Jodohku Seniorku

Jodohku Seniorku
46. Kambuh


__ADS_3

"Ra... kenapa muka lue pucat" tanya Lena


"Gue mual ni asam lambung gue naik radang usus gue kambuh.


"Gue duluan ya aku gak ikut mapel pak Sidik ya?


"Gue antar" titah Lena


"Tidak usah"


"Ra kali ini aja Ra nurut" meninggikan suara karena khwatir


"Terserah lue la Len..."


Lena membawanya pulang,


"Pulang kemana, gue gak tau rumah lue Ra"


"Jalan xxx"


"Yah sudah, kamu sabar ya"


Lena melajukan mobilnya dengan cepat sesampainya dirumah Lena buru-buru bawa Dera ke kamar dan rebahin Dera diranjang, dan menelpon Noval.


Noval lagi kerja tiba-tiba telpon berbunyi, Noval tersenyum melihat layar ponselnya ternyata istrinya.


Noval


Sayang..ada apa hem


Lena


Kak ini Lena, tolong pulang sekarang Dera sakit kak.


Noval


Baik la gue langsung pulang.( memutuskan telpon


"Rel gue pulang dulu Dera sakit" Noval lari-lari kecil.


Sampai parkiran ia melajukan mobilnya dengan kencang dan teringat dokter Jihan.


Noval telpon dokter Jihan.


"Ji.. tolong kerumah gue , istri gue sakit gue masih jalan pulang".


"Baik la Val gue kesana".


"Baik.. " lalu di matikan ponselnya, ia buru- buru ke rumah sampai dirumah ia melihat mobil Jihan sudah disana.

__ADS_1


Dia buka jas kerjanya dan sepatunya lalu pergi keatas menarik bajunya dan melipat ke atas lalu ia buka pintu kamarnya.


"Gimana Ji istri gue"


"Dia demam biasa dia kecapean, magnya kambuh begitu radangnya, tapi sudah gue beri obat diinfusnya dan gue beri suntikan.


"Syukurlah: kata Noval Lega


"Yah sudah kita bicara dibawah" kata Noval "Len titip Dera"


"Iya kak"


[Wah karismanya keluar, baru tau gue kak Noval yang seru dan romantis ternyata..,


pokoknya TOP banget la, beruntung lue Ra sambil tersenyum]


Dibawah Noval mengajak Jihan Duduk dan membuatkan teh hangat.


"Makasih..." saat Noval memberikan Teh hangat ke dokter jihan


"Val.. lue tu harusnya jaga dia, jangan biarkan dia telat makan, itu bisa akibatkan fatal Val dengan radangnya.


"Lue gak kasihan apa,dia juga kelelahan tenaga dia terkuras, Rmang lu apain sih istri lue sampai seperti itu Val?"


"Emmha..:Noval menghela nafas kasar nya


"Iya salah gue..,kemarin dia kekeh ikuti kegiatan di kampus, dia bahagia karna dapat slayer yang selamanya akan ia sandang, soal makan gue tidak tau disana dia makan apa aja " dengan wajah menyesal.


ya sudah gue permisi dulu, gue g


tidak enak tinggalin kerjaan gue lama-lama


"Baikla terima kasih banyak Ji."


"Nanti kalau infus mau habis lu telpon gue aja Val"


Setelah mengantar DokterJihan Noval naik ke atas.


"Len.. boleh gue tanya..?"


"Iy kak.."


"Kemarin dia makan apa aja disana?


"Makan yang kita masak kak, Ada sambal yang pasti kak,oya kak gue permisi ya mau ngmpus ada mata kuliyah titip salam ke Dera cepat sehat"


"Iya makasih Len"


Noval duduk ditepi Ranjang menggenggam tangan Dera.

__ADS_1


"Sayang.. kamu nakal ya,sudah mulai tidak mau nurut ya, telat makan, makan yang pedes..hem.." menmmbuang nafasnya.


"Aku gak kuat sayang, kalau kamu berbaring lemah gini" Noval menanggis.


Lena mendengarkan Noval didalam pun ikut nangis, kak Noval begitu mencintai dan menyayangi Dera, Ia pun merasa menderita melihat Dera kesakitan, lalu ia pergi keluar dan menutup pintunya menuju mobil dan pergi melajukan mobilnya meninggalkan dua insan disana


***********


Noval masih dalam tangisannya.mengenggam tangan Dera


"Kamu tidak tau aku sakit liat kamu gini yang, aku merasa bersalah kemarin sudah izini kamu pergi, Dan untuk seterusnya aku tak akan izini" ucap Noval lirih, Lalu Noval menghapuskan air matanya ia memesan bubur ayam untuk Dera nanti jika terbangun.


"Yang..." kata Dera yang telah terbangun..


"Sayang... sudah bangun bentar ya aku hangatkan buburnya"


"Yank..tidak enak"


"Sayang kali ini nurut ya" kata Noval


Dera lihat mata sembab Noval, ia habis nanggis.[Maafin aku ya Val..udah buat kamu khawatir terus.]


Tak lama Noval datang membawa bubur.


"Makan dulu ya yang.." kata Noval, dengan cepat Dera mengangguk kan kepalanya, dikit- dikit Noval menyuapinya.


"Siap makan minum obat ya yang, Tidak pake bantah, jangan buat aku gila yang" titah Noval,Dera hanya diam


"Yang.. udah... pahit.. mulutnya"


"Sayang...dua suap lagi yah" Dera nurut lalu membuka mulutnya lagi.


"Sayang...sudah" kata Dera


Lalu Noval meletakkan mangkok buburnya,


dan memberinya minum.


"Sayang...." Noval kecup kening Dera


"Kamu kali ini mau ya nurut, aku tidak mau kamu sakit, mungkin fisik kamu kuat, tapi kalau kamu telat makan dan jatuh sakit seperti ini gimana sayang"


"Sayang radang kamu itu kalau kambuh dilokasi lapangan gimana, sayang tindakannya operasi dan itu sangat Tidak aku ingini sayang"


"Kamu boleh lakuin apa aja, tapi tidak yang satu ini sayang,kamu ngerti kan yang" jelas Noval, Dera masih dalam diamnya.


Sangat disayangkan slayer yang ia raih kan ia lepas secepatnya, tapi ia gak ingin Noval merasa kwatir.


"Nih minum obatnya segera, lalu istirahat lagi ya"

__ADS_1


Badannya masih panas matanya masih kelihatan sayu lebam di kakinya belum juga hilang itu yang buat Noval geram, namun ia tahan dihadapan Dera dia gak ingin Dera melihat ia marah.


__ADS_2