
Dua hari Bunda pergi bersama Ayah, serasa sepi untunglah, Bunda sudah pulang Dera tak kesepian, dan selalu ingin dekat Bunda.
" Yank..,gimana cafenya hari ini rame?" tanya Noval.
" Yah lumayan cukup rame kok"
" Sudah periksa keuangan bulan ini "
" Belum..jawab Dera
" Nanti kita periksa ya?" kata Noval.
"Sayang liburan yok, Seminggu setelah ujian semester, kita liburan lagi mau?
" Iya aku mau, Tempat kemarin aja Val"
" Kamu ya.., Noval...sayang kek, kakak gitu..."
" Biarin... Aku nyaman dengan sebutan yang aku lontarkan Val.
"Yah sudah kalo gitu, terserah kamu sayang, You are still my beautiful wife.... dear ucap Noval.
" Terimakasih sayang" jawab Dera.
" Main kerumah ibu yok Val, nginap disana"
"Boleh.."
"Yah sudah aku mandi dulu yuk"
" Apa yang, beneran ngajak mandi?" Noval
melangkahkan kakinya mendekap Dera
"Val...."
"Aku menginginkannya, jangan kamu tolak "
"Sayang.., siap jadi mami sewaktu-waktu dia hadir disini? tanya Noval. Dera hanya menganggukan kepalanya.
Noval membukakan baju Dera, melihat Punggung Dera, Noval langsung meraihnya tanpa ampun, hingga kedua sama-sama kepuncaknya.
"Merangkul, menciumi bibirnya, makasih sayang, yuk mandi kita biar tempat ibu"
"Emm"
Usai mandi, ganti pakaian mereka turun, menyusuri anak tangga dan menemui Bunda.
" Bun..., Noval dan Dera mau berkunjung kerumah ibu"
" Oya ... , salam Aja untuk Ubu ya dari Bunda"
"Iya Bun..
"Kita jalan dulu ya Bun?" ucap Noval yang sebelumnya Dera sudah peluk bundanya cukup lama.
Noval dan Dera berangkat kerumah ibu dan melajukan mobilnya dengan cepat.
"Yank.."Panggil Dera
"hem..." ucap Noval
"Aku kangen masakan ibu yank.."
"Iya aku sama....
"Yah sudah tidur ge... ,masih lama tempat Ibu"
"Iya..
Perjalanan 45 menit sampai juga, yank bangun sudah sampai kita.
"Hem...."
"Sudah sampai" ucap Noval mengusap tangannya kepipi Dera yang mulai mbul
"Yuk turun..."
"Iya.. kangen ibu..."
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Sayang baru sampai ya?"
Dera langsung memeluk Ibunya erat" ,Dera kangen ibu" , sambil keluarin air mata.
"Kok nangis sayang?"
__ADS_1
"Terlalu rindu Dera ke ibu"
"Ibu masak apa, Dera kangen masakan ibu"
"Iya, Noval juga bu"
"Yah udah, ibu suruh mbok nah, panasi dulu ya " kata ibu
"Kekamar ge capek pasti"
"tidak ah,Dera ikut sini aja"
"Yah sudah kita sama-sama yuk"
Tidak lama,mereka siapkan makan dan makan siang untuk mereka"
"Kak, sudah ni yuk makan"
"Iya ...., enak ni bun...?"
Dera ambilkan nasi, lalu ambilkan lauk dan makan dengan lahapnya.
"Sayang....hati hati dong" ucap Noval.
"Maaf ....." sambil tersenyum.
"Ayah pulang kapan Bun?"
"Nanti sore, kenapa?"
"Mau peluk ayah aja susah banget"
"Kan ada aku hem..."
"Iya ....tapi kan maunya ayah" tuan muda wijaya.
"Ra..., Si nana ada di sini tu"
"Iya buk..."
"Nanti deh kalo ada waktu Dera mampir kesana"
"Siapa Nana sayang..."
"Teman ku yank, dia yang kala itu kasih surat pertama dari kamu"
"Oo tp lupa..."
Siap makan mencuci piringnya dan duduk bareng ibu
"Bunda sama ayah gimana kabarnya sayang..?" tanya Ibu.
"Baik buk.. ,sehat alhamdulilah"
"Assalamualaikum..
"Waalaikumsalam..
"Hai Len..., dari rumah lue?"
"Ya iyalah..., maksud lue gue dari mana?"
