Jodohku Seniorku

Jodohku Seniorku
95. Dawet Ireng


__ADS_3

Dalam Perjalanan pulang,Noval meminta Dera untuk tidur, tapi bumil satu ini tidak henti-hentinya bernyanyi, memutar radio kalo tidak memutar DVD kesukaannya.


Ntah lah ia begitu bahagia, karena bebas dari penjara baginya, karena satu minggu dihukum oleh Noval, begitulah keluarga kecil itu, Noval tidak akan memarahinya atau menyetop uang belanjaan Dera, melainkan kegiatan Dera.


Noval akan membawa Dera pergi jauh dari banyak orang, dan memberinya makan banyak, untuk melakukan sesuatu aja dilarang oleh Noval.


Sangat posesif sekali, dan akan membuat semua orang disekitar, akan menggelengkan kepala, Noval kesini makin Dewasa bagi Farel sahabatnya, yang dulunya ambil sikap sesukanya, kini tidak ia lebih bijak, tapi bukan berarti kemarin-kemarin tidak bijak, hanya beda saja.


"Sayang.. apa kamu tidak capek hem"


"Tidak.. karena kita kembali ke kerumah, Nanti Aku ingin berendam di bathup, dan bermanja ria, ranjang tidurku yang lama aku tinggalkan."


"Sayang... apa kamu tidak menyukai, aku bawa tempat itu?"


"Siapa bilang, aku suka, pake banget lagi, aku berterima kasih kepada allah karena kamu hukum aku"


"Kenapa begitu?" tanya Noval binggung.


" Ya karena aku, akan bersamamu hingga tua nanti" ucap Dera


" Itu judul lagu sayang" menarik hidung Dera.


" Ya ... Bener itu judul lagu, tapi bener aku ingin bersamamu sampai hari tua nanti sayang, Melihat anak kita tumbuh dewasa" kata Dera


"Semoga sayang.."


"Aku tak ingin dipisahkan lagi, oleh waktu yang lama seperti dulu" Noval lalu mengecup punggung tangan Dera.


Perjalanan yang melelahkan, akhirnya Dera tertidur, dan saat perjalanan Noval mendengarkan lagu yang ada di radio mobilnya, beberapa jam menghantarkannya memasuki rumah, kali ini Noval tidak tinggal dirumahnya yang berada di villa berkawasan elitnya, walau terkadang mereka tinggal disana, namun sejak kehamilan Dera, Noval memutuskan kembali kerumah orang tuanya, niatnya nanti saat Dera dan kandungannya sudah 6 bulan baru mereka akan balik kerumahnya.


Sampailah , disebuah Rumah yang yang diridukan rumah keluarga kusuma,


Dera telah bagun sedari tadi, ia turun segera mencari Ibunya ternyata Ibu ada di taman belakang bersama ayah.


"Sayang.. kamu datang?" Ibu merentangkan tangannya siap menerima pelukan anak tersayangnya.


"Iya Bu..., Dera kangen Ibu "


Dera yang kangen dengan Ibunya, Noval yang mengerti ia hanya gelengkan kepala, dan memilih duduk setelah bersalaman.


"Sayang segitu kah kangennya?" tanya Noval


"Ih sirik aja nih, aku beneran kangen ibu, masakan Ibu" mengkerucutkan bibirnya.


"Sekarang kamu mau apa nak?" tanya ayah


"Mau peluk ayah lah" ucap Dera spontan langsung mendekati ayahnya.


" Perut kamu sudah keliatan sayang" ucap Ibunya.


" Iya.., Ibu mau rasain perut Dera tidak?"


" Emang kenapa Sayang?"


" Emm perut Dera berkedut"


"Oya..," Ibu terkejut dan bahagia, ia menutup mulutna dengan tangan.


" Syukurlah Nak" ucap Ayah.


"Sayang... Nanti lagi ceritanya, sekarang istrahat kekamar yuk mandi dulu kita" ucap Noval yang tak ingin sang istri terlalu capek.


"Bu...Kak Noval gitu, apa-apa tidak boleh kesel Dera" ucap Dera.


