
Kaira segera menghampiri firman dan meletakkan tangan dikening firman
"Panas banget man, dari kapan kaya gini?" Tanya kaira panik
"Kita anter ke dokter ya man...." lanjut kaira masih dengan wajah panik
"Gue gapapa ka... tar juga baikkan"
Ucap firman menolak
"Gapapa gimana? Panasnya kaya gini, nggak bakal baikan lah kalo nggak diobatin" ucap kaira dengan nada ketus
"Udahlah man nyerah aja,makin lo nggak mau dijamin makin rame" ucap vyan melihat betapa cerewetnya kaira
"Gini deh gue minum air kelapa dulu aja,l nanti kalo ga turun baru ke dokter" ucap firman mencari cara agar tidak usah pergi kedokter
"Ya udah bang mana ambil gih kelapanya... gue kedapur bentar" ucap kaira masih dengan wajah juteknya seraya berlalu meninggalkan vyan dan firman.
"Titisan enyak gue..." ucap vyan sambil memperhatikan kepergian kaira
Firman menahan senyum melihat seringai wajah vyan yang bergidik menatap kaira
__ADS_1
"Coba tadi lo mau kedokter ama gue, ga kena semprot lo..." ucap vyan sambil duduk disofa di sisi ranjang firman sambil menyalakan tv
"Lo yg ngasih tau kaira yan?" Tanya firman penasaran
"Behhhhh... sembbbarangan,tau tau dia udah depan rumah lo lagi ketawa ketiwi ama mang lim" sahut vyan menepis dugaan firman
"Kontak batin kali" celetuk vyan yang memancing pandangan firman salah tingkah
Beberapa saat kemudian saat vyan sedang menonton tv yang tadi ia nyalakan di kamar firman kaira diikuti bi eti masuk kekamar firman
"Mana kelapanya bang??" Tanya kaira jutek
"Kok malah nonton tv sii" lanjut kaira yang membuat vyan segera berdiri sambil menggaruk tengkuknya yg tidak gatal
Seperti anak kecil yang dimarahi ibunya vyan segera berlari keluar dari kamar dan mencari mang lim.
Firman menahan senyumnya melihat tingkah lucu vyan
"Perempuan gini kali ya kalo marah" gumam firman dalam hati sambil menatap kaira
"Apa liat liat? Diem situ gue kompres dulu" ucap kaira galak yang langsung membuat firman tak berani bergerak
__ADS_1
"Jangan galak galak ka... kan gue sakit" ucap firman memelas yang diikuti tawa bi eti
"Udah tau sakit tapi nggak mau ke dokter" ucap kaira yang membuat firman membungkam mulutnya sambil menatap tajam bi eti yang masih menertawakannya.
"Bi, firman udah makan belum?" Tanya kaira pada bi eti
"Udah mba tapi cuma roti setengah" jawab bi eti jujur
"Satu bi, mana ada setengah" elak firman
"Bibi kan tadi liat mang lim makan setengahnya,mas firman yang suruh" ucap bi eti yang sangat tahu tuan muda nya itu sengaja memberikan setengah rotinya pada mang lim agar tidak di marahi bi eti, bi eti sangat mengenal firman karna sejak firman lahir bi etilah yang menjaga firman sampai lulus SD dan firman tinggal dengan kedua orang tuanya di surabaya
Kaira menggeleng gelengkan kepalanya melihat firman yang ternyata seperti anak kecil apabila berada di rumahnya
"Udah minum obat apa bi?" Tanya kaira lagi sambil tangannya terus mengompres kening firman dengan air hangat
"Paracetamol mba, itu juga yang cair" ucap bi eti yang membuat firman mendelik
"Hah... cair, yaelah mana mempan udah tua gini minum yang cair bi" ucap kaira heran
"Mas firman kan takut obat mba, takut jarum suntik juga makanya ga mau kedokter" ucap bi eti sementara firman semakin mendelik seraya menepuk kening nya sendiri.
__ADS_1
Lanjut nanti ya
Jangan lupa like ya kakak