Jodohku Seniorku

Jodohku Seniorku
4. Gelisah


__ADS_3

Di sekolah, pukul 07.10 pagi.


Hari ini menegangkanbagi para siswa di SMA BaktiBersama, ujian akhir sekolah segera di laksanakan, setelah selama tiga bulan belajar, mengikuti tes dan lainya sebagai syarat kelulusan, saatnya ujian tertulis hati terasa deg-degan hadapi ujian.


"Ra.., di ruang berapa" tanya Lena.


"Ruang 12 " jawab Dera.


"Lue di mana say " tanya Lena.


"12" kata Ratna.


"Diruang 11 gue " kata Lia.


"Di 10, lue Len " kata Widi balik nanya.


"Gue di 11 juga hehe" jawab Lena.


Bel bunyi, mereka semua masuk kelas begitu juga dengan Dera dan sahabat-sahabatnya. semua siswa mengerjakan dengan sangat hati-hati. Satu jam brakhir mereka mengumpulkan kertas ujiannya.


"Akhirnya keluar juga dari ruangan itu" kata Widi.


"Kantin yok" ajak Ratna.


"Ayo ajak yang lain.


"Mereka pesan makan dan minuman.


"Habis ini kemana kalian? tanya Dera.


"Kuliyah la hehe" ucap Widi.


"Diimana?" tanya Ratna.


"Di Un.. la" jawab widi.


"Gue ambil Akper aja,kalian?" tanya Lia.


"Masih binggung, kayanya kampus yang swasta aja" jawab Lena


🦋🦋🦋🦋


Singkat cerita, ujian telah usai dua minggu yang lalu, sekarang mereka ambil nomor kelulusan, ini saat yang ditunggu para siswa menyambut kelulusan". Sekarang kita sudah lengkap nih, kita buka sama-sama yuk.


1....,


2....,


3....,


"Ye lulus.. gue lulus..." Ucap mereka serentak mereka berpelukan.

__ADS_1


Mereka saling berpelukan, karna gak bisa sama-sama lagi, karena mereka kuliyah ambil jurusan yang berbeda dengan Dera.


Namun bahagia terasa, bisa rasakan kelulusan, selamat tinggal putih abu-abu teriakan mereka.


"Ra dijemput tu.. " kata Lena melihat seorang laki-laki, yang sedang menunggu Dera.


"Oh iya, duluan ya " kata Dera.


"Dah... dah... bye ..bye.


"Hati-hati" kata mereka serentak.


Dera pulang bersama Dian, "Gimana tadi hasilnya dek". tanya Dian.


"Lulus kak". jawab Dera.


"Wah hebat dong". ucap Dian yang masih fokus.


Dera tersenyum "kak, Dera mau lanjutkan kuliyah Kak".


"Bagus dong " kata Dian semangat.


Dera dan Dian langsung pulang, Mereka makan siang bersama dirumah Dera, kemudian Dian berpamitan dengan Dera dan Ibunya untuk pulang.


Saat ini, Dera berada dicafe Sudah seminggu ini dia berada disana. hatinya sangat kacau, untuk melampiaskan Dera pergi ke cafe, yang selalu ia datangi bersama Noval. Dera mulai gelisah, Dera rindu Noval, air mata menetes ke pipi.


[Val.., aku sudah nyerah, tapi hati aku tidak bisa]


🦋


[ Hari ini, aku akan beresi semua pekerjaan ku disini, aku harus kembali ke ke kota itu, untuk menjemput dia, sudah cukup tiga tahun aku tinggalkan dia, aku gak ingin lebih lama lagi ] pikirnya.


Pukul menunjukan jam 01.00 malam , pekerjaannya akhirnya kelar. Noval segera bereskan pakaian tak lupa fremnya. ia meminta Farel sahabatnya, untuk cari kampus swasta,yang tak jauh dari kantor atau pun villanya.


[Wait For me my darling] kata Noval.


