
"Yang... pulang yuk" Bisik Dera ia nahan kepalanya yang tiba-tiba sakit.
"Iya bentar ya yang..." kata Noval, lalu Noval memberikan uang ratusan ke Dewa..
"Lo mau kemana? tanya Dewa
"Gue pulang dulu ada urusan, Len... Ran Li.. gue duluan ya" ucap Noval
"Kok buru-buru.." tanya Rani
"Iya gak papa, Dera capek kuy"
Mereka berpelukan, "besok bertemu dikampus."
"Oke...sip..."
"Ayo yang.."kata Noval
"Dah..."kata Dera
"Yang.. cepat buka pintunya"
"Kamu kenapa si"
"Yang langsung pulang cepat yang"
"Kamu kenapa hemmm..." tanya Noval Panik,Dera diam aja..
"Sayang jangan buat panik.."
"Dera mènghela nafas aku gak papa kok yang"
"Tidak mukin kan tiba-tiba, kamu malah ajak pulang dulu"
"Yang plis jangan banyak bicara bisa" kata Dera dengan nada kesalnya.
"Oke ..."
Selama di perjalanan Dera tarik- tarik rambutnya,Sesampainya dirumah, ia langsung buka pintu dan cari kotak obat.
"Ia cari obat yang mengurangi rasa sakit "
"Sial tinggal satu, ia minum obat itu dan langsung pergi kekamar untuk rebahi badannya.
__ADS_1
Melihat Dera yang buru-buru sedikit aneh, ia cepat menyusul sang istri, ia melihat ada bekas obat, ia tau itu obat apa, ia kemudian cari Dera dikamarnya ia sedang pejamkan matanya sambil menarik narik kepalanya,
Noval keluar, menutup pintunya kembali
sial, kecolongan gue, minum obat ginian sakit apa sidianya.
" Ia langsung keluar dan gas mobilnya ke praktek Jihan.
"Sampai disana ia bertemu Jihan.....Jihan persilakan Noval duduk lagi"
"Ji...tolong jelaskan efek samping obat ini...,
kalo kebanyaan bisa ke ***** atau *********
"Kenapa..sial.... B****s**...... kok gue baru ngeh"
"Emang ini obat siapa Val...?"tanya Dr.Jihan
"Istri gue Ji...." tanya Noval
"Lue tidak tau dia konsumsi ini?"tanya Dr.Jihan
"Lu jaga dia Val...aku mohon, lue harus lebih perhatikan makan dia dan istirahat dia.
"Iya sama-sama"
**
Sampai rumah Noval lesu..ia segera melihat sang istri, tapi sang istri sudah tertidur,
"Apa lagi sayang yang aku tidak tau dengan dirimu sayang"lirih Noval mengusap kepalanya dengan lembut dan menciumnya.
Ia mandi dan segera tidur disebelahnya,
mencium punggung Dera, dan ikut dalam mimpi Dera.
**
Dera bangun Hari mulai gelap ia melihat Noval masih tidur, ia segera kekamar mandi untuk mandi, kepalanya lumayan tidak sesakit tadi, ia pergi keluar kamar mengambil kunci motor dan melajukan motornya menuju Apotik, lalu membeli sate unntuk mereka berdua lalu pulang, pasti Noval sudah bangun kasihan pasti capek dia, benar saja saat ia masuk kamar Noval belum bangun.
"Yang bangun...makan yuk."
"Iya..bentar"
__ADS_1
"Yang.. ayo.. aku sudah lapar "
"Astaga sayang ... kok tidak banguni kamu lapar ya, Aku masak dulu"
"Yang gak usah aku sudah beli sate "
"Sate yang.. makan timun ..."
mereka makan,Noval hanya diam kali ini dia gak nanya-nanya semua ditahannya, tak lama ia ambil obat dan meminumnya.
"Obat apa tu yang? tanya Noval
"Hem.."
"Obat apa...? tanya Noval lagi
"Kepalanya masih sakit banget Val"
"Kok bisa si hem..."
"Ntah tiba-tiba aja.."
"Apa sebelumnya kamu sudah sering begini yang? tanya Noval menyelidiki, Dera menganggukan kepala.
"Sejak kapan...?tanya nya lagi
"Sudah lama, sejak aku kehilangan mu"
"Val tanyanya nanti aja ya aku nutuh istrahat"
Cup....
Meninggalkan Noval, Noval masih dalam diamnya..
[Tunggu Val... kalo ngmong sekarang yang ada ntiksa dia... ni aja di ajk ngmong dia g bisa.. dalam hatinya]
[Sayang seneng banget hukum aku gini,
Rasa bersalahku semakin banyak aja, Apa emang balik ke rumah bunda, untuk selalu jagain dia atau gimana]
"Aahhh..." mengacak rambutnya..
Dera di kamar menanggis karena buat cemas Noval, tapi ia cepat tidur besok pagi harus bertemu matahari.
__ADS_1