
Setelah Lena tadi bertemu dengan Dewa, Sedikit Lega baginya, iya sangat menyayangi sahabatnya Dera, Dera seperti adiknya sendiri karena Dera terkadang kekanak-kanakan dan gampang rapuh.
Dera cukup menderita dan kesakitan Lena tau itu, walau dia berusaha kuat menyembunyikannya. Dera berusaha bangkit dan mencoba membuka hatinya untuk orang lain yaitu Dian, walau Dera begitu bahagia .
{Ra.. apa pun itu gue akan lakukan untuk lue Ra"} Dalam hati Lena yang saat ini sedang gundah.
🍀🍀
Di Tempat lain, Dera dan Noval berada , Dera dibuat benar-benar istirahat oleh Noval.
Noval mengurus Dera dengan telaten, meminta mbok Jana untuk masak apapun yang diingini Dera.
Noval begitu Cemas dengan keadaan Dera, kalau sudah muntahkan makanan atau bau makanan yang buat penciuman aneh.
Noval menanggis saat merasakan itu, Noval menyesali membuat Dera mual dan muntah-muntah.
"Sayang..kamu tidak apa?" tanya Noval cemas, Tak ada jawaban Dera dari kamar mandi.
"Sayang.." Noval mengulangi. Noval mondar mandir depan kamar mandi yang terkunci di dalam.
cekglek..
"Sayang..."
__ADS_1
" Maaf kak, aku membuat mu cemas" ucap Dera Dengan suara lirih.
Noval membantu Dera menuju kamar dan duduk Di ranjang tidurnya, Noval membenarkan bantal dan menyusunnya tepat dibelakang punggunya agar Dera lebih enakan.
" Maaf kan aku sayang, gara-gara aku hamili kamu, kamu rasakan sakit ini" lirih.
" Sudah jangan sedih, aku kan mengandung anakmu, keturunan mu, demi kamunaku rela, bukankah ini yang kamu tunggu setahun ini?"
tanya Dera.
Noval menganggukin tanda mengerti.
" Memang aneh Rasanya kakNov, perutku kadang keram, tiba-tiba mual hingga air mataku keluar, tapi aku bahagia akan melahirkan seorang anak dari mu sayang, dan tak ada wanita yang bahagia dengan kehamilannya bersama orang yang dicintai, begitu aku sayang, aku bahagia bisa hamil dan mengandung keturunanmu sayang tak ada penyesalan" jelas Dera, Noval tersenyum dan kecup kening Dera.
"Maafkan aku yah berkata begitu?" ucap Noval dan dijawab oleh senyuman Dera yang begitu menggetarkan hatinya.
Noval keluar kamar mengambilkan sop Rabu untuk Dera, menyuapkan sop suap demi suap kemulut Dera.
"Habis, pinter" sambil usap kepala Dera.
"Yah sudah aku makan dulu ya yang, otong papi makan dulu yah, jangan rewel ya disana"
Noval kedapur dan makan, mereka disini memang istirahat kelihatannya keduanya mbul, baru berapa hari disini, Noval setiap Dera habis muntah ia selalu langsung buatkan susu kalau tidak berbentuk sup hingga Dera tak kekurangan bobotnya.
__ADS_1
Pipi Dera sudah kelihatan mulai mbul, Dera Bahagia bersama sang suami yang tak sedikitpun mengabaikannya.
Pagi ini Dera, diajak Noval jalan-jalan sekitar kampung, dan berjalan kesuatu tempat, dimana beberapa waktu yang lalu, mereka berada disana.
"Sini yang, duduk.." memukul kursi yang ada disana.
" Cup.. , love you, my hubby.."ucap Dera.
" Love you too Darling" mengecup kening Dera.
Mereka berdua duduk ditaman dekat danau, tempat yang Dera suka.
"Sayang..., hei lihat mami dan papi sekarang berada di danau, kamu tau tidak, di tepian danau melihat ikan yang lulu-lalang membuat hati tenang, maka dari itu mami menyukainya" ucap Dera. ntah la saat selesai bicara perut Dera berkedut dan itu adalah hal pertama yang ia rasakan ,
"KakNov perutku berkedut.. dia merespon maminya bicara" dengan senang Dera berteriak memeluk Noval, yang berada di sampingnya.
"Baby smart" kata Dera.
"Sayang kenapa hem "
" Perut ku berkedut saat aku bicara KakNov" masih dengan mode girangnya.
Noval begitu bahagia dengarkan itu, Noval mencium Dera dan perutnya tak lupa bersujud kepada allah Swt. Noval mengeluarkan air matanya Dera tersenyum dan menghapus air mata suaminya.
__ADS_1
"Sayang.. aku bahagia" Dera menganggukan kepala.
"Perkembangan sempurna" ucap Noval kembali. Lalu memeluk Dera dan menikmati pagi sambil usap perut Dera,