
Noval kembali dengan membawa wadah yang isinya air panas, lalu ia tempelkan ke lebam Dera.
"Sstt..meringis
Lalu diulangi lagi oleh Noval
"Sssttt.. " menahan sakit
Pelan-pelan yang sakit..." kata Dera
Noval hanya diam, dia masih dengan fokus mengompes luka Dera, lalu ia cari crem lebam dan olesi.
"Yang udah biar aku aja.. sini..." meminta crim lebamnya, Noval masih diam aja, ia tak hiraukan omongan Dera.
"So sweet...." kata Putri
"Husst... " kata eva
"Kamu kapan sampai yank" tanya Dera memecahkan suasana,tapi tak dijawab dengan Noval, Noval pun berlalu pergi.
****
Pagi pukul 06.00 subuh mereka seperti biasa apel pagi dan penyerahan slayer, setelah diberikan semua, mereka menikmati teh hangat, Dera kumpul bareng temannya. Noval tidur diatas mobilnya.
"Ra...Kak Noval menakutkan.." kata lena
"Iya Ra..."jelas Irma
"Jangan kan lu, gue aja takut" kata Dera
"Luka lue gimana?"
"Sudah enakan kok"
"Iya dong semalam kan sudah di obati" kata Adi
"Mereka tertawa"
"Der... selamat ya kata laki-laki itu, ia ulurkan tangan.
"Iya makasih kak"
"Der.." memegang tangan Dera
"Kak lepasin bisa?"
"Val.. tahan rame ini val" kata Farel yang melihat semua ysng ada dilapangan
__ADS_1
"Tapi...et dah sial brengsek..." kata noval dari kejauhan.
" Jauhi gue kak"
" Tidak...gue ingin lo tau gue cinta lo"
"Tapi...kak gue tidak bisa maafin gue"
"Dera pergi ke tendanya dan laki-laki itu pergi.
"Ra.."
"Hemm..
"Lu pulang dulu ge.., ni ransel lue gue tidak ingin kak Noval keluarkan emosinya disini" kata Lena
"Gue tau dia lagi marah" jelas Lena
"Baik la.. gue duluan" kata Dera tak lama Noval mendekat.
"Yang.. pulang yuk" kata Dera
"Ayo...,aku sudah ngantuk sekali yang" kata Noval.
"IL... gue bawa Dera pulang duluan ya..:
"Oya sudah"
"Dera pun masuk dalam mobil"
"Rel... yuk pulang" kata Noval.
"Farel pun bangun" dan melajukan mobilnya.
"Gimna Ra.." tanya Farel
"Berhasil ni slayernya" sambil tersenyum bahagia.
"Pinter.."
"Iy dong"
"Kak..sampai sini jam berapa?"
"Sekitar jam sebelasan"
"Sayang.. , tidur ge nanti kalau sudah sampai aku banguni ya"
__ADS_1
"Hem.."
Diperjalanan memang Dera letih dengan cepat ia tertidurmelihat Dera tertidur Noval teraenyum
"Sudah resiko Val.., lo nikah muda dengan jiwa dia yang memang masih menggebu- gebu selalu banyak teman, lain halnya lo yang lo habiskan untuk masa depan lo, dengan berbagai urusan pekerjaan walau selalu banyak teman dan lo harus faham Val"
"Huntung amarah lo tadi bisa tertahan kalau tidak kasihan Dera bakal malu dengan kejadian itu kalau terjadi" jelas Farel
Noval hanya diam [ Memang bener apa yang dikatakannya sempat emosi tadi pasti ntah apa yang terjadi]
Farel hanya tersenyum melihat keduanya,
Farel melajukan mobil dengan alunan lagu lagu semangat pagi, perjalanan selama satu jaman lebih sampailah kerumah mewah wijaya.
Noval sudah bagun sejak tadi, tapi dia hanya fokus dengan jalan dan mandang bidadarinya yang duduk dikursi penumpang sedang tidur.
Noval langsung buka pintu dan menggendongnya kedalam Farel pun mengikuti nya.
"Assalamualaikum Bun..
"Walaaikumsalam...
"Dera langsung bawa ke kamar saja Val.." kata Bunda
"Iya bun.."
"Setelah itu kalian bersih-bersih dulu, mau makan atau langsung istirahat" tanya bunda "Noval istirahat dulu bun."
"Sama Farel juga bun " capek banget badan Farel.
"Yah sudah bersih-bersih dulu, jangan langsung istirahat"pesan bunda
"Iya bun"
Mereka menuju kamar, sampai dikamar Dera diletakin disofa dulu dan Noval langsung mandi sedikit lama,akhirnya ritual mandi telah siap ia bangunkan istri tercinta yang cantik.
"Cup.. sayang... bangun dong kita sudah sampai sambil c*** keningnya lagi.
"Hei.... mandi dulu ge.. baru nanti tidur lagi"
Dera bangun, sambil ucek-ucek matanya
"Iya yang"
Lalu ia pergi ke kamar mandi dan mandi sedikit lama ia berendam di bathtup dan setelah merasa cukup pun ia keluar dari sana dan memakai baju terlihat muka lelah suaminya yang telihat tertidur.
Ia pun ikut tidur disamping Noval mendarat ciuman pipi dan lalu memejamkan matanya.
__ADS_1