" Dari rumah Ra,Ni buk dari mama.. tadi mama ada tamu lama terus tau mau kesini sekalian bawain deh".
"Makasih banyak bilang ke mama"
"Hai kak..." sapa Lena ke Noval.
"Iya Len..."
"Hai say...
"Mulai deh kalau berdua lebai"
"Apaan si yank..."
" Kalian berdua kaya amlop, sama perangko nempel aja".
"Hehe maaf" kata Lena.
"Iya ni nmasa iya dicemburuin."
"Oy Ra, sudah denger belum?"
"Hem..."
"Lili mau pindah..., tak tau ada masalah apa, dan Rani rencana mau bareng kita".
"Seru tu"
__ADS_1
"Yah iya.. ,cuma Lili tak mau cerita dia"
"Yah udah mukin watunya belum tepat untuk cerita ke kita"
"Iya mungkin"
"gue cabut pulang ya da sore ni sampai rumah magrib ni balik kita kan bertemu lagi...
"Iya... serah lu aja"
"Bu... Lena pamit ya"
"Kok buru-buru sih"
"Iya malas jadi obat nyamuk hih"
"Bye say"
"Bye.."
"Lena ada-ada aja si yank"
☘☘
Mereka berada dikamar, setelah mendengar mobil ayahnya, masuk halaman Dera buru- buru turun, " sayang hati-hati" .kata noval memperingatkan.
Dera tak peduliin, apa kata Noval,
"Segitu kangennya apa dia, kangen ayah hem" Noval menggelengkan kepalanya.
"Ayah... "kata Dera dan langsung memeluk ayahnya.
"Oh Buk ini kenapa?"
"Dera kangen ayah, lama banget tak berkunjung, maafin Dera ya yah?"
"Iya ayah juga, apa lagi cuma kamu putri ayah Ra" ucap ayahnya .
"Noval mana??
'Ada dikamar rebahan dia"
"Disini Noval yah..." menuruni anak tangga.
"Wah ini anak laki-laki ayah"
" Dera tu yah, kangen banget sama ayah, sedari tadi dikamar,mandangi halaman aja dari jendela, dengar ayah masuk langsung lari-larian" ucap Noval.
"Ayah juga kangen, sayang memeluk dan mencium kening Dera".
" Sudah sayang, ayah biarkan istirahat dan mandi sayang" bisik Bu.Ibu dan Ayah meninggalkan mereka ke kamar.
Mereka berdua, duduk diruang Tv, nonton komedi,sambil menunggu ayah dan makan malam, Setelah ayah siap, mereka langsung ke meja makan, makan malam yang nikmat.
Saat usai makan malam, mereka duduk di ruang Tv kembali, Sementara Dera buatkan kopi untuk ayah dan sang suami.
"Gimana sayang, cafenya lancar rame?" tanya ayah.
"Alhamdulilah yah, setiap hari minggu menunya, ada yang beda tapi kusus hari itu?"
"Tapi kalo kopi, sepertinya gitu aja ya kan yank" kata Dera.
"Iya yah, biar pengunjung gak bosen"
"Nah pekerjaan kamu?"
"Pekerjaan Noval masih terhendel kok yah"
"Syukurlah anak-anak ayah, fokus tapi ingat pendidikannya jangan lupa.
"Iya yah...,sekarang aja Dera sudah masuk yang sore, Noval tu sibuk aja" ucap Dera
"Tak apa yank,ntar kalau ada baby nya, pagi bisa rawat dia ,dulu tak terlalu buru-buru yang" ucap Noval.
"Iya betul, kata Noval sayang, tapi mana ni cucunya belum keliatan"
"Lagi diproses yah" jawab Noval sambil garuk-garuk kepalanya, yang tak gatal.
"Sabar dong yah, mereka lagi usaha" jawab Ibu.
"Yah sudah, hari sudah malam tidur ge, ayah juga., punggung ayah pegel mau minta pijitin sama ibu"
"Iya ya"
"Itu mah, maunya ayah" kata ibu.
Noval dan Dera ke kamar bergandengan, pandang-pandangan dan terjadilah yang harus terjadi malam ini, berada di kamarnya,
Noval Berharap ada kejutan di bulan depan.
__ADS_1
Merebahkan badannya sejenak dan mandi, bersikan diri baru mereka tidur, dalam berpelukan indah dipandang, kerukunan tanpa menuntut anak selama setahun ini,
tak terasa minggu tepat 1 tahun mereka, membina rumah tangga.