
Sudah ada tiga minggu, Dera masuk kuliyah,
ketika ia keluar dari kelas, Dera lagi asik terima telpon dari Dian. Tanpa di sadarioleh Dera, tiba-tiba..Brug...!!
Dera terjatuh, laki-laki itu juga ikut terjatuh ponsel Dera terjatuh
"Aww... !!" kata Dera.
"Maaf.." kata lelaki itu.
"Iya tidak apa-apa, Gue juga minta maaf karena tidak hati-hati", jawab Dera.
Laki-laki itu berdiri dan Dera dibantu oleh temannya.
"Gue tinggal dulu , maaf gue bener-bener lagi buru-buru" kata laki-laki itu.
"Iya kak, silakan" kata Dera.
"Lue tidak apa-apa Ra?" tanya Lili.
"Iya , lue baik-baik aja kan?" tanya Rani lagi.
Dera tersenyum "Iya, gue tidak apa-apa kok"
"Dera, Ra lue kenapa, kok bisa jatuh, tapi tak apa-apa kan?" tanya Lena. panik karena Lena ada berada dibelakang posisinya di dalama kelas tepatnya.
" Iya Len, kaki gue aja yang kesleo" ucap Dera.
"Bantuin Dera Dong gas", Lena meminta bantuan Bagas.
"Dera... Dera kok bisa jatuh sih", kata Bagas.
"Jangan banyak cerita kasihan Deranya" kata Lena.
Laki laki itu balik arah, saat mendengar Nama Dera, [ apa mereka memanggil Dera katanya] Noval ingin mastikan, dan balik ke kelas Dera
"Dera..." panggil laki itu.
" Dera menoleh, ia masih binggung kenapa laki-laki ini balik lagi dan memanggilnya. Siapa laki-laki tampan, dengan senyuman menawan para kaum hawa.
"Dera Andistia Kusuma ?" tanyanya lagi dengan melangkah mendekati Dera.
" Iya kak". jawabnya.
Tanpa pikir panjang,Noval langsung memeluk Dera, mata semua tertuju ke Dera. Dera terkejut, tiba-tiba dipeluk laki -laki tampan itu.
"Oh my god,si tampan gue", kata salah seprang siswa disana, melihat ke arah mereka berdua.
"Kakak kenal Dera?, tanya Lili hati -hati.
Bukannya Jawab, tapi Noval semalin erat memeluknya.
" Sayang, Mana yang sakit?" kata Noval.
"kaki kirinya Dera kak?" kata Rani.
[ Siapa laki-laki yang sedang ada dihadapan ku, sepertinya dia kenal aku , Emang siapa dia, main peluk-peluk aja ] dalam hati Dera.
Noval lalu melepaskan pelukannya, dan melihat melihat kaki Dera, ternyata bengkak Noval mengusap-usap kaki Dera.
"Sayang.. kaki kamu sepertinya terkilir" kata Noval.
Dera masih diam tanpa kata, dia masih mengingat-ingat , siapakah sebenarnya seorang laki-laki ini, dan memanggilnya sayang.
__ADS_1
"Sayang, kamu tahan sedikit yah, sedikit sakit tapi nanti enakan kok." kata Noval
Dera menurut dan masih memandanginya.
Digoyang-goyangkan kaki Dera, Dera memejamkan matanya, dan menggigit Bibirnya, merasakan begitu sakitnya.
"Tahan sebentar" kata Noval.
"Maaf ya sayang, aku sudah melukai kamu" kata Noval.
"Kakak siapa, kenapa panggil aku sayang?" tanya Dera.
"Noval Alfi Wijaya", jawab Noval.
Tanpa melihat wajah Dera, Noval masih usap dan goyang-goyangkan kaki Dera, Noval menarik kaki Dera, sedikit berbunyi cetuk , Dera pejamkan matanya menahan rasa sakit, dengan pelan-pelan Noval melepaskannya.
"Ra, mirip cowok Lue yg dulu pernah bawa kabur lue, ketika kita mau ke toko buku."
bisik Lena
Deg...!!!
[Apa bener ini Novalku, apa bener ini dia] tanya Dera dalam hatinya.
"Ke UKM aja, gimana" tanya Noval.
"Maaf kak, tidak usah nanti di olesi crem lebam aja, sudah sembuh ko", kata Dera sedikit serak suaranya.
Begitu Noval, yang lagi nahan air matanya, Noval bahagia, bisa lihat Dera di hadapannya, namun tak ingin orang lain tahu.
