Kaira Cinta Tak Bersyarat

Kaira Cinta Tak Bersyarat
GRAND OPENING END


__ADS_3

"Lah permennya kan elo ka..." ucapnya tergelak


Kaira mencebik dan bergumam "sial


.. "ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya


Tiba tiba sepeda motor vyan berjalan berangsur pelan dan perlahan vyan pun menepikan sepeda motornya ke tepi jalan


"Kenapa bang?" Tanya kaira penasaran


"Tau nih... turun dulu deh ka..." ucap vyan yang kemudian diikuti kaira yang segera turun dari sepeda motor vyan


Vyan pun berjongkok disisi sepeda motornya


"Ngadat nih ka..." ucap vyan datar


"Trus gimana bang?" Tanya kaira sambil melepas helm dan duduk di tepi jalan disisi motor vyan


"Gue wa temen gue dulu ya..." ucap vyan sambil mengeluarkan ponsel dari dalam waistbagnya


Selang beberapa menit nampak sebuah motor sport berwarna merah menepi dibelakang sepeda motor milik vyan


Dan seseorang membuka helm lalu turun menghampiri mereka


"Kenapa bro?" Tanya seseorang itu kemudian vyan dan kaira serentak menoleh ke arah suara tersebut

__ADS_1


"Eh man... tau nih ngadat" ucap vyan sambil menggaruk tengkuknya


"Coba gue cek..." ucap firman yang sambil berjongkok disisi vyan


"Udah ga usah bro gue udah wa temen gue kok,kayanya gue butuh bantuan laen deh" ucap vyan sambil berdiri


Kemudian firman pun ikut berdiri disisi vyan


"Oo gitu, gue bisa bantu apa bro? , kalo gue bisa pasti gue bantu lah" ucap firman tulus


"Gue titip kaira ya... kasian kelamaan kalo nunggu motor gue kelar, kayanya dia udah cape banget, bisa?" Sahut vyan sambil kemudian memberi pertanyaan pada firman


Tentu saja firman merasa sangat senang tapi ia masih terlihat bisa menutupi perasaannya


"Bisa lah... tapi masalahnya kalo gue sama kaira cabut, trus lo disini sama siapa?" Tanya firman lagi


"Gimana ka?" Tanya firman yang masih merasa tidak enak pada kaira karna ia tadi bersitegang dengan reksi


"Ya... gue sii gimana baiknya aja, tapi... beneran lo gapapa bang kita tinggalin?" Jawab kaira sambil bertanya pada vyan khawatir


"Abang lo ini udah gembel, serem mana ada yang mau ngerampok gue ka..." ucap vyan terkekeh


"Udah sana udah malem" imbuh vyan lagi meyakinkan kaira


Meskipun agak khawatir akhirnya kaira menurut untuk diantar oleh firman.

__ADS_1


Motor sport berwarna merah itu melaju meninggalkan vyan di tepi jalan, setelah motor firman tak terlihat vyan segera menyalakan motornya kembali sambil mengembangkan senyumnya


"Boong dikit gapapalah..." ucapnya sendiri sambil cengar cengir.


"NYang penting die pade girang..."lanjutnya dengan logat betawinya


Sementara kaira dan firman masih menyusuri jalan dengan kecepatan sedang, firman merasakan kaira duduk dengan gelisah lalu ia memberanikan diri bertanya setelah sekian lama mereka hanya sama sama diam,


"Kenapa ka... laper?" Tebak firman yang sejak tiba di cafe memang tidak melihat kaira makan apapun.


Kaira yang merasa tertebak pikirannya pun mulai meracau lagi


"tuhkan firman bisa baca pikiran gue, luna ga percaya sii gue bilangin" gumamnya yang terhenti karna firman tiba tiba menghentikan laju sepeda motornya


"kaira... hello... "panggil firman yang merasa ucapannya tak didengarkan sebaliknya kaira malah asyik melamun


"Eh... apa man?" Ucap kaira gugup


"Laper? Mau makan?" Tanya firman sekali lagi


"Kok lo tau kalo gue laper man...? " tanya kaira polos


"jangan pikir gue bisa baca pikiran lo deh" ucap firman menahan senyum, kaira nampak melongo mendengar tebakan firman sambil menggaruk tengkuknya


Up nanti lagi ya...

__ADS_1


Thank you yang sudah mampir


__ADS_2