Jodohku Seniorku

Jodohku Seniorku
64. Lebai


__ADS_3

Lena membuka kacamatanya, dan pergi ke mobil Dera begitu juga,Dera menutup pintu membuka kacamata, dan dinaikan ke atas kepala, mobil Noval sudah diparkiran disana, tanda ia sudah datang.


"Yuk Len, masuk laki gue sedang menunggu, no mobilnya sudah disini" kata Dera


"Buset.. Adem tempatnya"


"He Dera lue ada disini" kata seorang wanita


"Eh kak.., iya Dera dan Lena menghampiri"


"Ra ... makanannya enak, terima kasih udah rekomemdasiin disini.


"Sip kak"


"Eh Ra, sini mau nemuin Noval ya? tanya salah dari mereka.


"Iya kak"


"Ra ayo" kata Lena.


Tak lama Noval Nelpon, "kak kita duluan ya: setelah mendengar ponselnya berdering.


"Iya.., ini lagi jalan ke atas,


"Em Len, tolong temui dulu kak Noval,aku mau ke belakang" uca Dera, Lena mengangguk.


Setelah Lena pergi ke atas, Dera pergi arah belakang dan liat kiri kanan celingukan, lalu merasa aman dan langsung ke dapur.


"Siang buk"


"Siang... jangan panggil saya ibu, Nona aja dengan senyuman"


"Sudah siap pesanan saya"


"Sudah orang cafe"


"Tolong antarkan keatas"


"Baik Nona...


Dera keluar dan pergi ke atas, Berjalan menuju Vi


"Len kok sendiri?"

__ADS_1


"Kak Noval gak ada, sebentar ya, kamu tunggu disini"


Dera pergi meninggalkan Lena, dan masuk keruangan kerja Dera, ternyata Farel tiduran sementara Noval duduk manis


"Sayang kok lama si"


"Iya maaf,tadi dibawah ada kendala, yuk ke luar disana ada Lena"


"Baik la.. yuk Rel bangun, Dera sudah datang"


"Ra... kakak lapar"


Bentar dong kak.. Dera sudah pesan kok"


"Yank kok ada ini..menunjuk menu...


"Tak suka?, tadi aku minta dimasakin ini yank.


"Oh... yah dah, enak ni keliatannya mam yuk" kata Noval.


"Sayang..., kok ada minuman juruk?" tanya Noval.


"Iya tadi aku yang minta" jawab Dera.


"Untuk kita disini la" jawabnya lagi.


"Dera mengmbil air jeruk hangat," No yang, Noval mengambil kembali"


"Untuk lu aja Rel..." ucap Noval


"Sayang jangan macam-macam deh,


No sayang ... tolong dong dengarin kalau, suaminya ngomong"


"yank jangan larang aku donk, ini jeruknya gak buat mang ku kambuh"


"Terserah"kata Noval ngambek.


"Kak ..Len maaf silakan nikmati"


"Yank... , ini apa lagi si, pedas banget, ucap Noval tiba-tiba.


"Len..,Dera suapin ke Lena"

__ADS_1


"Pas enak" kata Lena.


"Tapi kamu gak boleh makan ini, bahaya yank


tapi yank"


Noval menahan Amarahnya, menelpon bagian ceft meminta makanan sama namun di lada hitam aja.


"yank... kamu apa-apaan si sebel" Dera pergi meninggalkan mereka, dari tempat dimana mereka makan, menuju ruangannya menguncinya,ia menanggis disamping meja sebelah dinding.


"kak... Lena pulang aja ya, bye" karena melihat Amarah Noval sangat kelihatan.


melihat Dera pergi dari makan siamgnya dan tambag lagi Lena ketakutan sehingga pergi .


"Val...lu harusnya lebih paham istri lu, gue tau lo cemas , tapi gak usah semua makanan, kamu larang kasihan dia, di depan sahabtnya dia rapuh Val"


Tau yang lo, lakukan itu demi dia, tapi sedikit makan, mukin dia lebih baik Tak gini Val..."


"Yang ada dia, merasa aneh dengan sifat lo"


"Noval diam ya dah nanti gue temui dia kita makan dulu.


"Iy makan, kan Dera udah usaha untuk kita"


"Iya Rel.. maaf ya gue gak kepikir ,sampai ke situ.


"Ingat Val.. jangan terlalu menekan wanita, gak suka apa yang lue lakukan"


"Pergi ge jemput istri lu, makan pasti dia lapar disana menepuk bahu Noval"


"Baik la gue kedalam dulu: melangkah cepat ke ruangan kerja Dera.


"Sayang.....Buka pintunya...."


"Ra..... ayo dong buka pintunya, aku minta maaf" ucap Noval.


"Sayang buka dulu pintunya.."


"Hampir 15menit Noval depan pintu, lalu ia putuskan untuk pergi..."


"Sayang aku ngntor ya, nanti pulang jangan malam-malam" Noval meninggalkan Dera.


"Dera masih nanggis, Noval terlalu berlebihan

__ADS_1


ia pun tertidur, dengan menundukan kepala di kedua kakinya.


__ADS_2