
"Sayang...makannya hati-hati"
"Hehe maaf Val ups kak aku lapar"
Noval hanya liatin istrinya dengan senyum- senyum.
Dewa Riki dan Zaki pun terheran melihatnya walau belum lama mengenalnya tapi aneh aja
"Yang.. pelan-pelan ngapa, nanti keselek"
masih mengingatkan Dera.
Tiba-tiba ada laki-laki yang datang.
"Dera.. kok kamu ada disini, yang lain pada pergi tu kekampus ss kamu tak ikut."
"Eh kak.. maaf Dera tak ikut diwakili dengan mereka aja:
"Acaranya seru loh, acaranya sampai besok kamu datang ya, laki-laki itu tak pedulikan Noval dan teman-temannya yang lagi makan
"Ini siapa Der...?"
"Apa kak?" tanya Dera pura-pura tak dengar"
"Mereka siapa.."Tanya laki-laki itu.
"Oh iya mereka teman-teman gue." ucap Dera
"Lo yakin Der mereka.. " sambil melihat mereka dan menggantungkan kalimatnya.
"Atau kamu.."
"Kak maaf ya, gue bukan cewek yang kakak pikir, mkin kakak tak pernah liat karena itu excul dikampus, mereka bukan anggota kaya kita.
"Oh gitu" dengan nada yang kurang mengenakan.
"Kakak sendiri kenapa kesini?"
"Pesan sate lah, kenapa masih disini
melihat kamu yang lagi asik jadi gue kesini"
"Der..lu galak banget si, selalu jutek sama gue kenapa? ucap laki -laki itu.
Dera hanya diam, dia tau Noval hatinya lagi panas, Noval sudah menggenggam tangannya, lalu ia memegang lengannya Noval dan memandangnya lalu menggelengkan kepala, Dia takut kejadian beberapa bulan yang lalu terjadi.
"Duh gawat kalau singanya bangun ini bisik" Dewa.
"Kenapa Diam Der, lo malu karena ini teman teman lo , baiklah kalau begitu ikut aku sebentar ya"
"Bro bolehkan" izin dengan Noval dan teman temannya.
"Maaf kak gue tidak bisa" jawab Dera
"Kenapa...?
"Karena gue...." belum selesai Dera ngomong
Noval langsung menggubrak meja dan berdiri.
"Maaf bro, dia tidak mau jangan paksa"
"Hari sudah malam, gue mau antar pulang" Noval menahan diri agar tak jadi keributan,
ia juga gak ingin istrinya takut melihat kemarahannya, Dera menundukan kepala ia takut Noval bertindak nekat.
Noval ambil dompet dan bayar kepedagang satenya, dan menggenggam tangan Dera menuntun masuki mobil begitu juga temannya.
"Der... lo pilih dia karena dia punya mobil ya, tiba-tiba laki-laki itu berkata seperti itu..
__ADS_1
"Yang udah jangan pedulikan yok pergi" titah Dera.
Noval melajukan mobilnya dengan cepat,
maafkan aku ya yang ,buat kamu seperti ini"
"Tak papa yank" ucap Noval.
Sesampai rumah sudah pukul 23.00 wib, Noval dan Dera masuk rumah dan langsung kekamarnya, mereka mandi dan tidur pulas.
Hingga paginya mereka bangun, Dera meracik Kopinya ia berikan skm No gula lalu ia tarik-tarik, bukan teh aja yang ia buat kali ini ia buat kopi tarik.
Noval sengaja pesan sama temannya untuk carikan alatnya dan kopinya untuk sekedar buat dirumah yang setahu Dera.
"Hemmm harumnya yang, sampai ke kamar loh, pintar sudah istriku"
"Makasih Val"
"Sayang panggil aku yang"
"Hem... iya sayang"
Noval pun tersenyum dan mencium kening istrinya
"Seminggu lagi aku jadi anggota tetap ni, lalu boleh tidak aku ikut?" tanya Dera
"Boleh.. tapi hati-hati jaga sikap ya"
"Iya janji yang"
"Tapi kalau minggu ini gak bisa, nemani aku yang ada urusan penting, dan aku pengen minggu depan sudah siap" kata Noval
"em gak papa..?" tanyanya
"Tapi laki-laki semalam siapa?"
