itu sambil terkekeh pelan.


"oh iya, gw lupa kasih tau Lo kalau si Zefan udah minta maaf sama gw, dan dia jg udah janji ngga bakalan ngehina Lo lagi"Puja terus bercerita pada laki-laki itu, meskipun ia tidak tahu apakah Asad mendengar nya atau tidak.


"Lo kurusan Sad, bibir Lo juga pucat, apa mau gw kasih lipstik biar ngga pecat hhe"kata Puja sambil menghibur diri nya.


"yaudah Sad ini udah sore gw pamit pulang dulu ya, ntar gw panggilin suster buat jagain Lo, gw jg nanti malam kesini lagi sama anak-anak yg lain"ujar Puja.


"by Sad"kata gadis itu sambil melambaikan tangannya pada laki-laki yg terbaring lemah itu.


Ditempat lain.


Afril sedang belanja di supermarket dekat rumahnya, saat sedang memilih-milih cemilan gadis itu tidak sengaja tertabrak dengan seorang wanita yang masih muda, gaya seperti model dan berparas cantik.


"maaf mba maaf, saya tidak sengaja"ujar Afril pada wanita itu.


"makanya kalau jalan itu pakai mata"bentak wanita itu.


"iya mba saya salah, saya minta maaf"ujar Afril sambil menunduk.


"kamu pikir dengan minta maaf bisa mengganti pakaian ku yg mahal ini karena sudah tersentuh lantai"ucap wanita itu meremehkan Afril.

__ADS_1


"memang nya harga baju mba berapa?"tanya Afril.


"ngga usah banyak tanya deh kamu, lagian tampang seperti kamu ini mana punya duit buat ganti rugi"kata wanita itu sambil tersenyum sinis, Afril yg sedari tadi sudah mengalah pun mulai geram.


"sedari tadi saya hanya diam saat mba menghina saya, lagian saya juga sudah meminta maaf, emang mba ini siapa hah? sampe berani menghina saya dari tadi"tanya Afril dengan nada tinggi.


"kamu ngga tau saya hah? saya anak pemilik perusahaan Wijaya grup"ucap wanita itu sedikit berteriak, Afril langsung tersenyum saat mendengar nama perusahaan yg disebut wanita tadi, bagaimana tidak tersenyum, perusahaan yang dikelola oleh ayah wanita itu adalah perusahaan anak milik ayahnya. wanita itu sedikit heran dengan Afril bukannya kaget malah tersenyum.


"jadi itu"sahut Afril dengan remeh nya, sebenarnya gadis itu tidak pernah menggunakan kekuasaan ayahnya untuk membuat orang lain takut.


"kenapa? kaget hah?"bentak wanita itu, semua orang yg ada di supermarket itu pun hanya bisa menyaksikan pertikaian Afril dan wanita itu.


"sepertinya anda salah orang mba, mencari lawan"ujar Afril untuk pertama kalinya menyombongkan dirinya.


"iya-iyalh saya orang, saya orang kaya sedangkan kamu orang miskin"ucap wanita itu meremehkan Afril.


"Anda salah mba, maksud saya anda terlalu bawahan kalau melawan saya"ujar Afril membuat wanita itu geram.


"halo sayang kamu kenapa nak, tumben nelpon papi jam segini"ujar pria paruh baya dari seberang telepon.


"enggak kok Pi, Afril cma mau nanya siapa nama CEO perusahaan Wijaya grup?"tanya Afril pada papi nya.


"kenapa kamu nanya hal itu sayang, kamu ada masalah?"jawab papi nya lalu bertanya.


"ngga kok Pi, namanya siapa Pi?"tanya Afril lagi.


"namanya Herman Wijaya sayang"ujar Papinya Afril, wanita itu melongo saat mendengar papi nya Afril tau nama ayahnya, namun iya mengubah ekspresi kaget nya menjadi biasa-biasa saja.


"siapa nih cewek? ach kan ayah CEO di perusahaan Wijaya grup, bisa saja Papinya wanita ini karyawan di perusahaan ayah"batin wanita itu.


"oh, apa Afril boleh minta no telepon pak Herman Wijaya Pi?"tanya Afril.

__ADS_1


"tentu saja sayang, nanti papi kirim ya"ujar Papinya.


"oke Pi"ujar Afril lalu memutuskan telepon nya, dan menghubungi no yg sudah dikirim ayahnya.


tut tut tut


Akhirnya telepon Afril diangkat oleh ayahnya wanita itu.


"halo siapa ya?"tanya pria paruh baya dari seberang telepon.


"maaf pak mengganggu, Saya Afrilia Aloskha anak pemilik perusahaan induk dari perusahaan bapak"ucap Afril sopan, wanita itu kaget saat mendengar nama Afril.


"oh maaf nak Afril saya tidak tahu kalau itu anda, ada urusan apa yah nak?"tanya pria paruh baya itu.


"apakah bapak memiliki seorang putri?"tanya Afril.


"iya nak, memang nya kenapa?"jawabnya lalu bertanya.


"jadi saya cma mau bilang..."Afril belum menyelesaikan ucapannya, ia melirik ke arah wanita itu yg terlihat takut dan memucat.


"kalau saya mau mengundang putri bapak di acara saya"ucap Afril berbohong, wanita itu merasa lega mendengar ucapan Afril.


"oh tentu saja boleh nak Afril"jawab pria paruh baya itu antusias.


"baik pak kalau begitu terima kasih dan maaf karena sudah mengganggu waktu kerja anda" ujar Afril sambil memutuskan sambungan telepon nya, lalu menatap ke arah wanita yg tertunduk itu. Semua orang yg ada di supermarket itu pun sedikit terkejut saat tahu identitas Afril yg sebenarnya.


"ma.. maaf"lirih wanita itu.


"tidak papa mba, lain kali jangan ulangi lagi sikap sombong anda"sahut Afril lalu berjalan pergi menuju kasir. Semua orang terpelongo dengan sikap Afril yg dingin namun sangat baik dan mau memaafkan orang sudah menghinanya.


"ikuti alur nya saja😁🙏🙏🙏"

__ADS_1


__ADS_2