
"Val peluk aku, aku dingin"
"Iya sayang, sayang.. gimana hangat kan?" menahan air matanya agar tidak keluar.
Beberapa saat hening Noval memeluk Dera dengan senyuman namun Dera hanya diam aja mungkin karena dalam pelukan Noval yang menurutnya hangat.
Tapi ntah kenapa badan Dera tak bergerak, serta hembusan nafas pun tak terdengar oleh Noval.
" Sayang kok diam aja, kamu tidur ya?" ucap Noval.sedikit khawatir
Saat merenggangkan pelukan, Dera mejamkan mata dengan wajah yang pucat.
"Sayang.. kamu tidur ya, bangun.. Sayang jangan bercanda Noval menepuk pipi Dera, air matanya tak terasa mengalir begitu aja.
" Dera... , Dera Sayang.." Noval terus memanggil dan berusaha membangunkannya.
Noval semakin panik dan memanggil seluruh orang yang ada untuk segera kekamarnya,
Setelah dilihat denyut nadi oleh Shella yang kebetulan perawat, Sella mengulangi periksa ternyata memang Dera sudah tidak ada.
" Sella melihat suaminya dan menggelengkan kepalanya.Farel langsung memeluk istrinya"
" Maaf kan gue Val, Dera sudah tidak ada , dengan mata berkaca-kaca,
"TIDAK, tiak mungkin pasti ini salah , shella tolong priksa lagi atau tidak panggil Dokter untuk pastikan Dera masih baik- baik aja."
Sesuai permintaan Noval, Dera diperisa oleh Dokter yang telah di telpon oleh Shella, Namun jawabannya sama Dera memang sudah tak benyawa dan meninggal.
Noval Begitu terpukul atas kepergian Dera separuh hati dan nafasnya meninggalkannya.
dia merasa semua tidak adil karena telah memisahkan dia dan Dera.
"[ Sayang.. kenapa kamu pergi, apakah kamu tak ingin menua bersama menghabiskan sisa hidup kita,] menangis.
Kedua orang tuanya sangatlah terpukul terlebih Dera hanya anak semata wayangnya.
Ibu Dera menanggis dipelukan Ayahnya
" Anak kita yah"
"Iya bu, Iklasin ya Bu, mungkin ini jalannya" bisik Ayah Dera.
__ADS_1
Sementara Bunda coba menenangkan Noval karena kehilangan yang selama ini dia cintai.
Kepergian Dera membuat semua sahabat teman dari anggota *** datang untuk tetakhir kalinya sebelum ke peristirahatan terakhirnya, teman kampus Dera datang dengan mencoba memberi kekuatan untuk Noval, tapi Noval tak kuat untuk semuanya.
Mendengar Dav, Noval menggendong nya,
" Sayang... kamu kenapa hem, sini sama papi, kamu tau ya sayang Mami tidak ada, kamu tenang ya, utu utu... cup cup mengusap kepalanya" Noval mendekatkan Dav disebelah Dera, lalu Dav Diam dan tidur.
Mereka memakamkan Dera, di sebuah TPU dekat rumah villa Noval.
" Bun besok kalau Noval duluan, Noval kuburin disebelahnya Dera ya bun:
" Sayang apaan si kamu, tidak kasihan dengan Deve"
" Kamu harus kuat demi baby boy kamu sayang"
"Yok pulang sudah Sore"
" Sayang...., aku pulang dulu ya, besok aku kesini lagi sayang love you"
Dengan rasa berat Noval meninggalkan makam itu karena belahan jiwanya betapa disana.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Noval saat ini berada dikamar Dera melihat foto yang dipajang dan piala yang tersusun Rapi, Noval berada dirumah Kusuma rumah kedua orang tua Dera, Noval enggan pergi dari kamar itu, ia masih merindui Istri tercinta, kekasih kecilnya yang iya jemput dua tahun yang lalu, dan ia Nikahi dengan bangga dan bahagia, ternyata pertemuannyalah membuat ia terpisah lagi bahkan selamanya.
Bukan hanya Noval aja tapi seluruh keluarga dan sahabatnya. ikut merasakan kehilangan,
Noval kacau, Noval frustasi yang ia kerjakan berdiam diri dikamar bersama anaknya.
Iya merasa sangat bersalah, karena tidak mengetahui keadaan Dera yang sebenarnya hingga berakibat Fatal. Dan tak sengaja ia menemui obat yang ada di dalam laci, yang tak ia ketahuì serta surat dari rumah sakit yang menyatakan ia menderita penyakitnya.
"Sayang kamu sembunyiin ini semua dari ku, apa maksudmu sayang, apa kamu menghukum ku dengan cara seperti ini, karena kesalahanku, ini terlalu berat sayang hukuman mu, kamu memberikan Dav untuk ku tapi malah pergi meninggalkanku." ucap Noval lirih
"Sayang.. hukuman mu cukup berat bagiku, hukuman yang gak akan bisa aku lupa" ucapnya.
Menghapus air matanya, karena Dav bangun dan Noval menggendongnya lalu meminta Bundanya buatkan susu.
"Dav anak papi gak boleh nakal ya sayang, jangan nanggis ya nak papi disini, kamu jadi anak kuat gak boleh lemah seperti papi"
cup mengecuk kening Dav dan masih menggendong Dav
__ADS_1
Keluarga mereka sangat sedih karena Dera pergi tapi lebih sedih meliat keadaan Noval yang tak memikirkan kesehatan, bahkan badan yang kurus rambut memanjang tak ia hiraukan lagi. ia kerja lebih banyak dirumah ketimbang harus keluar, mengasuh Dav seorang diri namun terkadang Bunda menemaninya dan membantunya.
Noval terkadang berkunjung ke tempat peristirahatan terakhir Dera dengan membawa buket mawar putih kesukaannya,
menangis di pusara sang istri tercinta.
Sampai dirumah **Noval** bersikan diri dan ke laci rias Dera menemukan surat.
To. My hubby❤
Hai yang.. my hubby
KaNovku yang paling aku cinta..
maaf kan aku ya.. aku tidak pernah cerita tentang penyakit ku.
aku takut.. takut kehilanganmu dan aku takut kamu tak terima akan kehilanganku.
Aku tau kamu sedih karena aku, tak ada tapi aku bahagia bisa menikah denganmu, orang kucinta sejak dulu dan aku bahagia, aku bisa hamil janin mu mukin akan lahir dari rahimku.
Sayang semangat lah dan jalani hudup mu yang panjang demi anak kita. yang telah kita beri nama Dav Alfi Kusuma Wijaya.
aku titip ya yank...
Semangat ya sayang,aku tetap ada di dekat kalian bye kaNov my hubby tercinta.
Aku tak ingin ada air mata sayang besarkan lah ank kita dengan baik sayang.
Sayang Ada pertemuan ada perpisahan, namun jangan halangi langkah kamu untuk terus hidup.
Salam hangat dar ku
Dera Adisti Kusuma❤
Noval mencium kertas surat dari istrinya.
dan berjanji akan tetap bertahan hidup membesarkan Dav walau sendiri, semoga bahagia disana sayang love u.
\*END*\\_
salam
__ADS_1
Noval dan Dera