Kaira Cinta Tak Bersyarat

Kaira Cinta Tak Bersyarat
HOSPITAL 1


__ADS_3

"Serius lah... lo kaga liat si kaira mukanya tegang kaya benang layangan begitu" sahut vyan asal yang membuat kaira menatap tajam padanya


Luna mengulas senyumnya lalu duduk disisi sahabatnya yang sedang fokus memelototi vyan, milan pun nampak menahan senyumnya melihat kejutekan kaira


"Nyinyir..." ucap kaira mencebikkan bibirnya pada vyan


"Gimana ceritanya lo bisa ada dirumah firman ka?" Tanya luna penasaran


"Lo telpon ya yan? Kan lo tadi bilang mau kerumah firman" tanya milan sembari mengingat vyan yang tadi menelepon untuk mengajaknya menyambangi rumah firman, namun tadi siang milan sedang berada di studio milik haris.


"Ish kagalah... orang kontak bathin ya ka?" Ucap vyan yang semakin memancing tatapan tajam kaira


"Apaan sii bang..." ucap kaira kesal


Saat sedang asik menggoda kaira tiba tiba seorang perawat keluar dari ruangan


"Keluarga tuan firman adrian?" Panggil perawat tersebut

__ADS_1


"Saya sus..." jawab milan tegas sambil melangkah menghampiri sang perawat diikuti oleh luna.


"Silahkan masuk mas, dokter ingin bicara dengan keluarga pasien" ucap perawat itu ramah


Kemudian milan masuk untuk menemui dokter yang memeriksa firman


"Siang dok, bagaimana keadaan sepupu saya dok?" Tanya milan penasaran


"Begini mas, sepupu anda sepertinya kelelahan sehingga kondisinya menurun, diagnosa sementara sepupu anda terkena penyakit typhus dan untuk sementara saudara firman sebaiknya di rawat dulu sampe keadaannya membaik" ucap dokter menjelaskan


"Oo gitu dok... ya udah gapapa dok kalo memang harus dirawat" ucap milan menyetujui saran dokter


Setelah berpamitan dan berterimakasih milan bergegas menemui firman


"Gimana lan? Kok gue digini giniin segala sii?" Tanya firman sambil memandangi selang infus yang tertancap di pergelangan tangannya


"Lo harus dirawat beberapa hari man," ucap milan menjelaskan

__ADS_1


"Yaelah panas gini doang bro, tar juga sembuh, pulang aja yo" ucap firman sambil mengangkat tubuh lemah nya yang ternyata belum mampu duduk tegak sehingga kepalanya kembali tergeletak diatas bantalnya.


"Man.. man... ngangkat kepala aja ga kuat pake sok sok an mau pulang... hadeuhh" ucap milan menggeleng gelengkan kepala sambil mendengus kesal melihat sifat sepupunya yang begitu keras kepala.


"Lo diem disini, gue urus pendaftaran dulu, kalo lo macem macem gue panggilin perawat buat suntik lo 3 kali, faham!" Ucap milan mengancam sebelum beranjak dari tempat tidur tempat firman terbaring.


Firman menatap kepergian milan dengan kesal tetapi ia tidak berani lagi membantah milan mengingat saat ditusuk jarum infus pun masih membuatnya gemetar sampai sekarang apalagi jika ditambah disuntik 3 kali, firman tiba tiba bergidik ngeri.


"Gimana lan?"tanya kaira yang sudah berdiri diambang pintu ruang itu


"Lo sama luna masuk gih, gue sama vyan urus pendaftaran dulu, firman kena typhus jadi harus opname beberapa hari" ucap milan menjelaskan kemudian luna menghampiri kaira yang tampak syok


"Mang lim pulang aja nanti kesini lagi ajak bi eti bawa baju ganti firman, bi eti pasti sekarang lagi nangis dirumah" ucap milan memerintah mang lim dan menerka kebiasaan bi eti karena jangankan firman sakit dan dirawat inap saat firman di surabaya pun setiap kali bertelepon bi eti selalu menangis tersedu sedu mengkhawatirkan firman.


"Ayo ka... tenang kan udah ditanganin dokter, firman nanti juga baikkan" ucap luna menenangkan kaira


Segitu dulu

__ADS_1


Jangan lupa coment and like


💙💙💙💙💙💙💙


__ADS_2