Jodohku Seniorku

Jodohku Seniorku
47.kambuh 2


__ADS_3

"Yang... "kata Dera


"Iya"


"Aku mau ke kamar mandi"


"Iya sebentar ya" Noval mengendong Dera hingga kekamar mandi.


"Sudah yang" kata Dera..


Noval kembali menggendong Dera kembali ketempat tidurnya, lalu menyenderkan di kepala ranjang tidurnya alaskan bantal punggungnya.


"Sayang....masih sakit hem.." membelai rambutnya.


"Masih"


"Nyeri yang" tanya Noval, Dera anggukin kepalanya.


[Noval menahan tangisnya, menderitanya kamu yang dalam hatinya]


"Sayang.. kalau besok masih sakit kita ke rumah sakit ya?" kata Noval, Dera menggelengkan kepalanya


"Sayang.., kalau gitu mundur dari kegiatan itu aku mohon yang, Aku sakit liat kamu seperti ini"


"Dreet drett


Dewa


Lu dimana??


Noval


Dirumah.


Dewa


Lu kenapa..


Noval


tidak papa gue izin..


Dewa


Kenapa..


Noval


Dera sakit gue gak ingin jauh dari dia


Dewa


Sakit apa men..semoga cepat sembuh..


Noval

__ADS_1


Iya makasih wa..


Dewa


Yah sudah nanti gue pinjami catatan gue sambungan telpon terputus


"Sayang kamu mau apa, aku keluar sebentar ya..?" tanya Noval.Dera menganggukan kepalanya, kecupan manis mendarat di kening.


Noval melajukan mobilnya pergi disebuah bukit lalu ia teriak kencang, untuk luapin kekesalannya.


"Aaaaaaaahhhhhhh....!!!!!


brenxxx...sial...... gak becus gue jadi laki, gak becus gue jagain kamu Ra,harusnya gue tak izini dia pergi"


"AAaaaahhhhhh!!!


Duduk dengan lesu, dengan mengeluarkan air matanya.


Setelah hilang rasa kesal yang menumpuk didada ia segera pulang, ia tak ingin Dera sendiri di rumah, ia mampir ke belikan bubur


untuk Dera.


Sampai dirumah ia langsung masukan dalam mangkuk dan memberikan keDera, Dera hanya diam terpaku saat ia selesaikan makannya.


"Kamu lama bamget yang" kata Dera


"Iya maaf..." kata Noval sambil tersenyum acak-acak rambut Dera


"Yang..."


"Hemmm..." kata Noval


"Sebentar lagi:


"Minum obatnya ya habis itu istirahat biar cepat pulih..


diliat infus sudah habis dan dimatikan oleh Noval dan segera telpon dokter Jihan.


"Ji .. kerumah infusnya sudah habis


"Baik aku kesana" kata dokter Jihan


Sayang istirahat ya aku mau makan sebrntar dk bawah kata Noval


"Mencium pipi kening dan bibir Dera


Dera memang masih lemah dan bagian perutnya yang buat susah bergerak..


Noval kemeja makan ia makan tak selera. melihat belahan jiwanya tengah berbaring lemah akibat ulahnya yang keras kepala.


Tok tok...


Bukakan pintu, ternyata Dokter Jihan yang datang.


"Ji... silakan masuk..

__ADS_1


Mereka langsung ke kamar melihat Dera dan membuka pintu.


Cklek...


"Sayang..."kata Noval


"Sebentar ya Ra gue buka jarum infusnya, Coba aku periksa" kata Dokter Jihan


"Tapi da enkan kan?" tanya Dokter Jihan, Dera menganggukan kepala.


"Jagan salah makan ya Ra."


"Kurangi aktivitas yang membuatmu telat makan, Lu Val sebagai alarm untuk istri lu"


"Gue tau betapa tersiksanya lu, liat istri lu berbaring disana" ucapnya lagi


"Iya maaf gue salah"


"Yah sudah gue duluan ya Ra, cepat sembuh"


"Gue antar Ji..?"


"Tidak usah.. lue temani istri lu aja"


"Yah sudah lo hati-hati" kata Noval


Setelah Dokter Jihan pergi, Noval duduk ditepian ranjang, "sayang satu kec**an hangat mendarat ke kening istrinya.


"Yang mana yang sakit sini ya" menunjuk arah perut lalu di usap-usap oleh Noval.


"Mana lagi?


"Sini sambil menunjuk arah ulu hatinya, nyeri tak terlalu sudah sehat kok"


"Makan yang lembut-lembut aja dulu ya? besok jangan masuk dulu."kata Noval, Dera menganggukin kepala.


"Yang ...."panggil Dera


"Hem...


"Maafin aku ya, aku sering buat kamu cemas"


"Iya... jangan nakal lagi ya, nurut sama suaminya, aku tidak ingin kamu kenapa- kenapa sayang.


"Kalau kamu kenapa-kenapa aku gak bisa maafkan diri aku sendiri, kamu sakit seperti ini aja sudah buat aku gila" jelas noval yang tampak begitu mencemaskan keadaannya.


Lalu Dera memeluk tubuh Noval.


"Aku janji yank tidamak telat makan, aku juga janji akan hati-hati makan"


"Pinter nyonya Noval"


"Aku sayang kamu Ra..."


"Aku juga Val, Aku selalu rindui kamu"

__ADS_1


"Aku lebih dari itu sayang"


Mereka saling mengutarakan isi hatinya malam itu yang memang selalu rindu.. tak ingin terpisahkan, malam semakin dingin Dera dan Noval. mutuskan untuk tidur lebih awal telalu lelah bagi mereka.


__ADS_2