
Gak terasa sudah dua minggu aja, dan Dera ada kegiatan U**nya yang diadakan dikampusnya.
"Sayang gimana besok ikut musrah?"
"Belum tau" jawab Dera rebahan sambil mainkan ponselnya.
"kalau mau ikut gak papa, memang berapa hari?" tanya Noval.
"3-4 hari katanya" masih dalam mainkan ponselnya.
"Sayang udah ya ponselnya, bisa di letakin dulu, suami lagi bicara dengan istri tersayangnya paham" mengambil ponselnya.
"Uuuh.. apaan si kamu sayang main ambil aja" dengan mengkerucutkan bibirnya.
"Iya maaf ya nyonya muda Wijaya, tolong kalau suaminya lagi ajak bicara, tidak ada yang pegang ini itu oke" jelas Noval.
"Hem..." kata Dera.
"Sayang.. " sambil acak-acak Rambut ya gemesin, Dengan sengaja Noval mencium kening turun ke bibir cup tak sampai disana Noval m******kan b***r Dera dan masuk menguasai isi dimulutnya.
"Stop sayang, aku belum siap sayang"
Tak berapa lama Dera betanya sama Noval.
"Val boleh nanya, tapi jujur ya janji dulu" memberikan jari kelingking lalu di satukan.
"Kenapa dulu kamu tinggalin aku, dasaat aku butuh banget sama kamu?" tanya Dera
Noval diam senjenak, lalu ia mulai cerita.
"Sayang, bener ya mau dengarin alasan nya?" ucap Noval, Dera menganggukin kepala.
"Sayang ayah dulu suruh aku pindah keluar, dan urus perusahaan ayah, yang disana dan yang sekarang aku pegang, Kamu tau sakit yang kurasa harus jauh dari kamu sayang, tahun ini aku baru kembali untuk mencari kamu sayang" ucap Noval.
"Satu lagi ya sayang boleh, berapa orang yang singgah di hati kamu yang?" tanya Dera lahi
"Dua" jawab Noval singkat membuat Dera melotot.
"Iya kan aku pernah bilang ke kamu sayang, hati ku kacau aku coba menjalin hubungan, dengan wanita lain saat itu, tapi hatiku sama kosong dan akhirnya, aku lepaskan dia untuk mencari pengganti aku yang terbaik untuknya" kata Noval dengan wajah menyesalnya. Dan Yang terakhir orang yang ada disamping aku saat ini, dia mantan pacar yang buat aku selalu gila bahkan bisa mati" jelas Noval yang mengacak Rambut Dera.
"Pantes... posesif" kata Dera
"Apa sayang" tanya Noval
"Iya kamu posesif sayang" kata Dera
"Karena aku gak mau kehilangan kamu, lagi sayang" Noval mengeluarkan air mata.
"Sayang ..kamu nanggis" Dera langsung peluk Noval.
"Noval langsung balik memeluk, mencium kening Dera berkali-kali.
"Sayang jangan tinggalin aku ya, aku tau aku salah saat itu tinggalin kamu, pasti saat itu kamu amat terluka, Maafin aku, aku akan jaga kamu dan aku gak ingin kamu pergi"
" Dera tersenyum dan mengangguk kan kepalanya"
"Yang masak yuk" ajak Dera memecahkan ketegangan diantara mereka berdua.
"Mau masak apa..?" tanya Noval
"Eemm liat isi kulkas aja yuk" ajak Dera
Mereka masak sambil bercanda sampai sampai dapur berantakan tiba-tiba ada bel berbunyi
"Buka sana yang"ucap Dera
"Iya tunggu" jawab Noval, Saat buka pintu
" Kak Kian masuk sama siapa, Sendiri Doni mana ?" tanya Noval
"Sama gue Val" ucap Farel yang berada dibelakang Kian.
"Kok badan lo gitu" ucap Farel
"Noval hanya garukan kepala dan cengengesan
"Sayang..siapa yang datang??" triak Dera dari dalam dapur.
Dera menyusul melihat kedepan," kak Kian sama kak Farel ayo duduk kak, Dera buatkan cappuccino tapi Instan ya?"
"Sayang ... bersikan badan kamu dulu ge" ucap Dera ke Noval.
__ADS_1
"Iya..." Noval ke atas untuk bersihkan badannya.
