
"Sayaang....nanti jangan lupa ke cafe" kata Noval cup.. kepipi Dera.
"Iya"
"Nanti aku tunggu disana"
"Iya... tuan Noval Bawel"
"Tring...diara pinsel Noval berdering.
Farel
Val.. dimana ? tanya Farel..
Noval
Dirumah ni dah mau pergi..
Farel
Lu langsung ke kantor AY ya.. gue langsung kesana kita ada persentase disana...
Noval
Iya....
Farel
Oke gue tutup dulu...
"Yank udah nanti jangan lupa, kecafe aku tunggu disana aku pergi dulu " ucap Noval Buru-Buru
"Bun Noval pergi dulu"
"Iya hati-hati" kata Bunda.
Dera membawakan jas serta tas kantornya,
mencium kening dan pipi, ia langsung pergi melajukan mobilnya .
"Sayang" panggil Bunda.
"Iya bun, nanti bunda mau berkunjung ke rumah Nenek,bersama ayah sekalian mau cek yang disana, Tadi Bunda mau sampaikan ke Noval, tapi Noval gak berhenti-hentinya bicara"
"Hehe ya bun"
"Dia sangat mencintaimu sayang, sangat mencintai kamu, Kamu tau dulu, Noval sempat nolak untuk pergi, dan jalani bisnis Ayah, Tapi dia milih yang jalani sekarang:
"Karena Tak ingin jauh darimu,merasa gagal melupakanmu, sepulang sekolah langsung ngantor untuk belajar dan belajar tak ada hari libur baginya"
"Iya Bun Dera juga mencintainya, sama seperti yang Noval rasakan" Dera tersenyum.
"Yah sudah Bun Dera siap-siap ya, hari ini ada kuliyah smpai jam makan siang."
"Dera nelpon orang cafe.
Cafe
"Iya Nona...
Dera
Nanti saya minta jam makan siang untuk siapkan soto padang dengan isi daging rabu ya..sama karena suami saya akan kesana
Cafe
Baik Nona...
Dera
Terima kasih pak lalu telpon di tutup.
"Dera mengendarai mobilnya kekampus, memasuki ruangan"
"Hai Len,kenapa lue.?" tanya Dera
__ADS_1
"Lu jadi keluar?" Lena balik nanya
"Sepertinya gitu"
"Kalau lu keluar gue juga deh, setelah mendengar jawaban dari Dera"
"Kenapa?" tanya Dera binggung.
"Tak papa, tak asik gak ada lue"
"Nanti ikut gue aja, gue ada kejutan untuk lu"
"Apa udah nanti lue juga tau"
Setelah pelajaran dimulai dua jam lebih mereka ke kantin setelah pesan ia duduk di bangku kosong.
"Kamu yang namanya Dera" kata wanita itu sopan namun sedikit sinis.
"Iya saya, siapa ya tanya Dera sopan?"
"Ada hubungan apa lu dengan Noval, sering banget gue liat lu dengan dia"
"Oh dia teman saya, maaf dari almamater kakak..? " menghentikan kalimatnya
"Iya..gue bukan siswa sini, tapi gue kenal Noval, pengusaha muda yang lagi naik daun.
"Iya..terus kenapa kakak cari saya?"
"Gue ingin menjadi orang satu-satunya dihidup dia."
"Oh... begitu, silakan kak kalau beliau berkenan, karena saya tau beliau memang tampan dan digilai setiap kaum hawa"kata Dera
"Oh ya kakak, mau pesan apa biar saya pesani sekalian "tanya Dera masih sopan
"Tidak terima kasih gue permisi "
Lena yang mendengarkan pun tertawa , setelah mereka pergi.
"Gila lu seolah-olah gak ada apa-apa, padahal lu bininya, istri nyonya Noval Wijaya" ucap Lena
"Maaf non permisi ini pesanannya."
"Masih kenyang gue, cuma butuh air jeruk hangat, yang ku idam- idamkan sejak lama.
"Kok gitu..?" tanya Leena heran
"Dirumah dilarang gue, Bunda sama Noval tak izinkan gue sentuh air jeruk:
"Lu gimana dengan Sendi.?:tanya Dera
"Gue tak lanjuti hubungan gue dengannya" ucap Lena
"Kenapa.. Cerita dong...?"