"Sayang.. bener kata suami mu istrahat manti kita cerita lahi kan mau tidur sini kan?" kata ayah"


Dera pun berdiri dengan wajah kesalnya, Noval mengajak sang istri untuk istirahat, dia gak ingin Dera lelah akan perjalanan, karena besok akan cek up kandungan Dera,


" Tong...Papi tak sabar tunggu besok, papi mau liat kamu" mengusap dan menciumnya tak lupa kepada Dera, dan dibalas dengan senyuman oleh Dera sedikit terpaksa.


Sebelum tidur Noval meminta Dera untuk mandi terlebih dahulu, agar lelahnya berkurang, kemudin setelah mereka siap mandi keduanya siap tidur, karena memang lelah, membiarkan Noval memeluk Dera tepat di Perut Dera, Dera pun begitu nyaman akan pelukan yang dilakukan oleh Noval, Sehingga ia tertidur dengan pulas.


🍃🍃🍃


Sementara Ibu dan mb kokom, menyiapkan makan malam mereka, Ibu memasak kesukaan Dera soto PadangnyaTak perlu banyak.


Dikamar Dera terbangun dari tidurnya, ia segera mencuci mukanya setelah itu akan kebawah melihat Ibunya, Dengan menguncir rambutnya, Dera baguni Noval tiba-tiba sangat menginginkan sesuatu.


" Kak Bangun... KaNov.." panggil Dera


" Iya Sayang..? dengan suara seraknya."


" Aku lapar, tapi pengen makan sesuatu"


" Iya sayang.. mau apa biar dicari"


" Pengen dawet ireng, tapi pakai cincau dan mutiara "


"Katanya laper, kok minuman"


"Sate Lilit ikan, Ada gak ya KaNov?"


" Nanti aku browsing ya sayang, atau tanya yang lain, aku mandi dulu sayang"

__ADS_1


"Aku kebawah ya sayang" ucap Dera


"Iya." ucap Noval dengan senyum manisnya.


[ Hem jam segini apa masih ada apa Dawet, yang dia mau hari sudah mulai sore, dan ini lagi cari Sate lilit ikan dimana coba, hem anak gue macam-macam mintanya, ucap Noval dalam hati ].


Noval nanyakan ke Dewa dan temannya, dimana ada dawet ireng plus mutiara dan cincaunya Begitu pula warung satelilitnya.


Setelah mengetahi dimana lokasi tempat penjualnya Noval segera mengambil jaket dan memakai topinya, mengambil kunci motornya, menuruni anak tangga .


"Mau kemana rapi amat?" tanya Ibu


" Pergi berjuang, mendapatkan sesuatu yang diinginkan" kata Noval sambil berpamitan dan bersalaman.


"Kemana nak? kata ayah yang baru datang


"Keluar yah, Berjuang untuk cucu Ayah" canda Noval.


"Melihat Noval pergi dengan tingkahnya, membuat ayahnya gelengkan kepala.


Di dapur Dera hanya melihat Ibu masak, duduk manis dikursi tangan dilipat dimeja "Kamu mau apa sayang?"


" Es dawet Bu"


" Jadi Noval...?"


" Iya.."


"Non ini susunya" ucap mbak Kokom


" Makasih mbak kokom"


"Sayang.. masih susah makan?" tanya ayah.


" Iya.. Yah.." sambil minum susu hangatnya.


"Kalau gitu habiskan susumu sayang" ucap Ayah.dan diangguki Dera.


🍃🍃🍃🍃


Di perjalanan Noval melaju dengan motornya, menuju kepenjualan yang ada Es dawetnya,


sedikit jauh butuh waktu satu jam, menempuhnya.


Sampailah disebuah warung kecil, ia segera turun.


[ kelihatannya sudah habis, hadeh kurang gercep ni gue, melihat ponsel menanyakan hal yang sama tapi katanya sini paling enak


gimana doog ucap Noval dalam hati].


"Maaf mas ada yang bisa saya bantu?" ucap pria setengah baya itu dengan senyuman.


