
"Gue telepon vyan aja kali ya...kenapa kaira bareng dia?"
ucap firman meminta pendapat haris
"plis man...jangan bilang lo lagi jelous ma vyan"
ucap haris sambil mentap firman dengan tajam
"kalo lo emang bener suka sama kaira ...mulai saat ini lo harus berjuang buat menangin hatinya man...
itu doang caranya..."
ucap haris memberiĀ penjelasan pada firman.
Firman terus terdiam seperti sedang berpikir,
"Dengan posisi gue saat ini .... apa boleh gue berjuang buat dia ris?"
Tanya Firman ragu ragu
"Kenapa engga? Gada yang salah dengan persahabatan jadi cinta man...itu kan yang lo beratin?"
Tanya haris menebak isi hati Firman
"Tapi kalo nanti setelah gue berjuang hubungan gue ga berhasil gimana"
Ucap Firman penuh pertimbangan
"Apa bisa gue sama Kaira kembali seperti semula sebelum kita ada something"
Lanjut Firman penuh keraguan.
__ADS_1
"Man... gada persahabatan antara cewe sama cowo yang abadi sampai kapanpun, kalopun hari ini lo buang jauh semua perasaan lo... apa ada jaminan selamanya lo bakal sedeket ini terus sama dia... realistis aja bro... suatu saat nanti dengan atau tanpa elo, Kaira akan punya kehidupan sendiri begitu juga elo...."
Ucap haris menjelaskan dengan penuh kedewasaan
"Pada akhirnya yang akan terjadi cuma dua man..."
Lanjut haris lagi
"Maksud lo...?"
Tanya Firman serius
"Persahabatan lo akan berakhir di rumah tangga kalian berdua.... atau... akan berakhir dirumah tangga kalian masing masing.dan itu mutlak ga bisa ditolak"
Ucap haris memgingatkan Firman.
Setelah percakapan itu haris berpamitan pada Firman untuk menjemput vivi karena malam itu mereka mendapat undangan khusus dari devan untuk hadir di cafe 2005.
Sementara Kaira nampak sudah siap menyambar waistbag dan sebuah paperbag yang sejak kemarin ia letakkan di meja dalam kamarnya begitu ia mendengar suara sepeda motor matic besar yang sudah familiar ditelinganya.
"Langsung ka..." ucap vyan
Kaira langsung mengambil helm yang diserahkan vyan padanya dan kemudian memakainya.
Mereka melaju memecah jalanan yang tidak begitu ramai sore itu dengan kecepatan sedang, setelah menempuh perjalanan selama 20 menit akhirnya Kaira dan Vyan sampai di halaman cafe 2005.
Setelah menghentikan dan memarkirkan motornya Vyan dan Kaira memasuki cafe melalui pintu khusus karyawan,
Mata Kaira nampak tersentak melihat ruang cafe sudah didekorasi sebegitu menariknya dengan nuansa hitam dan merah.
Nampak beberapa orang berseragam sibuk memeriksa dekorasi di sudut2 ruangan
__ADS_1
"Ngapa jadi begini dah?" Tanya Vyan melongo
"Iya bang... kok ada orang EO segala... mang acaranya apaan sii?" Tanya Kaira yang tak kalah bingung
"Lebay beudht bos lo ka...."
Ucap vyan nyinyir sambil matanya terus berkeliling
"Bos lo tuh..." Kaira mencibir membalas nyinyiran Vyan
Belum selesai Vyan dan Kaira meributkan dekorasi ruangan cafe sore itu
"Kaira...." terdengar seseorang memanggil dari ruang karyawan sambil menuruni tangga
Kaira dan Vyan membalikkan badan mereka kearah suara itu datang
"Nah... nih bocil dua ngapain disini"
Ucap Vyan asal seperti biasa melihat Milan dan Luna menghampiri mereka
"Kok lo berdua udah disini aja?"
Tanya Kaira tak kalah heran
"Kita mah diundang dengan penuh kehormatan ma boz besar ya cinta"
Sahut milan dengan pede nya disambut cebikkan Kaira dan Vyan
Tunggu lanjutannya ya
Ada apa sih di cafe 2005
__ADS_1
Trimakasih