
Masih di Cafe
"Sayang..,Sudah ya jangan menanggis lagi, aku sudah disini, Aku pesani cappuccinonya ya tunggu sini sebentar." Noval pesan cappuccino , dan Dera pergi ke toilet membasuh wajahnya yang sembab.
"Minum dulu biar tenang, nanti kalau sudah enakan kita pulang." Noval memberikan Minuman Kopi Cappuccinonyake Dera, Dera hanya menganggukan kepala.
"Sudah yah, jangan keluarkan air mata ini lagi, aku sangat mennyayangi kamu Ra, aku sangat Rindui kamu, itu yang harus kamu tau Ra". kata Noval.
Hari sudah gelap mereka mutuskan sholat dulu di muhsola cafe, selesai sholat mereka berdua siap-siap pulang.
"kita makan sebentar mau?" tanya Noval. Dera hanya anggukan kepala, Dera lebih pilih diam, untuk ungkapkan rasa yang ada membiarkan suasana itu tenang.
"Makan apa Soto atau Sate?" tanya Noval.
" Terserah, ikut aja" ucap Dera
"Ya sudah sate aja, disana ada sate madura enak mau coba?" tanya Noval mastikan. Lagi-lagi hanya anggukan kepala, Noval gemes lalu acak rambut Dera dengan lembut , Mereka turun lalu memesan nya pesanan pun datang mereka pun makan dan nikmati.
"Sayang..janji ya tidak ada air mata lagi. kata Noval disela-sela makannya, [ Aku akan nebus semua waktu yang hilang dulu Ra, aku janji dalam hati Noval.]
"Ponselnya gimana suka, coba buka suka gak? ,Oya.. dimobil sebentar aku ambilkan." kata Noval. Lalu Noval kembali dan memberikan ke Dera.
Dera membuka ponselnya yang tadi Noval belikan untuknya, Keluaran terbaru untuk Dera. " terima kasih Val, harusnya gak usah repot-repot beliin aku, jatah jajan kamu berkurang kan jadinya". ucap Dera.
"Sudah terima aja Ra, aku Rela kok uang jajan aku dipotong sama Bunda. Kartu cardnya itu masih yang lama, tadi sudah dipindahi ke ponsel kamu., Ada Nomor aku juga". Dera membiarkan dimeja.
"Jadi nolak ni...?"goda Noval.
__ADS_1
"kalau boleh." kata Dera.
"Jangan dong, ini benaran untuk kamu, jangan ditolak, Kakinya sudah enakan kan ". tanya Noval.
"Iya sudah enakan kok" jawab Dera.
Lalu mereka pulang, hari sudah malam di mobil mereka banyak berdiam, walau sesekali ada obrolan maklum baru ketemu jadi irit omongan.
🍀🍀🍀🍀
Sampai rumah Noval tidak langsung pulang, Noval ngobrol dulu bareng ayahnya Dera.
" Oh ternyata kamu, Novalnya Dera yang menghilang".tanya ayah Dera.
"Iy Yah.. ". kata Noval sambil garuk-garuk kepala.
"Iya yah". jawab Noval .
"Ayahmu itu teman SMA Ayah, Ayah cukup dekat tapi, waktu itu ayah kamu menghilang gak tau dia lanjutkan kemana tapi beberapa waktu yang lalu kami bertemu di reunian SMA ". cerita ayah.
Mereka bercanda gurau saling lempar pertanyaan yang membuat mereka tertawa.
"Kamu kenapa kok ninggalin putri Ayah".
"Ada yang harus Noval urus , jadi Noval pindah sekolah saat kelas tiga dan lanjuti disana " jawab Noval
"Aku tak tega liat Dera seperti ini Yah,Tapi Noval Harus lakuin itu." sedikit lirih
__ADS_1
"Oh ya, Kapan-kapan kita makan di luar ajak orang tua kamu Val sudah kangen Ayah dengan ayahmu haha.."sambil ketawa lepas .
"Iya yah.. aman itu mah" . ucap Noval
"Ayah..kok asik bener ceritanya sudah malam kasihan Novalnya". kata Dera.
"Jadi ceritanya mau usir calon mantu ayah." jawab ayahnya.
"Bukan gitu , sudah hampir malam Yah,
kasihan Novalnya pulangnya malam". Ucap Dera.
"tidak apa sayang, sekali-sekali gurau dengan ayah." kata Noval.
Dera duduk di sebelah ayahnya, melihat Noval yang masih santai, menghadapi Ayah Dera. [ Apa jadinya kalau bener Noval bakal rebut Dera dari Dian dan apa yang harus jelasin ke Kak Dian, sementara ayah senang sekali bisa bertemu Noval kembali. Apa lagi ternyata Noval adalah anak Sahabat ayah ketika SMA dulu.] Dalam hati Dera.
"Ayah ..Val, Dera ke atas ya ngantuk."
"Iya sayang.".kata Ayahnya
"Mimpikan aku Ra " , kata Noval.
"Dera pun hanya tersenyum, dan pergi meninggalkan mereka yang lagi asik ngobrol sambil bercanda.
🎵🎵
🎵🎵
__ADS_1
hay gaes.. jangan lupa like, koment, dan vote ya terima kasih..