" Ah iya, apa dawetnya masih ada?"tanya Noval sopan


" Habis mas"jaeab pedagang


" Em gitu, saya kurang cepat ya pak, dengan muka lesu dan frustasi"


" Iya mas .., kalau boleh tau, mas tidak pernah kemari mas dari mana yah?"


" Oh.. iya pak, saya lagi cari dawet hitam, untuk istri saya yang lagi hamil, dan dia ingin Dawet seperti yang bapak jual, dan saya memang bukan orang sini pak" ucap Noval.


" Kasihan sekali, Bapak punya simpanan untuk jual Besok, kalau hanya satu porsi Bapak ambilkan"


"Beneran pak, terima kasih pak" ucap Noval.


"Alhamdulillah ya allah" ucap Noval.


Setelah mendapatkannya Noval pergi dari warung penjual dawet itu dan segera ke angkringan mencari sate lilit, yang tadi sudah pesan terlebih dahulu, jaraknya cukup jauh menempuh 35 menit.


Setelah sampai Noval segera menuju kesebuah angkringan dan menemui penjualnya, menunggunya sebentar dan mendapatkan yang Dera mau, Noval melajukan motornya dan pergi meninggalkan angkringan tersebut.


Sesampainya, dirumah sudah disambut oleh kekasih kecilnya yang cantik dan yang sudah obrak abrik hatinya selama ini.


"KaNov... mana? aku sangat lapar" kata Dera


"Ini, makan Ge, aku mandi bentar" kata Noval dan.pergi kekamar.


" Iya jangan lama-lama" ucap Dera


Dera meminta mbok mengantinya ke piring, Es dan satenya, Meminta ambilkan nasinya.


"Sayang pelan-pelan makannya?"


" Iya ..bu" ucap Dera.


Baru 3 tusuk Dera menghentikan makannya, dan meminum Dawetnya, Dia hanya ambil Dawet itamnya sedikit dan mutiara serta cincaunya, namun tidak ia habiskan.


"Sayang, Sudah makannya?" tanya Noval. yang dari belakang mengusap kepala belakang Dera.


"Sudah, aku sudah kenyang sayang" ucapnya


" Es Dawetnya?" tanya Noval lagi

__ADS_1


"Sudah juga" jawabnya dengan enteng.


"Huuuh.. membuang nafasnya lembut, Iya Deh.."


Ibu hanya menggelengkan kepala dan tersenyum melihat keduanya.


"Semoga selalu diberkahi kebahagian untuk mereka ya Bu" ucap Ayah.


"Iya Yah" ucap Ibu.


Dera memilih kekamarnya, seperti biasanya, ia merasa mual setelah makan sesuatu.


Noval mengikutinya dari belakang,Mengusap perut Dera, Dera yang tengah rebahan.


" Tong jangan siksa mami kamu ya, kasihan mami sudah makan, yang kamu mau setelah itu dimuntahkan" ucap Noval,Dera tersenyum.


Jam telah berganti malam, mereka makan malam bersama dengan keluarga lengkap,


Noval makan dengan lahap karena memang sangat lapar.


Siap makan mereka pergi ngobrol banyak. yang mereka obrolin dari kandungan Dera yang memasuki usia Empat Bulan, dan memberi masukan atas perjuangan suami untuk istrinya demi anak yang dikandungnya.


Lalu ayah menanyakan pekerjaan mereka geluti masing-masing, dengan bisnis properti yang Noval geluti serta cafe yang resmi mereka buka beberapa bulan yang lalu.


keluarga kusuma cukup bahagia, karena lengkap dangan kehadiran anak dan mantunya, Hari sudah malam Noval ajak Dera kekamar, Dera dan noval menuju ranjang dan tertidur.


🍃🍃🍃


Pagi hari Noval sengaja menutupi tubuh Dera dengan selimut dan mengecilkan Ac nya, agar Dera tak tersiksa dipagi hari dengan mutahkan sesuatu diperutnya, memeluknya dengan hangat.


