
"Cepetan... gue udah pura pura sakit nih, jangan lupa bawa teh biar perfect" pesan kaira melalui smartphone nya yang dikirimkannya pada luna
"Iya bentar, si vyan tulisan tulisannya pake ketinggalan nih"
Balas luna
"Hhhhh..." balas kaira kesal
Kaira terpaksa tetap meringis agar vivi tidak curiga, selang 10 menit kemudian
Drrrrt... drtttttt
Ponsel kaira bergetar
"Mainkan...."bunyi pesan masuk yang dikirim oleh luna
Kaira menghela nafas lega
"Vi, luna nya lama kayanya gue udh enakan deh, kita cari teh pelan pelan yo" ajak kaira yang diikuti bangkitnya vivi seraya membantu kaira bangun dari duduknya.
Mungkin inilah sisi lain vivi yang membuat haris tergila gila padanya, vivi begitu lembut dan baik hati, ia sangat menyayangi sahabat sahabatnya itu
Kaira memandang vivi kemudian merapikan rambut vivi yang sedikit berantakan
"Hari ini lo cantik vi... thank you yah udah nemenin gue disini" kaira memandang lembut wajah vivi yang nampak cantik dengan balutan dress lengan pendek selutut berwarna soft pink
__ADS_1
"Sempet sempetnya lagi sakit perut meratiin rambut gue ka..."ucapnya dengan senyum manisnya
Kaira menggandeng tangan vivi kemudian keluar menyusuri lorong menuju halaman parkir fakultas mereka,vivi heran sepanjang perjalanan menuju halaman nampak teman teman yang berpapasan dengan mereka menatap vivi sambil berbisik dan tersenyum
"Kenapa sih ka... ada yang aneh sama gue?" Tanya vivi heran
"Apaan sih vi... ga ada apa2... lo kenapa sih" sahut kaira sembari menempelkan tangannya di dahi vivi
"Ayo ah..." kaira menarik lengan vivi dan sesampainya di halaman parkir kaira perlahan melepaskan tangannya dan meninggalkan vivi yang nampak heran memandang sekeliling nampak teman teman kampusnya berkumpul tepat dibelakang haris yang berdiri didampingi firman yang siap memetik gitar....
Suara petikan gitar firman mulai menggema mengalunkan nada nada romantis mengiringi haris yang hari ini tampil dengan sangat berbeda berkat sentuhan tangan dingin luna, kemeja softpink terbalut blazer hitam membuat haris yang sudah memegang sebuah buket bunga mawar merah dan toa berwarna pink nampak tampan bak opa opa korea, di dukung dengan tubuh kekar yang atletis membuat haris semakin bersinar auranya.
Vivi nampak merona dan berdiri mematung....
Sementara kaira nampak menghampiri luna dan anya,
Kaira nampak memicingkan mata membaca tulisan tulisan yang terbentang diatas karton kemudian mendekat pada luna dan berbisik
"Kerjaan siapa lun?" Tanya kaira penasaran
"Menurut lo? Siapa yang berpotensi bikin kata kata kaya' gitu?" Luna balik bertanya membuat kaira semakin penasaran
"Milan?" Tanya kaira sedikit mengernyitkan dahi
"Ish... ya bukanlah... abang lo tersayang tuh" sahut luna sambil mengerucutkan bibirnya
__ADS_1
Kaira seketika menepuk dahinya
"Kan udah gue bilang... si vyan jangan suruh urus yang vital vital" ucap kaira menggerutu
"Cuma vyan yang bisa begini ka... keren tau" ucap anya polos
Kaira dan luna menatap tajam anya sambil menganga keheranan
Kaira memindai satu persatu tulisan itu dan perlahan membacanya sambil bergumam
"SEKALI VIVI TETAP VIVI"
"INI VIVI KU MANA VIVI MU"
"VIVI SEMAKIN DIDEPAN"
"Ya ampun... ini sih mau kampanye.... pitung... pitung"
Kaira mendesah lemas
"kata firman udah beres semua... mudah mudahan vivi ga sempet baca deh"
Luna merangkul pundak kaira menenangkan
Tak berselang lama haris memulai misi penembakannya
__ADS_1
"DAVINA NOVALIA....