Pagi pukul 06.00, Noval segera pergi ke bandara international , ia berangkat pagi agar sampai sana tidak terlalu gelap.


Memakan waktu cukup panjang, Noval dengan tenang menghadapinya. Sekitar pukul 08.30 malam telah sampai, ia meminta sopir taksi itu langsung ke Cafe.


Saat ini, Noval berada di cafe yang sama.


Noval gelisah, sudah terlalu lama ia tak menemui bidadarinya, mungkin secangkir Cappucino lah yang akan nemani saat ini.


[ Sayang, aku sudah kembali aku kembali untuk kamu sayang hanya untuk kamu ], Ucapnya dalam hati


[ Aku akan mengmbil hak ku, yang sudah dicuri dengan orang lain, maaf aku bukan egois, tapi itu hak ku sayang ],Noval masih berbicara sendiri dalam batinnya.


"Mas ini kopi Cappuccino Scuronya, silakan mas" kata pegawai yang membawakan kopi ke meja Noval.


"Mas, mas Noval bukan?". kata salah satu pegawai di cafe.

__ADS_1


"Iy betul.., Noval menolehnya mas Rido..?"


"Iy betul mas.., apa kabar mas, lama sekali tak ada kabar" , tanya mas Rido


"Alhamdulilah mas.." jawab Noval dengan senyuman.


"Mbak yang dulu suka mas bawa, dia sering kemari, kelihatan lagi gelisah, ia datang hanya minum Cappucino hinga berjam-jam sendiri, lalu pergi lagi, bahkan sepekan sebelumnya ia tertidur disini. Saya mau banguni tidak berani, karena setiap melihat ia sedang melamun dan menanggis." jelas mas Rido


"Oya mas, terima kasih mas" .


"Iya mas Noval, sama-sama, Saya permisi dulu mas


[Mimpikah aku, benarkah kata mas Rido tadi, dia sering kemari, aku bahagia dengarnya].


[ Maafkan aku sayang, sudah membuat kamu menderita begitu lama maafkan ku.]


"Ponsel pun berbunyi". Dreeettt..dreetttt..dreeettt..!


Noval


Di cafe


??


Om gue kesana


ponsel pun dimatikan


Tak berapa lama laki-laki yg tingginya sekitar 176 itu menghampiri.


" Lo dari tadi?" tanya laki itu. Noval hanya anggukan kepala.


"Lo kenapa lagi si Val, muka lu tekuk gitu bukannya kemarin begitu semangat." kata laki-laki itu.


"Gue lagi nunggu dia Rel" kata Noval.


"Kekasih kecilmu itu? tanya Farel.


"Heem.". mengangukin kepalanya.


"Gue mau pesan Cappuccino dulu", laki-laki itu pun pesan Cappuccino sama seperti Noval. laki-laki sebelah Noval itu salah satu sahabatnya Farel namanya.


"Lo kembali kesini hanya untuk dial?" tanya Farel.


"Heem." kata Noval.


" Lo akan cari dia?? tanya laki itu. Noval mengangukan kepalanya, sambil seruput kopi yang ia pesan.


Noval membuka ponselnya, dibuka gaĺeri ponselnya terlihat foto Dera, saat beranjak remaja, sekarang pasti dia sudah Dewasa, pandai berdandan dengan kelincahannya. dengan kepedean yang buat Noval jatuh cinta dengan seorang Dera.


Noval pun senyum -senyum sendiri melihat foto yang ada di ponselnya yang membuat ia Cemas, apakah Dera mau dengannya, menerimanya kembali, sementara ia tau pasti sudah ada yang lain.

__ADS_1


"Farel hanya garukkan kepalanya, melihat sahabatnya senyum-senyum sendiri, mandangi foto gadis yang ada di ponselnya.


[Noval, bisa gila dia cuma gara-gara seorang gadis kecil itu, yang pernah iya ajak kencan kala itu] dalam hati Farel.


__ADS_2