Tapi tetap saja karena harus laksanakan ibadah subuhnya, untuk ambil air wudhunya.


bau air dingin membuat Dera tersiksa dipagi hari, untungnya Noval selalu sedia air hangat di kamar.


Setelah memuntahkan sesuatunya Dera ambil air wudhu dan melsksanakan sholat berjemaah bersama sang suami,Berdoa agar semua lancar hingga kepersalinan.


"[ ya allah, beri ku kesehatan begitu juga calon anak ku yang berada di perutku, jaga dia untuk ku ya allah , mudahkanlah dalam persalinanku ya allah ya rob] amin.


Begitu pula dengan Noval, [ ya allah.., berikanlah kelancaran kepada hamba,dapat menuhi segala keinginan iatri kecil hamba, beri lah kami kesehatan, beri kami kelancaran atas rizkimu ya Rob] amin.


Selesai sholat berjemaah Dera duduk, diranjang tidur dan senderkan badannya, Rasanya malas untuk gerakin badannya dan diikuti oleh Noval yang duduk di tepi ranjang.


"Yang, nanti jadikan cek up"


"Iya, Kita ke Dr .shely aja.. "


" Kenapa bukan Jihan?


" Jihan masih Dr. umum yank"


"Oh gitu"


"KakNov..aku ntar Sore pergi kuliyah boleh?"


"Aku kangen sama mereka"


" Iya sayang Boleh.."


"Apapun itu sayang Asal kamu bahagia bersamaku , aku akan lakukan terkecuali tidak meninggalkan ku" kata Noval.


"Val.. aku lagi hamil, masa iya aku tinggalin kamu, yang ada aku takut kehilangan kamu, ketika badanku melar dengan perut yang buncit seperti orang penyakitan tau gak" mata Dera berkaca-kaca.


"Sayang..maafkan aku yah, aku tak akan pernah meninggalkanmu, cukup dulu sayang, aku tak ingin mengulangi kesalahan ku, cukup sayang jangan nanggis ya" kata Noval yang memeluk Dera


"Sayang aku janji.. akan tetap disampingmu, apalagi nanti ada jagoan kecil kita, yang akan menemani hari-hari kita."


Ia merasa bersalah karena sudah membuat istrinya sedih, mencium kedua pungung tangan Dera, dan kening Dera.


"Aku buatkan susu dulu ya sayang" ucap Noval dan Dera menganggukin kepala.


Tidak lama Noval kenbali, membawa susu rasa kesukaan Dera, Dera menerimanya dengan senang hati.


"Sayang..., sehat terus ya di dalam sana hingga waktunya tiba papi juga mami peluk kamu" ucap Noval


"Papi juga bersyukur sayang kamu hadir diperut mami, terima kasih ya nak"


" Kamu juga sayang, Terima kasih sudah bersedia menerima dia dirahim kamu, dia anak-anak ku, dan keturunan ku"


"Iya yang.. aku bahagia kok dia hadir disini, aku berharap bisa menjaganya sampai dia tumbuh besar, dan akan menua bersama mu"


"Bentar ya aku buat janji, sama dokter shely biar tidak lama menunggu disana" mengecup pipi Dera, Dera hanya tersenyum.


" Papi kamu tidak sabar sayang, kamu sudah keliatan, baju mami pasti banyak yang kecil,


kamu tumbuh menjadi ank mami yang soleh ya, namun jangan bucin kaya papi kamu, karena itu menyiksa diri nak"


"Sayang.. jangan Racuni otak anak ku seperti itu sayang tidak baik" ucap Noval


"Tapikan aku tak ingin anak ku sebucin dirimu sayang" cemberut.


" Iya..iya maafkan aku sayang" ucap Noval menenanfkan Dera.


"Yah sudah kita siap-siap yuk, katanya kita mau pergi cek up", liat dia sayang sambil menunjuk ke perut Dera.

__ADS_1


" Iya yank, aku tau baju apa ya pasti pakaian ku banyak kekecilan yank"


" Yah sudah aku bantu cari yuk" ucap Noval dan mengacak rambut Dera yang lembut.


__ADS_2