"Iya gue tak suka aja semakin kesini semakin
malas gue"
"Gue pikir dia mau bawa lu nikah" kata Dera
"Tidak Ra.." jawab nya
"Lu sendiri gimana ceritain dong"
"Gue lepasin ni slayer kebanggaan gue... , untuk dia berat banget, tapi ya sudahlah gimana lagi bini orang gue, bakal jadi mak orang bakal rempong" tersenyum kaku
"Jangan sampai ia marah de Len, gue takut
nekat dia kayak yang lalu-lalu"
ring..dreet..dreet...
"Ni orangnya nelpon" kata Dera setelah melihat layar ponselnya.
Noval
__ADS_1
"Dimana??
Dera
Kantin....
Noval
Oh y udah..
Dera
Hemm...matikan ponselnya
"Tukan gila kan dia untung gak minta Vc... bisa tambah gila tu anak"
"Len...sejak gue bertemu dengannya disini, dia gilanya makin menjadi, sekitar 5 tahun dia begitu ngebucin:
"Wajar... dia cinta banget dengan lu, lu celaka aja dia frustasi, badan tidak terurus, makan aja dia dipaksa"
" Tiga kali liat lu berbaring diranjang dengan infus serta luka-luka di badan lue Ra,padahal kala itu lue masih dengan Kak Dian, dia gak peduli hanya tangisan yang ia lontarkan"
"Lu tau orang yang celakai lue disekolah, ia tuntasin untuk diberhentiin dan keluarganya dikirim jauh dari kota, begitu juga orang yang buat lue celaka, di parkiran yang membuat lue lama sadar Ra, karena dia sayang lue. bahkan mungkin nyawa nya Ra, Jadi jaga perasaan dia Ra." jelas Lena
"Len... gue kangen dengan yang dulu..hem..
ada ratna..lia dan yang lainnya, kalau kumpul masih hangat gak yah"
"Pasti..nanti kita hubungin mereka yah" ucap Lena.
Bel bunyi... mereka masuk ke ruangan masing-masing.
Nanti temani gue ke bascamp ya?"
"Pasti gue juga akan nyerahin ini, tapi Tidak bareng dengan lue tapi secepatnya"
"Yuk kita masuk, ntar keburu masuk Dosennya" ajak Dera
Mereka masuk kali ini akhir-akhir ini Lili dan Rani jarang kumpul mereka, mereka sibuk dengan kegiatan yang akan mereka laksanakan Doda (Donor Darah), tapi persahabatan ke empatnya terus terjalin.
"Hei... girl..., sapa Lili...melamun aja lu Ra.."
"Lue lagi tak enak Body dengan senyum kecutnya"
"Tadi lu ditanyain kenapa gak pernah kebawah"
"Terus lu jawab apa?"
"Lagi ada di perpus cari buku gitu aja" ucap Rani
"Dera... Lili.. tolong suaranya, bukan tempat rumpi" beberapa mata mengerah mereka,
mereka diam dan melanjutkan belajarnya,
Jam telah berakhir.. mereka keluar..
"Kemana lu Ra" tanya Rani
Antar slayer lalu pergi lagi karena Noval sudah menunggu gue janji makan siang dengannya, gue duluan ya.. Ran.. Li.. dah..."
"Lu tak ikutan kegiatan:
"Tidak Li, gue tidak bisa" jawab Dera, Dera meninggalkan kedua sahabatnya itu
"Ayo Len.. , ajak Dera ke Lena menuju parkiran,Setelah menyerahkan selayer nya tadi.
"Ra... wow baru ni, biasa aja kado dari laki lu ya... mantap"
"Bukan, dari ayah Noval dan ayah gue ,
ceritanya nanti aja, Noval ntar nunggu lama Len"
"Masuk dan makai kacamatanya yang
memang cuacanya terik"
__ADS_1
Mereka keluar dari kampus, Lena berada dibelakang Dera karena memang gak tau kemana tujuan mereka ,Dera tidak memberi tau dimana tempatnya, 20 menit dari kampus sampai juga mereka di sebuah cafe,
Memarkirkan mobil mereka diarea parkir, Cafe dimana Noval telah menunggunya.