Tak lama Dera sudah datang dengan membawa cemilan dan dua cangkir cappuccino
"Tidak kuliyah dek..."tanya Kian
"Tidak kak Kosong hari ini" jawab Dera Sopan
"Pantas Noval masih betah di rumah" cibir Farel
"Hehe iya Kak"
"Betah Ra dengan Tu Orang?" kata Farel.
"Terpaksa kak .., posesifnya ampun dah" Dera tau kalau suaminya sudah turun
" Hati-hati nanti ada singa bangun dek, gak takut dek" Tambah kak Kian dengan senyuuman kemenangan, Noval yang sedang dekati mereka.
" Sembarangan aja.., ngomong apa aja mereka ke kamu sayang, tidak yang aneh- aneh kan?" tanya Noval
"Tidak kok, lya udah lanjutkan ngobrol Dera siapin masak sebentar, kakak makan sini aja ya" ucap Dera
"Yang enak ya Der" kata Farel, tapi tak ada jawaban dari Dera karena sudah menuju kedapur.
Dera siapkan masak nya yang belum rampung sementara mereka bertiga langsung menuju Ruang kerja Noval
"Akhirnya selesai juga..Bersih-bersih dulu aja de baru panggil mereka pikir Dera.Dera mandi dan berdandan ala rumahan lalu Dera menuju ruang kerja suaminya.
"Tok..tok..!!
"Masuk sayang" ucap Noval yang mengetahui itu istrinya.
Dera membuka pintunya "Makan dulu yuk nanti keburu dingin, Tidak enak" kata Dera
"Ini ni yang ditunggu" kata Farel
Mereka menghentikan pekerjaannya,lalu menuju ruang makan,ketika sampai di meja makan melihat beberapa masakan di meja Farel takjub begitu Kian
"Menggugah selera ni Der... "kata Farel
"Ayo dimakan" kata Noval
" Belajar dengan siapa ni Ra, pinter masak gini"
"Sama Ibu la kak Farel" sambil mengambilkan nasi untuk Noval serta lauknya.
Mereka makan bareng, dan menikmati setiap suap nasi dipiring mereka, setelah makan Noval ajak mereka di ruang tengah, bercanda bareng Kian dan Farel.
Dera duduk sambil senderkan kepalanya kedada Noval memainkan ponselnya Dibukanya grup diWa nya.
Lili
"Dera belum muncul ni
Dera
Kenapa gue disini
Lena
Kirain sudah molor atau gak pergi menghilang
Dera
Ih jahat emang gue apaan
Lili
Nongkrong yok.
Rani
Jemput
Lena
Ayo la suntuk ni dirumah biasa main kerumah lue Ra
Dera
Hehe..gue...gue lagi di rumahnya Noval
__ADS_1
Rani
Pantes..
LILI
Pantesan agak lola dia
Deral
Maaf... 😁
Llli
Besok pagi ya say jangan lupa musrah
Rani
yups
Lena
Ik
Lili
Ran gmn dengan kak Zaki lancar ya
Rani
Biasa aja
Lena
Ada cerita ya..
Lili
Dera mana ni tidur ya atau disita sama kak Noval
Rani
Iya
Lena
Iya deh disita
Kebetulan Dera memang tertidur, di dada Noval.
"Sayang... kok tidur disini...hem"
"Kak.. Rel gue bawa Dera dulu ke kamar"
"Iya kasihan capek dia" kata Kian.
Setelah sampai kamar, Noval baringkan Dera dan menyelumutinya, cup di keningnya Noval kembali turun, Noval kembali keruang tengah.
"Val... "panggil Farel
"Hem..." jawab Noval
"Sudah dong bobol Dera hem ..."
"Kepo... " datar
"Berarti sudah ni kak" kata Farel ke Kian sambil cengengesan
"Gak lucu deh Rel" dengan nada datarnya.
Bercanda hingga tak terasa hari semakin sore, Mereka berdua permisi pulang.
"Kakak pulang ya sudah sore"
"Ah.. gue juga" kata Farel
"Ya sudah hati-hati" jawab Noval
"Salam untuk Dera aja Val"
"Iya nanti Noval sampaikan, sambil mengantar ke depan Rumah, Mereka sudah pulang Noval naik ke atas dan rebahi badannya di kasur.
__ADS_1