"Mau Dera jujur atau..."
"Ih Val berapa banyak wanita yang kamu gombalin?" tanya Dera.
"Satu la hanya kamu yank"
"Mantan kamu tak ada"
Dalam hati Noval dia baru teringat Natali, jadi dia akan hati-hati takut Dera kena imbasnya.
"Sayang.."
"Iya..."
"Kok bengong?"
"Maaf yang..."
"Kamu pernah gombalin mantan kamu tidak?"
" Mau jawaban yang mana, Iya atau tidak nih hem"
" Ih kamu mah balik nanya, ya maunya tidak lah"
Noval tersenyum, yang hanya kamu orang "Yang ku gombali seperti inì" ucapnya serius.
"Nah sekarang jawab dong laki-laki itu siapa?"
"Jujur ni dia anak kampus xx.., ia anggota sama dengan ku, aku juga tak paham juga siapa si, ia pernah dekatiku tapi aku cueki dan tak tau lah, kalau semalam dia datang dan ngomong gitu." jelas Dera.
"Yah sudah aku percaya, kasih kecilku, Walaupun kau tak cerita".
"Ya sudah sarapan yuk, aku buat nasi goreng aja tapi yang :
__ADS_1
"Tidak papa yang penting masakan kamu sayang"
"Aku bawa mobil ya yank"
"Nanti mau mampir ke toko Gxxexxa, mau dong duitnya"
"Iya hati-hati.
"Yang terakhir tak dengar ulangi"
"Mau dong duitnya"
"Tidak ah, kamu mah duit melulu"
"Yang kemarinkan msih banyak , tiap bulan ku tambah yang"
"tidak ah..maunya chas..." ucap Dera
"Mau" menganggukan kepala..
"Bener ? tanya Noval Menganggukan kepalanya lagi.
"Ini dulu.."menunjukan bibirnya dengan tangan.
"Kenapa dengan bibirnya: pura-pura Bxxx..
"Sudah kalau gak mau, gak jadi duitnya "
"Uuh jahat..."
Tanpa aba-aba, Noval tarik tangan dan pinggang Dera, memberikan sentuhan hangat dibibirnya.
Dera tersenyum malu-malu, lalu Noval menggelengkan kepala dan mengambil beberapa lembar uang di dompetnya.
"Nih duitnya"
"Cari buku yang betmanfaat ya yang.."
"Siap pak suami ku" ucap Dera.
" Aku pergi ya" cup mendarat ke pucik kepala Dera.
Setelah Noval pergi kantor, Dera pergi kamar mandi dan siap mandi ke kampus, dan kali ini ia pakai mobil karena lama gak pakai mobil.
Setelah sampai ternyata Lena sudah ada disana, tak berselang Lena buka pintu mobilnya, Dera parkir disebelahnya tak lama ia pun turun
"Hei Len..?"
"Hei... juga" dengan senyuman..
"Len semalam lue ikut kegiatan tidak,sandi ajak makan malam"
"Kita tapi minggu depan.?"
"ia aku sudah tau ni "
"Hai Ra.. Len.. semalam kemana lue, Len Gue tunggu gak ada lu juga Ra." tanya Lili
"Maaf gue kan sdah dari kemarin izin kak Noval ajak kerumahnya" jawab Dera bohong..
"Sorry Sandi ajak makan malam, dan gak bisa nolak"
"Enknya yang punya pasangan" jawab RANI.
"Nanti gue mau ketoko buku mau ikut..??"
"Boleh.. sana kita" jawab Lili
"Kk.. last go.. kelas yuk.."
__ADS_1
"Mari..." kata mereka barengan...