" Len, bantu gue berdiri Len, kita pulang "kata Dera.
"i-iya Ra" jawab Lena masih bingung apa yang harus dia lakukan.
Dera kesulitan untuk berjalan, dan Lena menggandengnya pelan-pelan? tanpa pikir panjang, Noval menggendongnya. Dera tekejut lalu ia kalungkan tangannya di leher Noval , Dera melihat wajah Noval sekilas, ada kakawatiran pada diri Noval.
Dera hanya diam, [ Dera , apa ini dia yang buat lue...] tak disadari, Sudah sampai di Ukm , membuat sadar akan lamunannya.
"Kenapa Dia Bro". tanya salah satu orang yang disana.
"Jatuh" jawabnya singkat.
"Ada obat lebamnya gak?" tanya Noval.
" Duh abis Bro". katanya lagi.
"Oh ya sudah kalau begitu, Noval lalu pergi bawa Dera ke arah parkiran, dan bawa Dera pergi dengan mobilnya.
"Ma-mau.., mau kemana kita kak?? tanya Dera
"Klinik", jawab nya singkat masih dalam keadaan panik.
Sampai di klinik, Dera dipriksa oleh Dokternya, kemudian memberikan crem lebam sama obat nyeri untuk diminum.
"Gimana?" , tanya Noval.
"Tidak apa-apa kok, tidak terjadi yang serius, lue terlalu kawatir. ucap Dokter itu
"Baiklah gue permisi dulu dan terima kasih", kata Noval.
Kemudian Noval dan Dera masuk mobil dan pergi melajukan mobilnya.
"Kita makan dulu ya, " sambil fokus kedepan.
__ADS_1
Dera hanya anggukan kepala.
Sebenarnya Noval gugup , senang dan ingin menanggis ,dengan kejadian ini, begitu juga dengan Dera. Sampailah di parkiran diwarung Soto , Dera dipapah dan duduk di kursi yang di sediakan, Ia masih diam begitu juga dengan Noval. setelah memesan soto tadi.
"Dera, kok gak dimakan, sotonya nanti keburu dingin ".ucap Noval dengan Lembut.
Memecahkan keheningan yang ada pada mereka.mata Dera mulai berkaca-kaca,Dera tak bisa menahannya lagi.
"Loh kok nanggis, kasihan tu sotonya liatin kamunya", sambil usap air mata yg mulai turun ke pipi Dera. Akhirnya Noval membayar Soto dan mengajak Dera pergi.
" kita pulang aja yah, aku antar ya nanti Ibu cariin, Dera hanya anggukan kepala.
Mereka pergi meninggalkan warung soto padang itu dan pergi menuju rumah Dera.
Sesampainya di rumah Dera masih dipapah dengan Noval, termyata dirumah sudah ada Dian , yang menunggunya sejak tadi.
Assalamualaikun Bu
Walaikusalam, sayang kenapa kakinya kok di papah jalannya , ini siapa?tanyab Ibu Dera.
"Noval Bu", ucap Noval sambil tersenyum.
" Oh iya., nak Noval silakan duduk. kata Ibu.
"Terimakasih Bu, Noval langsung pulang aja, ada kuliyah malam ucap Noval
Permisi.., Assalamualaikum
Waalaikusalam, terima kasih sudah antar Dera pulang.
Dengan sengaja Noval acak2 rambut Dera,
Ia melenggang tanpa dosa padahal disana ada laki laki yg disayangi oleh Dera.
Ia pun memutarkan mobilnya lalu pergi Dera sudah duduk disofa.
"Kakak.. kok kemari ??
"Iya kan tadi kakak masih telponan dengan kamu tapi terputus. Lalu kakak telpon Lena, katanya kamu jatuh dan dibawa pulang, terus kakak langsung kesini". jelas Dian.
"Hehe.., iya Dera lupa"
" Tadi siapa yang antar adek?" tanya Dian.
"Yang nolong Dera, menundukan kepalanya "kak, Dera butuh Waktu , untuk jelasin yang satu ini, maaf kak" ucap Dera.
"Baik la, yang penting adek baik-baik aja, sudah sore Kakak pulang dulu ya ,kamu baik-baik ya.
"Siap bos" , kata Dera sambil hormat.
Dian pun tertawa geli, Lalu ia pamit sama kedua orang tua Dera , karena hari sudah sore.
"Iya hati hati ya Ian" kata Ibu.
"Baik buk " kata Dian.
🎵🎵
🎵🎵
Jangan lupa klik vote, like dan koment
trimakasih dukungannya
__ADS_1