
"Sudah enakan , Kok bisa lebam gini si hemm". tanya Noval yang pura-pura gak tau.
"Jatuh semalam trus kepentok kayu". jawab Dera ngasal. Tadi ku coba kompres biar enakan tapi...." terpotong
"Tapi tambah jadi begini " potong Noval.
"Besok pagi aku jemput ". jelas Noval.
"Aku lapar Val.." kata Dera
"Iya.. siap aku mandi, kita makan dulu baru ku antar kamu pulang ". ucap Noval.
Noval berdiri lalu acak-acak rambut yang masih basah Dera pun turun sambil menunggu iya liat ponsel.
[Ha.. ada tiga panggilan tadi gak dengar terlalu nyenyak apa terlalu nyaman hem].
Lalu nelpon balik , [nelpon kok tidak diangkat si kak dalam hati. ia ulangi kembali dan di angkat oleh Dian].
Dian
Sudah pulang dek..kok gak di angkat??
Dera
Maaf kak ga dengar... ni sudah mau pulang
Dian
Mau dijemput gak..??
Baru mau dijawab Noval sudah merebutnya
"Dera gue yang antar" .Ucap Noval Langsung Noval matikan.
"Val.. , kok gitu gak sopan tau itu kan pacar aku, kok kamu". Dengan nada meninggi dan kesal.
"Iya kamu pacar dia, Tapi kamu nanti istri ku". Jelas Noval yang juga sedikit meninggikan suara.
"Aku sebel sama kamu , aku marah ". Dera pun menangis.
"Ayo pulang ". Ajak Dera.
__ADS_1
Noval pun ikut ia buka mobil begitu juga Dera
Di jalan
"Jadi berenti cari makan ". Tanya Noval, Dera hanya diam dia masih kesal dengan kejadian tadi.
[Uuuh dasar posesif amat si amaksiapa dia ngatur-ngatur aku baru juga berapa hari ketemu dia].
[Gak tau apa aku kan sudah punya pacar masih juga maksa] .Dalam hati Dera masih dalam tangisan Dera pun tertidur lagi.
Ternyata menguras tenaganya smpai ia tertidur lagi saat Noval melihat Dera tertidur dlm tangisannya
[ Sayang... , maaf kalau aku jadi seperti ini dan tak mikirkan perasaan mu]. Sambil memegang pipinya tak terasa sudah depan rumahm
"Sayang.. bangun sudah sampa". kata Noval
Dera bangun dan membuka pintu mobil menuju Rumah.
Assalammualaikum,
Walaikumsalam...Jawab Ayah dan Ibunya.
Noval.
"Masuk sini sayang". Kata Ibu Fitri Ibunya Dera
"Bunda.. , Ayah .. ,kok bisa sampai sini?".
tanya Noval binggung.
Mereka pun bersalaman, lalu ikut duduk bersama kedua orang tua mereka, bercanda mengingat ketika SMA dulu.
[Mati aku.., bakal dinikahi cepat ini..sial]. dalam hati Dera.
[Gak nyangka secepat ini, Diluar dugaan ku]. dalam hati Noval.
"Ayah..Bunda pulang bareng Noval aja, mang sanok telpon aja, tidak usah jemput." kata Noval
"Baik la Ayah telpon mang sonok sebentar." kata Ayah Juan.
"Dera, sini bantu ibu siapkan makan dulu biar sebelum pulang Ayah sama Bundanya makan dulu." Ucap Ibu.
__ADS_1
"Baik bu". Jawab Dera malas
Dera bantu Ibunya masak dan ditemani oleh Bunda, keseruan mereka berada di dapur.
Noval melihat arah ke dapur, begitu [bahagianya jika ini bener terjadi, Noval tersenyum].
Sudah siap masak, ibu meminta agar kita ke meja makan.
"Yuk makan dulu, kita nanti kita lanjutkan ngobrolnya". kata Ibu Dera mereka pun menuju ruang makan.
"Dera kapan-kapan kerumah Ayah Bunda ya, ajak tu Noval kerumah ". Ucap Ayah Juan.
Dera hanya senyum dengan senyuman manis tapi kaku.
"Tadi Ibu kamu cerita, katanya kamu kemarin jadi bolang ya?,"ucap pak Juan kembali.
"Iya...", jawab Dera
"Ajak tu sekali-sekali Noval sayang". kata Bunda Devi.
Dera tersenyum sementara Noval hanya liatin gigi rapinya.
Setelah Siap makan, mereka duduk-duduk sebentar diruang tamu, dengan suasana yang begitu hangat melihat dua keluarga, yang sedang kumpul dengan asiknya canda gurauan mereka sematkan.
[Apa yang terjadi besok, ntah apa jadinya hubungan ku dengan Dian, seandainya ini bakal terjadi ,aku harus jelaskan apa.] pikir Dera.
Mereka begitu kelihatan bahagia aku bahagia tapi dalam hati Dera
[Ra.. aku tau apa yang sedang kamu fikirkan ini memang mau ku tapi aku tak menyangka bakal secepat ini sedangkan kamu harus jelaskan kepada laki-laki itu Noval hanya memandangnya].
Pukul 06.00 sore mereka pamit pulang Dera dan keluarga pun mengantarnya.Dari kejauhan Dian melihat semua ia meneteskan air matanya tanpa sepengetahuan Dera ia melihat keluarga Noval yang Cukup dekat dengan keluarganya. Melihat Noval dan orang tuanya singgah di rumah Dera dan sepertinya orang tua Dera pun cukup bahagia
Dian pergi meninggalkan rumah Dera.
🎵
🎵
jangan lupa like dan koment ya kakak
klik vote nya juga trima kasih kakak atas dukungannya
__ADS_1