
Pagi hari rasa sakit itu hilang, walau sedikit pusing, Noval seperti biasa ia siapkan sarapan dan mau pergi kantor.
"Yang... kita balik rumah Bunda aja gimana atau aku carikan Art aja ya?" kata Noval
"kok tiba-tiba..."
"Tidak apa kalau tempat bunda, kamu ada temannya memang sedikit jauh ke kampus"
"Kalau iya kita nanti pulang kesana,
kalau tidak kita cari Art, yang umurnya paruh baya gimana?" tanya Noval meminta pendapatnya ke Dera.
"Tau ah yang, Berat tempat bunda ajalah" jawab Dera
"Baiklah nanti sore kita kerumah bunda,
ke kantor dulu sebelum kuliyah.sekalian ke kantor yang, belum pernah ikut kantor kan.?"
"Iya yang...."
Mereka siap-siap kekantor
"Yang... Rok nya ganti , Cari sedikit panjang ya" titah Noval.
"Kepalanya masih sakit.." tanya Noval
"Tidak lagi, udah enakan?"
"Dera kebawah cari obat yang ia beli semalam
""Kamu cari apa yang?"tanya Noval
"Obat... semalam sudah aku beli."
"Ini.... menunjukan botol kecil"
"Sayang... mulai hari ini Tidak boleh, kita terapi aja"
"Yang balikin, aku butuh itu"
"Tidak...." ucao NovalObatnya langsung dibuang ditempat cician piring dan dibasahi oleh Noval.
__ADS_1
"Kamu jahat aku butuh itu" Dera menanggis
"Aku sayang kamu, aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa"
"Efeknya kesini , maka terkadang kamu suka "radang" Dera hanya dalam diamnya.
Maafkan aku Val"
Setelah berdebatan pagi hari, mereka berangkat hari ini Dera temani Noval kekantor.
"Sayang nanti kamu istirahat diruangan istirahat akuya, kamu tidur disana"
"Iya yang..."
Dikantor nanti jam 09.00 wib, aku ada metting,diruang metting kamu jangan kemana-mana.
"Tapi masuk jam 10.00 Wib:
"Sudah ikut aja ya"
"Iya..."
Sesampai sana Noval siapin berkas, dan ia pelajari melihat Dera tiduran disofa.
"Masuk kamar ge, jangan disiniv
"Baik la." Dera segera pergi keruangan itu.
Melihat hari sudah pukul 09.00 ia segera pergi keruangan yang sudah dijemput oleh seketarisnya.
Dera lama menunggu ia tertidur, sampai Noval balik lagi ke ruangannya, lalu lihat Dera tertidur ia berusaha banguninya.
"Sayang bangun katanya mau kuliyah ayok bangun" panggil Noval, Dera terbangun Noval langsung cup di b**** Dera, Dera tersenyum.
Noval mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa, kepalanya sudah enkan belum "Sedikit rasa sakit" Beres-beres sekarang mau berangkat kuliyah, Noval gak banyak omong.
"Yang pasti ia harus makangak boleh tak"
"Iya yang..."
Mereka menuju kampus dan Noval mengantarnya hingga pintu masuk ruangan lalu ia pamit untuk pulang.
__ADS_1
Noval balik lagi ke kantor, kerjaan yang menunggu.
"Mana istri kecil lu.." tanya Farel
"Sudah gue antar kuliyah, ada kuliyah hari ini dia."
"Sial banget gue Rel.., delapan bulan nikah tidak tau dia ada apa." mengacak rambutnya.
"Emang ada apa rupanya?" tanya Farel .
"Kemarin radang, lu tau yang mengejutkan lagi pulang dari Cafe, sakit kepalanya pulang langsung tidur dia , setelah minum obat*****,
Gue mau marah gimana, gue tidak ingin ia liat gue marah, nanggis yang ada".
Nanti sore gue pindah tempat bunda, biar Dera ada yang peratiin, kami putuskan untuk sementara dia tinggal tempat bunda.
"Jadi lu apain Dia tiba-tiba lu umumi pernikahan lue"
"Gue takut dia keburu hamil,
"Sudah lue bobol tu bocah"
"Br*******ah lu pake tanya segala.."
"Beh... akhirnya tanggulnya jebol..."
"Ssstttt jangan keras-keras ngapa"
"Rel... laporan tadi dong"
"Iya entar gue ambil sebentar,tak lama Farel datang lagi"
" Terus kenapa ly kesini lagi hem.."
"Kemal gue..."
"Iihh apaan lue. ..."
"Keluar Fal. .."
"Iya gue keluar...:
__ADS_1
"Bercanda dengan Farel sedikit kepo, ia akan siap beberapa email."
"Selamat menikmati Senyum malu"