
[Cerita kali ini memang beda, aku seorang diri melihat sahabat, mengantarkan kepintu kebahagiaannya, gue ihklas dan gue bahagia ucap Lena dalam hati]
Semalaman ia tak bisa tidur, ntah la apa yang buat dia tidur, bukan jodoh yang ia tunggu, tapi kekewatiran dia ke Dera, semalam ia bermimpi buruk akan Sahabatnya itu.
[ siapa orang bertopeng itu, yang akan mencelakai Dera, kenapa Dia akan menyelakainya, apa Dera punya musuh, aku rasa tidak.]
[ Astagfirullah , masa lalu bisa aja orang itu masa lalu dari Kak Noval atau..., menggantungkannya kalimat ia sendiri, ada seorang pria yang tergila-gila kala itu dengan Dera, dan bisa jadi...b*******x ]
Lena butuh bertemu seseorang siapa ya, kak Farel.. dia orang yang paling dekat dengan Mereka.
setelah menghubungi kantor Moval dan menanyakan keberadaan Farel.ternyata Fatel tidak bisa diganggu srdang ada klien yang ia temui.
Kak Dewa aja, dia juga dekat ketimbang kak Zaki dan Riki.
Akhirnya Lena menelpon Dewa, untuk bertemu di cafe milik Dera biar lebih simpel dan bukan berarti gratis.
Lena mandi dan berhias diri pergi ke cafe dengan menggunakan mobil kesayangannya si merah menyala.
Butuh kurang lebih 60 menit untuk sampai di cafe, karena jarak rumah Lena yang memang jauh dari kafe itu.
__ADS_1
namun tempat itu sudah menjadi tempat favorit baginya.
sahabatnya memang pinter selalu selipkan menu baru dan tiap bulannya ada event agar pengunjung tidak bosan.
setelah memesan minuman dan makanan Ia duduk di kursi ata yang diluar kafe, masih mode duduk dan main ponselnya.
"Len.., maaf gue lama" ucap lelaki itu, Lena menoleh ternyata Dewa sudah sampai.
" Kak Dewa.., duduk kak" ucapnya, Dewa pun ikuti perintahnya.
Ada apa Len, xuduk dengan gagahnya dengan kaos santai tapi tetap dengan kacamata hitamnya karena sembab bangun tidur.
" kak boleh minta tolong" kata Lena.
Lena menceritakan kekawatiran nya derhadap dua sahabatnya, yang takutnya berujung melukainya, Lena pun cerita wanita atau pria yang tidak menyukai hubungan Dera dan Noval, Dewa paham dan dia akan coba menyelidikinya bagaimanapun Noval seperti saudara bahkan seperti kakaknya sendiri.
" Yah sudah nanti gue cari tau, gue suruh orang gue untuk menyelidikinya, tapu aneh itu kan mimpi Len?" tanyanya heran hiyu.
" Ya sudah kak Dewa sudah makan belym pesan sana kalau belum" kata Lena.
__ADS_1
" Belum.. lu bayar ya " ucap Dewa.
" Iya.." jawab Lena.
" Emang kapan Noval dan Dera balik" tanya Dewa.
" Mungkin mingguu depan, so kak Farel kemarin urus surat izinnya"
"Kok bisa?"
" Iya.. kak Noval kemarin kesel karena Dera lapar tapi tidak makan, lalu kak Noval ajak Dera pergi"
" kebucinan nya semakin menjadi "
" Iya, wajar aja dia makan pagi hanya sarapan susu sama roti dan siang belanja bareng kita bareng Bunda juga sih, waktu jam makan siang dia ngeluh lapar, tapi gegara kak Noval tidak kabari dia moodnya jadi jelek."
" Kak maaf ya , sudah merepotkan hehe" tersenyum dengan gigi putihnya.
" Iya tidak apa, santuy kuy "
__ADS_1
Mereka tertawa bareng, hari ini Lena dan Dewa menghabiskan sarapan hingga jam makan siang, padahal tujuan ia kesini adalah membahas mimpi lena konyol gak sih, tapi bagi Lena itu sah-sah aja, karena begitu banyak yang tak menyukainya bukan karena apa, karena Noval lebih dekat dengannya.
karena tak banyak yang tau jika Mereka pasutri.