Kaira Cinta Tak Bersyarat

Kaira Cinta Tak Bersyarat
GRAND OPENING 9


__ADS_3

Suara kamu bagus kaira..." ucap dewa memuji


"Alhamdulillah makasih" ucap kaira ramah sambil menaruh tangannya didada sebelah kiri dan sedikit membungkukkan badannya


"Sorry kaira cape... harus istirahat"


Ucap reksi tak ramah seraya menarik tangan kaira sedikit kasar hingga terlihat seperti menyeretnya


Nampak vyan dengan rambut gondrong yang diikat ala ala pendekar samurai itu menatap tajam ke arah mereka dari atas panggung


"Lo liat tuh man si reksi... gayanya kaya bodyguard aja" ucap vyan memberitahu firman


Kemudian firman memutuskan untuk menghampiri meja dewa dan kawan kawannya karna bagi firman pengunjung adalah raja jadi ia tidak mungkin membiarkan kejadian seperti itu mencoreng nama cafe 2005, tentu bukan hanya karena itu saja tetapi firman juga tidak ingin kejadian itu membuat sepupunya menderita kerugian.


Sesampainya di meja dimana dewa dan teman temannya berada firman menyapa mereka ramah


"Bro... thank you nih udah sempetin mampir..." ucap firman akrab sambil menjabat mereka satu per satu


"Bang firman... sama sama bang," sahut mereka terlihat senang

__ADS_1


"Akhirnya bisa ketemu abang juga bang... abang kan pakar banget di alat musik, banyak yg pengen gue tanyain bang" ucap dewa menyambut ramah firman


"Waduh ga ngerti ngerti banget sii tapi kalo sharing sii boleh lah" sahut firman sambil mendudukkan dirinya diantara mereka


"By the way gada niat buka outlet disini bang?" Tanya salah satu teman dewa


"On proses bro gue buka di sentra mall lt 1 minggu depan opening, mampir ya" ucap firman semangat


"Wah mantap nih bang,,, ehmmm ngomong ngomong tadi itu siapa bang? Cowonya kaira?" Tanya dewa tentang reksi


Firman nampak menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Itu tadi reksi, atas nama reksi gue minta maaf kalo dia kurang sopan ya bro..." ucap firman mengalihkan pembicaraan


"Siap siap.. enjoy ya bro... gue tinggal dulu" ujar firman menyudahi sekaligus memohon pamit pada dewa dan teman temannya


Reksi meminta kaira duduk


"Kamu naif banget sii ka" ucap reksi kesal

__ADS_1


"Maksudnya naif gimana?" Sahut kaira tak mengerti sementara teman temannya hanya menghela nafas memperhatikan mereka


"Ya kamu kan ga tau mereka itu orang baik baik atau ga... maen deketin ke mejanya aja... ga usah terlalu ramah sama orang asing" ucap reksi dengan nada kesal


"Disini mereka pengunjung rek, aku harus hormatin mereka, lagian mereka ga kurang ajar juga ke aku... disini aku tuh kerja rek, ya kerjaan aku kaya gini tiap malem aku harus ketemu sama orang yang berbeda beda" ucap kaira menjelaskan dengan nada sedikit kesal


"Aku cuma ingetin kamu, takutnya mereka punya niat buruk ke kamu" ucap reksi datar


"Gini ya rek kalopun mereka punya niat buruk ke aku ga mungkin juga mereka lakuin disini, didepan banyak orang, jadi ga perlu kamu tarik tarik aku kaya gitu... aku ga enak sama mereka" kaira terlihat menahan rasa kesalnya


"Ya udah aku ke stage dulu" ucap kaira seraya meninggalkan sahabat2nya itu pergi


"Kalo lo kaya gitu kaira bakal ga nyaman sama lo rek" ucap haris yang memang sudah mengenal reksi walaupun hanya sebagai pelanggan di bengkelnya


"Ya lo mah ga bakal tau rasanya ris... lo kan jomblo" ucap reksi ketus


Haris terlihat menghela nafas berat


"Hello.... emangnya lo ga jomblo rek?" Cibir luna

__ADS_1


Thank u supportnya


Love u all


__ADS_2