Kaira Cinta Tak Bersyarat

Kaira Cinta Tak Bersyarat
SOME MOMENT 7


__ADS_3

"Ya ampun man... kok demamnya makin tinggi gini... ayo siap siap kita kedokter"ucapnya seraya berjalan keluar membangunkan vyan.


"Bang... bangun firman demamnya makin tinggi" ucap kaira sambil menggoyang goyangkan tubuh vyan, vyan mengerjapkan matanya kemudian segera duduk


"Ya udah ayo kita bawa kedokter" ucap vyan sambil bangkit dari duduknya.


"Minta tolong mang lim siapin mobil, ga mungkin juga kita bawa firman pake motor bang" ucap kaira menyarankan, kemudian vyan bergegas mencari mang lim di depan.


Kaira masuk kedalam kamar dan membantu firman bersiap siap


"Mba saya ikut atau dirumah aja?" Tanya bi eti yg langsung menghampiri mereka setelah di beritahu vyan bahwa tuan mudanya akan segera di bawa ke dokter


"Bibi dirumah aja deh, nanti kalo butuh apa2 saya kabarin, sama tolong kabarin milan atau tante intan deh, firman kita bawa ke RS mitra sehat, oh iya bi ini tolong di benahin ya? " jawab kaira sambil meminta bi eti menghubungi milan dan mamanya dan kaira pun menyerahklan paper bag jaket yang ia bawa tadi untuk di kembalikan pada firman


"Ini apa mba?" Tanya bi eti penasaran sambil membuka paperbag itu


"Itu jaket yang kemaren saya pinjem dari firman" jawab kaira


Nampak firman menatap kaira dan bi eti tegang,

__ADS_1


"Loh ini kan jaket yang kemaren mas firman beli, katanya buat orang spesial kalo lagi naek motor sama mas firman" celetuk bi eti yang membuat


Firman tiba2 memejamkan mata kencang sambil memalingkan wajahnya yang sudah bersemu merah


"Ya ampun bocor banget nih nenek nenek" gumam firman mengomentari bi eti dalam hati


Kaira yang tak mengerti hanya menatap heran pada firman dan bi eti


"Ternyata orangnya mba kai..." ucap bi eti terputus


"Aduh... aduh pusing banget kepala gue ka" ucap firman yang memutus celotehan bi eti dan kaira yang sedang cemas pun mendekati firman


"Iya mba,nanti saya kabarin bu intan, saya titip mas firman ya mba" ucap bi eti cemas sambil menghampiri firman,


"Mas yang nurut sama mba kaira ya...bibi takut mas kenapa kenapa" ucap bi eti berkaca kaca sambil mengusap punggung firman


"Saya cuma demam bi, ga kenapa kenapa, lagian saya kan cuma kedokter sebentar bukan mau pergi jauh" sahut firman lembut sambil menatap orang yang sudah merawat nya sejak ia kecil itu.


Kemudian mereka melangkah keluar sambil bi eti membantu memapah firman menuju garasi, dengan sigap vyan membantu firman duduk di kursi belakang,kemudian vyan mendudukan dirinya didepan di sebelah mang lim dan kaira duduk disisi firman.

__ADS_1


"Kemana kita mas?" Tanya mang lim pada vyan


"Kemana bu bos?" Tanya vyan meledek kaira


"Mitra sehat aja yang lebih deket,gimana?" Tanya kaira balik


"Iya dh biar buru2 ditanganin" ucap vyan menyetujui, kemudian mobil yang mereka tumpangi pun melaju, hanya butuh 20 menit untuk mereka sampai ke RS tersebut.


Sesampainya di ruang IGD firman langsung mendapat pemeriksaan dari dokter karena suhu badannya diatas 40 derajat,


Kaira yang ditemani vyan dan mang lim duduk menunggu didepan ruang IGD kemudian nampak milan dan luna datang dengan terburu buru


"Gimana ka...? Emang firman serius banget? Tadi gue WA katanya anget doank" tanya milan panik


"Serius lah... lo kaga liat si kaira mukanya tegang kaya benang layangan begitu" sahut vyan asal yang membuat kaira menatap tajam padanya


Thank you yang sudah mampir


Dukung aku dengan klik like ya

__ADS_1


__ADS_2