
Malam sudah pukul 19.00 wib. keluarga Kusuma dengan keluarga Wijaya ingin makan malam di resto untuk bicarakan pernikahan sesampainya mereka disana mereka bersalaman layaknya sahabat yang lama tak bertemu
"Mana ni calon pengantinnya belum juga datang"kata bunda Devi
"Tadi sudah pergi kok mb, duluan malahan"
ucap Ibu Fitri
"Sudah biarin aja mereka, mukin ada urusan yang penting, kita mau undang siapa siapa aja ini ?" tanya Ayah
"Iya bu betul " kata Ayah Juan
Mereka makan malam sambil menunggu keduanya.
Di jalan saat di mobil hening tak ada suara
tiba - tiba Dera mulai bicara
"Val... ku gak akan undang teman temanku kecuali Lena"
"Iya... sayang aku juga hanya undang Farel" ucap Noval
"Aku gak ingin teman kampusku tau, aku menikah dengan kamu"
"Kenapa??? tanya Noval
"Aku belum siap Val" dengan pandangan lurus kedepan.
"Iya ..aku ngerti sayang"
"Tapi kalau nanti aku ikut anggota muda lagi, boleh tidak?" Dera menoleh ke arah Noval kemudian menundukan kepalanya.
__ADS_1
Noval pun menepikan mobilnya lalu menoleh arah Dera menggangkat dagu Dera.
Dera cemas antara takut Noval marah atau takut Noval cium ahh gak , tak positif tapi jantung ku mulai da dig dug kencang
"Sayang bisa gak jangan bahas ini dulu ya.."
"Sekarang kita lagi bahas tentang kita berdua, bukan ekskul kamu sayang, jangan buat aku kambuh gila bisakan sayang?" lalu membuang nafas kasarnya.
"Dera terdiam dan masih menatap Noval"
Melihat Noval dengan amarahnya karena bahas ini, ni salahku ini bukan waktu yang tepat
"Yok ..turun sayang sudah sampai kita yok buruan kita sudah di tunggu"
Dera turun dan mengikuti kemana arah Noval,
Sesampai disana mereka sedang makan.
"Val.. tadi kita sudah bahas masalah kalian dan hasilnya mau dibacakan gak??"
"Noval percaya sama Ayah dan Bunda"
"Iya Dera juga" jawab singkat, Yang penting gak usah terlalu rame" jawab Dera.
"Noval setuju tu yah, yang penting sah hehe sambil garuk-garuk kepala.
"Hemm.. yang gak sabar"
"Iya ne adek kakak, gak sabar banget."
"Eh ada kakak kapan sampai kata Noval ???"
__ADS_1
"Cie... yang mau jemput kekasih kecil ya" goda Reta istri Kian.
"Noval dan Dera tersenyum malu
"Tadi ke toko dia Bun.. Bareng gadis kecilnya"
"Pantes kakak disini, pasti pegawai kakak yang kasih tau."
"Iya.. masak si kakak gak kamu libatkan kakak bahagia dek, akhirnya sampai sini juga, bertahun tahun perjungan itu.
"Ssssssttt kak jangan dibahas dong ada Dera"
"Oke..oke... yang pasti adek kakak sudah besar."
"Sudah sudah, kok bahas itu ayo makan nanti aja Dirumah lanjutin bisakan" kata Bunda Devi
"Begini la Der, anak ku kalau sudah kumpul kalau gak ribut ya gini saling ejek, tapi kalau pekerjaan mereka fokus dan serius
"Semoga nanti Dera sabar ya hadapi Adek kakak y dek."
"Dia resek Ra jangan dengarin omongannya bohong itu " kata Noval
"Ok kak... pokoknya kalau dia nakal, Dera
Jewer kupingnya atau gak Dera kasih makan"
sambil tersenyum
"Sayang... KDRT itu namnya"
"Bodo amat... ucap Dera dengan senyum bahagia"
__ADS_1
[ Sayang..senyuman ini yang ku tunggu senyuman lepas buat hati ku menari nari ucap Noval dalam hati ]