
Dera kekampus , ada Lena yang sudah
menunggu Didalam mobil, ia langsung keluar ketika liat Dera turun dari mobil Noval sudah pergi kekantor.
"Ra.. hem..."
"Kemarin kenapa lue" tanya Lena
"Kepala gue sakit tiba-tiba, kecapekan gue,
yang parahnya obat gue di buang sama Noval.
"Kok bisa"
"Tau ah..."
"Nah lue dari mana si Ra sebenarnya?"
"Gue Kemarin dibawa kabur, sama Noval tempatnya adem.
" Terus gue disana bertemu sama teman Noval, gue tidak nyaman aja liatin gue seperti itu"
" Ganteng tidak" kata Lena
"Tidak peratiin gue"
"Kalau ganteng kan lumayan... hihi.."
"Tak ah gue tidak nyaman karena liatin gue gitu"
"Len gue mau keluar ni dari kegiatan ini."
"Kenapa?
"Lo kan tau Noval memintaku untuk keluar dari dulu"
"Yah sudah tidak apa, mungkin dia pengen kamu dirumah ya secara lue sudah nikah:
"Iya.. Len gue sadar Len, gue nanti sore sudah pindah kerumah Bunda, biasa kebiasaan lebay tingkat tingginya Tuan muda Noval Wijaya" menyebutkan nama suaminya
"Beruntung lue nikah sama kak Noval dia begitu mencintai lue"
Dera hanya angguk-anguk dan mengaruk kepala yang tak gatal dan tersrnyum dengan gigi kudanya.
Tak lama Bel masuk pelajaran Dimulai selama dua jam persentase dilanjutkan,
selesai persentase pelajaran di akhiri.
"Kantin yuk"
"Gue lagi malas"
"Ra....., gue gak mau ya suami lue nel... terputus.
Derett...dreett..
"Tu kan bener kata lena, panjang umurnya ketika melihat ke layar ponsel.
"Yah sudah angkat ge" ucapnya.
Lena
"I.iya kak..."
Noval
"Len.. tolong ingatin dia makan, kalo bosan di kantin kampus kalian kecafe ge. ucap Noval Dari sebrang Sana
Lena
Oke kak... nanti gue sampein...Ponselnya pun di matikan..
"Huh. . jantungan gue.." ucap Lena
"Apa katanya?"
"Suru makan!"
"Kan gue lagi gak lapar" ucap Dera
__ADS_1
"Ingat..jaga kesehatan" kata Lena mengingatkan.
"Iya Ra kasihan Kak Noval jaga lue mulu" kata Lili sambil naik turuni alisnya.
"Iya ayuk la."
Mereka lagi pesan makan dikantin tiba-tiba
"Dek...."kata laki-laki itu
"Mereka menoleh... Dan Deeg...."
[Kak Dian...dalam hatinya] tapi Lena lebih ngerti sahabatnya.
"Ra... ini kakak lue kan"
"He..iya masih kaku"
"Ra..." kata Lena menganggukan kepala.
Dera melihatnya mengerti, tapi menggelengkan kepala.
"Maaf kak, Dera gak bisa permisi."
"kak...tunggu kita butuh bicara ikut gue"
kata Lena.
Sementara Dera pesan taksi, langsung pergi disebuah tempat, sementara Lena bawa Dian ke mobil.
"Kak maaf ada apa kak, kok kemari cari Dera"
"Len... kakak dengar dari seseorang Dera habis sakit"
"Kakak bener, Dera habis sembuh dari sakit dan ditahan dirumah oleh Noval untuk istirahat."
"Kok bisa Len"
"Iya Dia telat makan asam lambungnya naik"
"Kok bisa"
"Kak namanya dilapangan kakak pun tau" "Terus..."
**
Dera pergi ke kantor Noval sesampainya ia nelpon.
Dera
"yank...
Noval
"hemm....
Dera
"aku diluar..
Noval
"ia aku turun...gak berapa lama.
Sampainya dibawah tepat diparkiran
"Kok gak bilang si yank, sudah disini biar aku jemput"
"Tau ah Bete makan yuk lapar"
"Tadi belum jadi makan" tanya Noval menggelengkan kepalanya.
"Yah sudah yuk.. mau makan hem..." mengacak Rambut
"Nasi padang aja yuk mau?" tanya Noval Dera menganggukin kepala..
