Jodohku Seniorku

Jodohku Seniorku
67. Kantin


__ADS_3

"Ra hem, lu kenapa kok gak samperin kak Noval" tanya Lili.


"Iya Ra suami lu liatin lu aja tuh.." kata Rani


"Kak Noval tak berkedip..." jelas Rani


"Iya gue tau, sambil mengunyah makanannya


"Pelan pelan Ra.." kata Lena


"Gue lapar tolong, jangan ganggu selera makan gue"


"Ra..., jawab dulu dong" tanya Lili


"Kalian gimana si , kalau Dera nyamperin Noval bisa ada perang, liat tu kaum hawa lagi pada meratiin kak Noval"


"Ha tu tau, jempol ke Lena" jawab Dera


Tapi ternyata Noval, tak ingin sendirian ia panggil,tiga temannya untuk datang,


seketika menyulap suasana makin rusuh.


"Lama amat si lue pada gue mau dekati istri gue, liat tu para kaum hawa udah pada melotot, mana bisa gue dekat-dekat istri gue" Dengan kesalnya.


"Biasa lu biasa aja.." ucap Dewa.


"Iy ini luar Biasa.." ucap Riki.


"Tidak ah kasihan Dera, aku gak ingin dia kenapa-kenapa"


"Jadi dari tadi lu liat istri lu dari sini?tanya Zaki.


"Cukup keren nahan rindu" ucap Dewa


"Mantap..." kata Riki


"Apaan si..." kesal Noval


"Yah Sudah kita kesana, samperin yo" ajak Zaki yang langsung melihat arah Rani


Mereka berempat perg,i kekursi dimana Dera dan tiga sahabatnya duduk


"Eh dek Rani, apa kabarnya nih, tambah manis aja, Goda Zaki


"Gula kali kak manis" jawab Lili..


"Eh iya betul kata Lili, biar deh yang penting gak diabet" kata Zaki


"Woi...udah oi ngegombalnya noh pesan makan ge"


"Lu aja ki..., gue mau liat sigula lagi makan"


"Kak Zaki liat tu para kaum, wanita pada liatin kita"


"Bomat dah dengan mereka, yang penting bisa lihat muka dek Ran,i yang teduh seperti angin sepoi-sepoi" ucap Zaki.


"Sayang... jangan dengarin gombalan Zaki" Noval menutup kuping Dera. Dera hanya tersenyum, ke arah Noval, lalu dianggukin kepala; Dera masih mengunyah makannya, Noval pun tersenyum dan menarik sebelah pipinya.


"Kak..., sudah dong, diliati tuh" ucap Dera.

__ADS_1


"Biarin sama istri sendiri" ucap Noval.


"Kak ini kampus" kata Dera memperingatkan.


"Kak Noval jangan gitu dong kasihan kita yang jomlo" kata Lena sedikit berbisik.


"Iya maaf..., habis kangen dia..." ucap Noval yang menarik badan Dera ke dada bidangnya.


"Kak... kakak anak baru tapi fansnya dimana mana"


"Liat tuh mereka patah hati, apa lagi tau kalian sudah menikah... huh..."


Pesanan empat cowok tampan sudah datang.., mereka makan masih dengan bercanda dengan asiknya.


"Masih mau makan yank?" tanya Noval yang melihat Soto Dera habis.


" Tidak papi..." bisik Dera.


" kamu nakal ya hem..."


"Dera tersenyum... ke arah Noval..


"Tidak ah kak udah kenyang, nih tak kuat lagi"


"Tenang ntar digendong, mengacak-acak kepala Dera.


Ternyata ada yang panas melihat, kedekatan Noval dan Dera, tiba-tiba seorang siram es jeruk di kepala Dera.


Mereka yang disana yang melihat terbengong, melihat Dera tiba-tiba disiram air es jeruk.


"Upsh...sorry sengaja, dingin ya..." kata gadis itu oura-pura.


"Berani lu ya..." kata gadis itu


"Lue ada masalah dengan gue, gue dekat dengan Noval"


"Iya... kenapa lu" ucap gadis itu


"Dia tunangan gue, apa bengong lu..


T.U.N.A.N.G.A.N dengar lu..." jelas Dera


"Gue tak percaya lue yang ngaku-ngaku kali." ucap gadis itu.


"Noval... , belain gue dong " kata gadis itu dia berani-beraninya dekati Noval.


"Sayang... udah kita pulang aja, Noval ambil duit selembar seratus ribu, ni Boy...


gue duluan" tanpa hiraukan gadis itu .


Noval menggenggam tangan Dera dan pergi.


"Kita langsung pulang aja, bersikan dirumah sebelum kerumah, bunda ya kamu tak apa?


"Iy tak apa kok yank


Beberapa mata menyaksikan mereka pergi.. gadis yang menyiram ,itu ikut pergi karena malu.


"Huuw... sok kenal lu, sana pergi jauh-jauh"

__ADS_1


kata Lili...


"Sudah terusi makannya, kata Dewa.


"Dek Rani terganggu Tidak?"


"Iya kak...


"Makanya zak..., jaga jarak lu dengan Rani, kasihan ntar kaya Dera tu"


"Iya beruntung tapi ada-ada aja yang bully.."


"Wajar la gadis yang ia nikahi emang unik..."


"Jelas dong itu sahabat gue kak Dewa..."


"Sahabat kita juga Len..."


"Iya Ran ,Li..." ucap Lena.


"klKak kita duluan ya"


"Takut dekat kalian nanti ada kejadian yang kedua"


"Takut.. kabur" kata Lili


Sementara diparkiran Dera masuk ke mobilnya begitu juga dengan Noval, pergi beriringan pulang kerumah mereka.


"Sial gadis itu.., segitu fansnya menggila gitu,


Noval juga pakai sok dekati, jadinya gini kan kesel" ngomel- ngomel sendiri di mobil.


Sampai dihalaman rumah, Dera berhentikan mobilnya begitu juga Noval, Dera buru-buru buka kunci pintu dan langsung kekamar mandi dan mandi, sementara Noval hanya tersenyum tipis melihat tingkah Dera, ia pun menunggu sambil nonton Tv, selesai mandi Dera kebawah.


"Sayang..." panggil Noval.


"Hemm" jawab Dera.


"Kamu marah?" tanya Noval.


"Tidak..., gue tak bisa larang mereka, untuk suka atau kagum sama kamu sayang".


"karena suami ku memang, tampan sambil malu-malu mengatakan hal itu.


"Yah sudah aku mandi dulu yank, habis itu kita pulang tempat Bunda.


"Iya yank"


Lima belas menit menunggu, Noval mandi akhirnya mereka pulang, tempat Bunda tetap dengan mobil sendiri-sendiri, dua menit mereka sampai dirumah bunda.


Assalamualaikum.


Waalaikumsalam.


" Sayang sudah pada pulang? tanya bunda yang melihat keduanya masuk rumah dan menghampirinya


"Iya Bun, Bun kita keatas dulu " .


"Iya sayang"

__ADS_1


Mereka sampai dikamar, Dera membantingkan badanny, dan pejamkan matanya untuk tidur, Noval pun mengikuti Dera ke ranjang untuk tidur.


__ADS_2