
Di tempat lain, Noval memandangi foto yang ada diponselnya.
[ Ra.. kamu manis senyum seperti ini, kamu lagi ngapain sekarang, aku kangen sayang. Maafkan aku sayang, disini aku lagi berusaha untuk kita, aku akan segera menemui mu ], menggenggam tangannya penuh harap.
Sementara Dera terpuruk Dera hanya diam saat ia memasuki cafe yang pernah ia kunjungi bersama Noval, ia masuk ke tempat itu, duduk favorit mereka, duduk termenung, Pelayan yang ada di cafe, ambilkan Cappuvcino kesukaan Dera dengan sedikit gula, ia duduk lama disana, Cappuccino yang ia pesan hanya ia aduk-aduk.
[ Val... , sudah berapa lama kamu tinggalin aku seperti ini, aku gak sanggup Val ]
[ Apakah kamu akan tepati janji, kamu itu Val, Dera pun meneteskan air matanya]
[ Rindu ini berat sekali Val ]
[Val.. , aku sudah berusaha untuk melupakanmu, tapi saat ku berusaha hanya rasa sakit yang ku rasa, tiga tahun Val kamu tak ada. ucap Dera dalam hati].
menghapus air matanya yang tak terasa meluncur kepipinya.
Tiba-tiba ponselnya Dera berbunyi tanda ada panggilan Dreet..dreet...!!!
Dera
Iya Len
Lena
Dimana Ra?
Kami nungguin ni.
Dera
Cafe..Len
Lena
Lu nanggis ?
Lu baik -baik aja kan Ra??
Dera
__ADS_1
Ya.., gue baik-baik aja.
Lena
Ditemani gak?
Dera
Tidak, terima kasih Len,
gue lagi ingin sendiri
Lena
Ya sudah, kita duluan.
Dah..Ra.
Lalu ponselnya di matikan, Dera meminum yang tadi sudah dipesan, Dera masih diam tanpa suara dia hanya menanggis, dengan hati yang ia rasakan saat ini.
[Val mampukah aku bertahan, Kamu jahat.. kamu jahat teriak hati Dera.]
"Astagfirullah sudah sore, ada panggilan tak terjawab 10 kali " gumamnya. Dera bergegas keluar cafe, dan buru-buru keluar menuju parkiran, Dan melajukan motornya, sesampai dirumah Dera segera turun dari motornya, berjalan menuju masuk Rumahnya.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam sayang." jawab Ibunya.
"Dari mana kok baru pulang?" tanya Ayahnya
"Hehe maaf..", memberikan senyuman kaku.
"Hai kak, sudah dari tadi ya?"tanya Dera dengan seorang laki-laki yang sedang duduk diruang tamu bareng ayahnya.
"Lumayan dek." jawabnya.
"Iya sudah, temani kakak Diannya dulu, Ayah mau kedalam dulu ya."
"Iya Yah" jawab Dera.
__ADS_1
"Adek nanggis, kok matanya sembab, apa ada masalah" tanya Dian.
"Tidak kok kak, tadi Dera mampir ke Cafe lalu ketiduran hehe " sambil garuk-garuk kepala yang sebetulnya gak gatal.
"Kok bisa, adek kakak gitu hem ", sambil acak-acak rambut.
"Kakak pulang kerja?"
"Iya, trus mampir kesini sama bawa kesukaan adek soto padang."
"O yah.., terima kasih kak" ucap Dera girang
" Iya sama-sama dek" jawab Dian.
"Dek, tiga bulan lagi ujian akhir , belajar yang bener ya".
"Iya kak pasti" jawab Dera
"Dek, kakak mau pamit ya sudah sore , adek juga mandi istirahat ya". sambil acak-acak rambutnya.
"Iya kak "ucap Dera.
"Kakak mukin jarang datang, kan mau ujian adek belajar yang benet ya."
"ya..kok gitu kata Dera" cemberut.
"Sudah belajar dulu oke".
"Hem.." kata Dera dengan nada malasnya.
"Kakak pulang dulu ya" ucap Dian.
Dian pamit pulang dengan kedua orang tua Dera, Dera mengantar Dian sampai ke depan melihat Dian sampai pergi. Lalu Dera pergi ke kamar, untuk bersih-bersih dan mandi karena seharian pasti gerah lengket dibadan. Siap mandi lalu ia baringkan badannya.
"Hem.., leganya pinggang ini, besok ada tugas Matematika belum aku kerjakan, kerjakan dulu deh hem." bicara sendiri.
Siap kerjakan tugasnya, mata Dera sudah terasa mengantuk, Pukul menunjukan pukul 09.00 malam.
Note: Dian adalah cowok nya dera mereka sudah hampir setahun bareng dera. dian mencoba masuk dalam kehidupan dera .iy pun cukup menyayanginya sementara Dera coba move on Noval dengan pelan-pelan.
__ADS_1