Jodohku Seniorku

Jodohku Seniorku
19. Rumah Sakit part 2


__ADS_3

"Sayang , kamu senang gak berada dekat ku , tiba -tiba lalu menyuapin Dera.


" Maksud kamu?" tanya Dera dengan mengerutkan keningnya.


"Iya, kalau memang kamu nyaman dengan ku, dan orang tua kita sepertinya setuju apakah baik nya.....Kalimatnya ia gantungkan takut Dera gak siap untuk dengarin.


"Dera hanya diam dengan apa yang dikatakan oleh Noval sampai detik ini dia belum bisa jelasin apa-apa baik ke Dian maupun Noval


Dreetttt..dreetttt...dreetttt !!!


Ponselnya berbunyi lalu, Noval angkat telpon yang terus berdering.


"Bos sudah kita dapatkan ,cctvnya dan sudah kita kirim" ucap sambungan disana.


"Hemm " langsung di matikan dan langsung membuka pesan berisi cctv.


[ B×××××××, bxxxxxxk, ni orang kurang ajar sudah nyakiti Dera dalam hati]


Noval mengirimkan kepihak kampus, biar kampus yang adili, harusnya Polisi tapi Noval gak ingin ngotorinya, biarlah kampus yang urus.


" Yuk balik ke kamar" Ajak Dera.


" Habisi ya tingggal dikit lagi" kata Noval.


" tidak mau " ucap Dera.


"Iya sudah, kalau begitu " kata Noval.


Sampai di Ruangan Rawat sudah ada Dian yang jenguknya.


"Kakak.., dari tadi ya?" memberikan senyuman lebar untuknya.


"Belum lama kok"


"Adek kenapa...heem.. " sambil tersenyum melihat Dera, Kakak pulang langsung kesini, dengar Adek kecelakaan.


"Lain kali hati-hati ya" sambil pegang kepala Dera dengan lembut. Noval pergi meninggalkan mereka berdua.


[ Uuh.. gak tau apa aku cemburu membuang nafasnya.Tau ah apaan si Val lagi ribet pun mikirin yang tidak-tidak]


Sambil buka leptop, mulai serius dengan pekerjaannya.


"Kakak.. sudah sarapan?" tanya Dera.


"Belum.., bentar lagi, liat adek aja kakak kenyang" sambil menggoda Dera.

__ADS_1


" Bisa aja kakak" kata Dera.


"Kakak kurusan sekarang, kakak capekan ya?" tanya Dera


" Ah masa si... hem.. " jawab Dian.


" Iya...,gak percaya" ucap Dera lagi.


"Sudah kakak gak papa, kakak kerja disana mukin belum terbiasa aja, Ni kakak bawakan gulali untuk adek" kata Dian yang membuat Dera tersenyum bahagia.


" Dek..istirahat ya makan yang banyak, belajar yang bener, Kakak kekantin dulu,nanti kakak kesini lagi" kata Dian.


Katanya kenyang" sambil tersenyum menggoda Dian.


"Kakak ngantuk mau ngopi bentar ya, Yuk naik sini biar istirahat, jangan tidur masih pagi" membelai rambut Dera.


Di kantin melihat Noval, Dian mendekat duduk di depan kursi kosong.


" kenapa lo buat dia celaka seperti ini, Di samping lo banyak yang menyakitinya, hampir kedua kalinya, nyawanya hilang hanya gara-gara lo."


" Sekali lagi, kenapa-kenapa dengan dia, gue yang akan merebut kembali Dera" matanya berkaca-kaca dan air matanya mulai jatuh.


Dan saat itu mereka saling pandang dan Dian berdiri meninggalkan Noval sendiri.


Noval mendengar itu semua, Noval ikut berkaca-kaca, air matanya ikut jatuhi kepipi,


Sesampainya disana, Dera terlelap tidur ia segera mandi, walau harus pakai pakaian yang sama, setidaknya bisa nyegarkan badannya


[ Sayang ...maafkan aku ya, aku sudah buatmu menderita mmengecup keningnya, Aku gak bermaksud menyakiti kamu sayang maafkan aku, menghapus air matanya.]


Lalu Noval buka leptopnya dan meneruskan kerjaannya.Dian masuk setelah dari kantin ternyata ada Noval tapi ia mendekati Dera yang tertidur.


"Dek kakak pulang ya, cepat sehat Hei..." ucap Dian.


Dera setengah sadar " iya kak, Dera janji pasti makan bnyk, dan istirahat banyak" dengan mata tepejam tapi dengar yang diucapkannya.


" Jagain Dera, kalau gak gue akan jauhi lo dengan dia" ucap Noval.


"Baik gue akan jaga milik gue, agar lu gak dapat menyentuhnya kembali" kata Noval.


Gak terasa sekarang pukul 10.00 pagi Noval menutup Leotopnya, perut terasa lapar.ibu dan Bunda juga belum datang.


berdiri dan duduk disamping Dera. mengusap tangan dan menciumi tangan Dera.


Assalamualaikum

__ADS_1


Waalaikumsalam


"Bunda... bawakan pakaian ganti, ganti ge bajunya bau asam" ucapBunda sambil menutup hidung.


"Baik Bunda" jawab Noval.


"Gimana sayang sudah baikan?" tanya Bunda


"Kata Dokter besok sudah boleh pulang Bun"


"Kasihan banget kamu sayang, baru sehat sekarang kamu sakit lagi" kata Bunda Devi


" Bun apa iya, gara-gara Noval, Dera celaka sampai dua kali lagi, menatap bundanya, dengan mata berkaca-kaca"


"Siapa bilang" kata Ibu Fitri yang baru datang.


"Eh Ibu.. " kata Noval baru datang mendekat salam cium tangan.


"Iya benar kata ibu, siapa bilang mukin kamu harus lebih hati-hati jagainnya" ucap Bundanya.


"Ibu..." kata Dera sudah dari tadi mendengarkan Noval menangisi keafaannya bahkan menyalahkan dirinya.


"Iya sayang, kamu gimana keadaannya?"


"Sudah enakan bu" kata Dera.


"Syukurlah kalau gitu"


"Sayang... , apa sebaiknya kalian buruan Nikah, biar tak ada yang ganggu kalian" ucap Ibu Fitri.


"Iya sayang gimana, kamu mau" tanya Bunda"


Noval dan Dera hanya diam dan saling tatap dan lalu menundukan kepala


"Emm..Bunda sama Ibu, kesini bawa apa, soto padang ya,mau dong suapin" pinta Dera.Noval mengerti Dera sedang menghindari pertanyaan dari kedua orang tuanya.


"Oh iya tadi Ibu belikan, untuk kamu sayang"


"Biar aku yang suapin mau? pinta Noval.Dera pun menganggukan kepala.


"Yah sudah..., Ibu sama Bunda tunggu luar ya"


"Makan yang banyak, biar cepat sehat"


ucap kedua wanita paruh baya itu.Setelah mereka benar-benar keluar

__ADS_1


" Tidak mau makan, kamu aja yang makan,aku belum lapar " ucap Dera.


" Sayang.., kamu kepikiran omongan, Bunda sama Ibu tadi ya, Sudah jangan dipikirin ya, sambil acak2 pucuk rambutnya, Semangat besok kita pulang ya" sambil tersenyum.


__ADS_2