"Yank tadi kak Dian datang kekampus dan aku pergi, aku masih merasa bersalah dan aku pergi karena tidak ingin bicara dengannya" Jelas Dera, Noval masih diam.
"Sini kamu duduk sini aku pesani ya mau apa?"
__ADS_1
"Ikan bakarnya dong yang.. satu..."
"Yank....besok malam aku ada acara kamu ikut ya"
"Iya yang"
"Yang... kamu adalah bidadariku yank, hanya untuk aku, ku Tak akan biarkan kamu diambil sama orang termasuk Dian mengambil kamu kembali mencium kening Dera, Makanan pun datang.
"Katanya pengen makanan nasi padang yang, kok cuma makan itu" ,
"Ini untuk suamiku tercinta karena sudah relain waktunya untuk urus istrinya yang bandel"
"Karena tuan muda juga harus makan, gak boleh ikut sakit gak boleh kurus"
"Aku gak ingin kamu kurus karena mikirin aku yang dan soal obat itu aku berusaha hindari, aku janji gak telat makan dan..."
" Pinter ...." sambil acak rambut
Mereka makan bareng di sebuah resto,
" Nanti malam boleh gak juniornya liat kesarangnya"
"Yank...masa iya hanya bobol tanggulny, tapi gak masuk kedalamnya, Jangan siksa aku dong yank"
"Yank... Aku bukannya nyiksa, sekarang bukan waktu yang tepat sayang, kita lagi makan jadi plis yang jangan bahas itù"
Noval hanya lemparkan senyuman manisnya yang menggoda Itu.
"Hihi... iya gue apaan sih, harusnya tidak mikir gitu, ditempat umum wajar saja Dera marah.
"Yang aa'... cicip ini enak loh.."
"Noval menerima suapan dari Dera"
Cup
"Makasih sayang.."
"Yang... aku pengen belajar masak sama bunda, mukin aku belum sempurna karena aku belum bisa masak, aku ingin kamu rasain itu yang maafin aku ya" kata Dera.
"Sssdsttt........"
Jangan ngomong gitu, aku terima kamu apa adanya, aku tidak maksa kamu untuk siapin baju atau makan setiap hari sayang, aku hanya ingin bersamamu juga anak-anak kita nanti.
"Kamu siap jadi orang tua muda?" tanya Dera
" Iya... sayang aku siap mukin awalnya pasti ribet, walau untuk saat ini tak terbayang apakah bisa secepat itu" menggenggam tangan Dera.
Makan mereka selesai, Noval membayarnya dan mengajak pergi dari tempat itu, berjalan menuju kantornya, kantor yang cukup besar ia kelola dibagian property, lain halnya yang diluar dia megang beberapa Hotel dan Resto.
"Sayang.... kamu duduk sini ya, aku mau siapkan kerja sebentar ya" kata Noval, Dera pun menganggukan kepalanya.
Mainkan ponselnya ternyata ada pesan romeboxnya dari Lena
"Ra tadi kak Dian cari lue, Dia tau dari seorang kalau lue sakit, Dia kawatir banget karena lue tidak dijagain sama Noval"
Terus Dera tertidur, karena memang sudah mengantuk, Noval tersenyum melihatnya, Noval ambil jasnya untuk menutupi kakinya, tak lupa kecup kening dan bibirnya lalu ia sibuk menghadap Leptopnya, sesekali melihat istri kecilnya itu.
Dreett .dreett.
"Noval... gue masih mencintaimu"
"Gue sudah tau kampus lue."
"Nanti kamu kekampuskan. aku tunggu see you"
[Sial dapat nomor dari mana dia, apa dia tau jika aku sudah menikah , sayang..,aku takut kalau natali tau kamu, kamu akan disakitinya.]
[Aku mukin harus tegas,mukin memang harus pindah rumah dulu sementara demi Dera, Noval menyuruh orang suruhan untuk tetap mengawasinya jangan sampai kecolongan].
Karena takut akan membuat berantakan rumah tangganya, yang sudah dibangun beberapa bulan yang lalu, dia begitu bahagia dan berwana dalam hidupnya jauh sebelum ketemu Dera.
🎵
🎵
*hai semua sudah sampai episode 55 nih.. maaf ya jarang update..
semoga sabar menunggu Up cerita ku ya..
__ADS_1
jangan lupa like dan koment ya..
terima kasih*....